Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Idul Adha 27 Mei 2026, Cek Jadwal Puasa 10 Hari Pertama Zulhijah & Niatnya

Kompas.com, 18 Mei 2026, 09:42 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah melalui sidang isbat Kementerian Agama resmi menetapkan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Penetapan ini sekaligus menandai dimulainya bulan Zulhijah, salah satu bulan mulia dalam kalender Islam yang dipenuhi berbagai amalan sunnah dengan keutamaan besar.

Bagi umat Islam, sepuluh hari pertama Zulhijah bukan sekadar pergantian bulan biasa. Banyak ulama menyebut hari-hari ini sebagai momentum emas untuk memperbanyak ibadah, mulai dari zikir, sedekah, membaca Al Quran hingga menjalankan puasa sunnah Zulhijah, termasuk puasa Tarwiyah dan Arafah yang sangat dianjurkan.

Menariknya, Rasulullah SAW menyebut amal ibadah pada awal Zulhijah sebagai amalan yang sangat dicintai Allah SWT.

Oleh karena itu, tidak sedikit muslim yang mulai mempersiapkan diri sejak awal bulan demi meraih keutamaan ibadah sebelum datangnya Hari Raya Kurban.

Keutamaan 10 Hari Pertama Zulhijah

Keistimewaan awal Zulhijah dijelaskan dalam banyak hadits Nabi Muhammad SAW. Salah satu hadits yang paling sering dijadikan rujukan diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA. Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini,” yaitu sepuluh hari pertama Zulhijah. (HR Bukhari)

Dalam riwayat lain yang dikutip dari kitab Lathaif al-Ma’arif karya Ibnu Rajab Al-Hanbali, dijelaskan bahwa sepuluh hari pertama Zulhijah memiliki kemuliaan karena di dalamnya terkumpul ibadah utama sekaligus, seperti salat, puasa, sedekah, haji, dan kurban.

Sementara itu, dalam buku 165 Kebiasaan Nabi SAW karya Abduh Zulfidar Akaha dijelaskan bahwa Rasulullah SAW juga terbiasa menjalankan puasa sunnah pada awal Zulhijah, terutama menjelang hari Arafah.

Hadits dari Hafshah RA menyebutkan:

“Ada empat perkara yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW, yaitu puasa Asyura, puasa sepuluh hari Zulhijah, puasa tiga hari setiap bulan, dan dua rakaat sebelum Subuh.” (HR Ahmad dan An-Nasa’i)

Karena itulah, puasa Zulhijah menjadi salah satu amalan sunnah yang banyak dikerjakan umat Islam menjelang Idul Adha.

Baca juga: Niat Puasa Zulhijah 1-9, Lengkap dengan Dalil dan Keutamaannya

Jadwal Puasa Zulhijah 2026 Lengkap

Mengacu pada hasil sidang isbat awal Zulhijah 1447 H, berikut jadwal puasa sunnah menjelang Idul Adha 2026:

1 Zulhijah 1447 H

Senin, 18 Mei 2026

Puasa Zulhijah

2 Zulhijah 1447 H

Selasa, 19 Mei 2026

Puasa Zulhijah

3 Zulhijah 1447 H

Rabu, 20 Mei 2026

Puasa Zulhijah

4 Zulhijah 1447 H

Kamis, 21 Mei 2026

Puasa Zulhijah

5 Zulhijah 1447 H

Jumat, 22 Mei 2026

Puasa Zulhijah

6 Zulhijah 1447 H

Sabtu, 23 Mei 2026

Puasa Zulhijah

7 Zulhijah 1447 H

Minggu, 24 Mei 2026

Puasa Zulhijah

8 Zulhijah 1447 H

Senin, 25 Mei 2026

Puasa Tarwiyah

9 Zulhijah 1447 H

Selasa, 26 Mei 2026

Puasa Arafah

10 Zulhijah 1447 H

Rabu, 27 Mei 2026

Hari Raya Idul Adha

Apa Itu Puasa Tarwiyah dan Arafah?

Di antara puasa sunnah awal Zulhijah, puasa Tarwiyah dan Arafah menjadi yang paling populer di tengah masyarakat.

Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah dilakukan setiap 8 Zulhijah. Kata “Tarwiyah” berasal dari tradisi jamaah haji pada masa lalu yang mulai mempersiapkan bekal air sebelum berangkat menuju Arafah.

Dalam buku Di Balik 7 Hari Besar Islam karya Muhammad Sholikhin dijelaskan bahwa puasa Tarwiyah menjadi bagian dari amalan sunnah yang dikerjakan untuk menyambut puncak ibadah haji dan Idul Adha.

Meski hadits khusus tentang puasa Tarwiyah diperdebatkan sebagian ulama, banyak ulama tetap membolehkannya sebagai bagian dari puasa sunnah di awal Zulhijah.

Puasa Arafah

Sementara itu, puasa Arafah dilakukan pada 9 Zulhijah, bertepatan dengan wukuf jamaah haji di Padang Arafah.

Puasa ini memiliki keutamaan luar biasa. Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR Muslim)

Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi dijelaskan bahwa keutamaan tersebut berlaku bagi muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Oleh karena itu, puasa Arafah sering disebut sebagai salah satu puasa sunnah paling utama sepanjang tahun.

Baca juga: Jadwal Ibadah Sunnah Idul Adha 2026: Puasa, Larangan Potong Kuku dan Rambut, serta Hari Tasyrik

Bacaan Niat Puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah

Berikut bacaan niat puasa sunnah yang umum diamalkan umat Islam, dikutip dari Buku Pintar Agama Islam susunan Abu Aunillah Al-Baijury.

Niat Puasa Zulhijah 1-7 Zulhijah

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Zulhijah karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Tarwiyah

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma tarwiyyata sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: “Saya niat puasa Tarwiyah sunnah karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Arafah

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةَ اللَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ‘Arafata sunnata Allahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat puasa Arafah sunnah karena Allah Ta’ala.”

Apakah Harus Puasa Full 9 Hari?

Tidak sedikit muslim bertanya apakah puasa Zulhijah harus dilakukan penuh sejak tanggal 1 hingga 9 Zulhijah.

Dalam penjelasan para ulama, puasa tersebut bersifat sunnah sehingga tidak wajib dilakukan seluruhnya.

Muslim dapat memilih berpuasa beberapa hari saja sesuai kemampuan, terutama pada 9 Zulhijah atau puasa Arafah yang memiliki keutamaan paling besar.

Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam kitab Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu menjelaskan bahwa amalan sunnah pada awal Zulhijah bersifat fleksibel dan tetap bernilai ibadah meski tidak dilakukan penuh.

Karena itu, muslim tetap bisa memperoleh pahala meski hanya menjalankan puasa Arafah atau Tarwiyah saja.

Baca juga: 3 Puasa Sunnah Sebelum Idul Adha: Waktu, Niat, dan Tata Caranya

Larangan Puasa Saat Idul Adha dan Hari Tasyrik

Meski puasa dianjurkan sebelum Idul Adha, umat Islam justru dilarang berpuasa pada 10 Zulhijah dan hari Tasyrik, yakni 11, 12, dan 13 Zulhijah.

Larangan ini dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW:

“Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berzikir kepada Allah.” (HR Muslim)

Dalam buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa hari Tasyrik merupakan momentum bersyukur dan menikmati rezeki Allah SWT, termasuk daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat.

Oleh karena itu, berpuasa pada hari-hari tersebut hukumnya haram kecuali dalam kondisi tertentu yang berkaitan dengan ibadah haji.

Amalan Lain yang Dianjurkan di Awal Zulhijah

Selain puasa, ada banyak amalan lain yang dianjurkan selama sepuluh hari pertama Zulhijah, di antaranya:

  • memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil,
  • membaca Al Quran,
  • memperbanyak sedekah,
  • memperbanyak doa dan istighfar,
  • menjaga salat berjamaah,
  • serta mempersiapkan ibadah kurban.

Dalam tafsir Ibnu Katsir, awal Zulhijah bahkan disebut termasuk hari-hari yang dimuliakan Allah dalam Surah Al-Fajr ayat 2 tentang “malam yang sepuluh”.

Karena itu, banyak ulama mengingatkan agar umat Islam tidak melewatkan momentum spiritual menjelang Idul Adha ini begitu saja.

Dengan datangnya Idul Adha 27 Mei 2026, puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah menjadi kesempatan penting bagi muslim untuk meningkatkan ibadah sekaligus mempersiapkan diri menyambut hari raya kurban dengan hati yang lebih bersih dan penuh ketakwaan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Idul Adha 27 Mei 2026, Cek Jadwal Libur 6 Hari dan Hitung Mundurnya
Idul Adha 27 Mei 2026, Cek Jadwal Libur 6 Hari dan Hitung Mundurnya
Aktual
Jelang Puncak Haji, Musyrif Diny Imbau Jemaah Jangan “Aji Mumpung”
Jelang Puncak Haji, Musyrif Diny Imbau Jemaah Jangan “Aji Mumpung”
Aktual
Doa Puasa Dzulhijjah, Amalan 10 Hari Pertama Lengkap Artinya
Doa Puasa Dzulhijjah, Amalan 10 Hari Pertama Lengkap Artinya
Doa dan Niat
Anies Baswedan Jadi Dewan Penasihat Kota Riyadh, Jakarta Disebut Rujukan Transportasi Publik
Anies Baswedan Jadi Dewan Penasihat Kota Riyadh, Jakarta Disebut Rujukan Transportasi Publik
Aktual
Catat! Arab Saudi Resmi Tetapkan Hari Arafah 26 Mei dan Idul Adha 27 Mei 2026
Catat! Arab Saudi Resmi Tetapkan Hari Arafah 26 Mei dan Idul Adha 27 Mei 2026
Aktual
Kisah Mbah Painah: Berangkat Haji dari Jual Daun Pisang 14 Tahun
Kisah Mbah Painah: Berangkat Haji dari Jual Daun Pisang 14 Tahun
Aktual
Idul Adha 27 Mei 2026, Cek Jadwal Puasa 10 Hari Pertama Zulhijah & Niatnya
Idul Adha 27 Mei 2026, Cek Jadwal Puasa 10 Hari Pertama Zulhijah & Niatnya
Aktual
61 Pesantren NU di Purworejo Belajar Ubah Sampah Jadi Sumber Ekonomi
61 Pesantren NU di Purworejo Belajar Ubah Sampah Jadi Sumber Ekonomi
Aktual
Niat Puasa Zulhijah 1-9, Lengkap dengan Dalil dan Keutamaannya
Niat Puasa Zulhijah 1-9, Lengkap dengan Dalil dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Menatap Abad Kedua NU: Catatan dari PMKNU, Pabrik Pemimpin NU
Menatap Abad Kedua NU: Catatan dari PMKNU, Pabrik Pemimpin NU
Aktual
Pembayaran Dam Harus Aman, Resmi, dan Sesuai Keyakinan Fikih Jemaah
Pembayaran Dam Harus Aman, Resmi, dan Sesuai Keyakinan Fikih Jemaah
Aktual
Jadwal Ibadah Sunnah Idul Adha 2026: Puasa, Larangan Potong Kuku dan Rambut, serta Hari Tasyrik
Jadwal Ibadah Sunnah Idul Adha 2026: Puasa, Larangan Potong Kuku dan Rambut, serta Hari Tasyrik
Aktual
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 2026 Jatuh pada 27 Mei, Sama dengan Muhammadiyah
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 2026 Jatuh pada 27 Mei, Sama dengan Muhammadiyah
Aktual
Arab Saudi Bangun RS Darurat Raksasa di Mina untuk Haji 2026
Arab Saudi Bangun RS Darurat Raksasa di Mina untuk Haji 2026
Aktual
Layanan Makkah Route Dinilai Bantu Jemaah Haji Bisa Langsung Fokus Ibadah Saat Tiba di Arab Saudi
Layanan Makkah Route Dinilai Bantu Jemaah Haji Bisa Langsung Fokus Ibadah Saat Tiba di Arab Saudi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com