Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puasa Tarwiyah 2026 Jatuh pada Hari Senin, Bisakah Niatnya Digabung?

Kompas.com, 18 Mei 2026, 16:00 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah sunnah pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah.

Salah satu amalan yang paling sering dilakukan adalah puasa Tarwiyah yang jatuh pada 8 Zulhijah.

Pada tahun 1447 Hijriah atau 2026, puasa Tarwiyah diperkirakan dilaksanakan pada Senin, 25 Mei 2026.

Karena bertepatan dengan hari Senin, muncul pertanyaan di kalangan umat Muslim, apakah puasa Tarwiyah boleh digabung dengan puasa sunnah lain seperti puasa Senin, puasa ayyamul bidh, atau puasa qadha?

Pertanyaan ini cukup sering muncul menjelang musim haji dan Idul Adha karena banyak orang ingin memperoleh beberapa keutamaan ibadah sekaligus dalam satu hari puasa.

Lalu bagaimana hukum menggabungkan puasa Tarwiyah dengan puasa sunnah lainnya menurut ulama?

Baca juga: Keutamaan Puasa Arafah 9 Zulhijah: Hapus Dosa 2 Tahun

Apa Itu Puasa Tarwiyah?

Puasa Tarwiyah merupakan puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 8 Zulhijah, sehari sebelum puasa Arafah.

Dalam tradisi ibadah haji, hari Tarwiyah menjadi momen ketika jamaah mulai bergerak menuju Mina untuk mempersiapkan puncak haji di Arafah. Karena itu, hari tersebut memiliki nilai spiritual yang istimewa dalam kalender Islam.

Dalam buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa sepuluh hari pertama Zulhijah termasuk waktu paling utama untuk memperbanyak amal saleh, termasuk puasa sunnah.

Keutamaan hari-hari Zulhijah juga disebut dalam hadis riwayat Bukhari:

“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini (sepuluh hari pertama Zulhijah).”

Oleh karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan momen Tarwiyah dan Arafah untuk meningkatkan ibadah sebelum Idul Adha.

Baca juga: Doa Puasa Dzulhijjah, Amalan 10 Hari Pertama Lengkap Artinya

Apakah Puasa Tarwiyah Boleh Digabung dengan Puasa Sunnah Lain?

Mayoritas ulama memperbolehkan penggabungan niat dalam ibadah sunnah, termasuk puasa Tarwiyah dengan puasa sunnah lainnya selama tidak bertentangan dengan syariat.

Misalnya:

  • Puasa Tarwiyah + puasa Senin-Kamis
  • Puasa Tarwiyah + ayyamul bidh
  • Puasa Tarwiyah + puasa Daud
  • Puasa Tarwiyah + qadha puasa Ramadan (menurut sebagian pendapat ulama)

Dilansir dari BAZNAS RI, para ulama menjelaskan bahwa penggabungan niat puasa sunnah diperbolehkan karena tujuan ibadahnya sama-sama mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam mazhab Syafi’i, konsep penggabungan niat sunnah dikenal dengan istilah tadakhul an-niyyat atau masuknya beberapa niat dalam satu amalan.

Artinya, seseorang tetap dapat memperoleh pahala dari beberapa ibadah sunnah yang waktunya bertepatan.

Penjelasan Ulama tentang Penggabungan Niat

Dalam kitab Al-Asybah wan Nazhair, Jalaluddin As-Suyuthi menjelaskan bahwa apabila dua ibadah memiliki tujuan yang serupa dan tidak saling bertentangan, maka niatnya dapat digabungkan.

Hal serupa juga dijelaskan oleh Imam An-Nawawi dalam beberapa pembahasan fiqih ibadah sunnah.

Menurut beliau, seseorang yang mandi Jumat sekaligus mandi junub tetap mendapatkan keduanya dengan satu kali mandi karena tujuan ibadahnya sejenis. Kaidah serupa kemudian diterapkan dalam sebagian ibadah puasa sunnah.

Dalam buku Fikih Praktis Puasa karya Ahmad Sarwat dijelaskan bahwa penggabungan puasa sunnah umumnya diperbolehkan selama puasa tersebut tidak memiliki tata cara khusus yang saling bertentangan.

Oleh karena itu, puasa Tarwiyah yang bertepatan dengan hari Senin dapat diniatkan sekaligus sebagai puasa Senin.

Baca juga: Idul Adha 27 Mei 2026, Cek Jadwal Puasa 10 Hari Pertama Zulhijah & Niatnya

Bagaimana Jika Digabung dengan Puasa Qadha?

Pembahasan paling sering diperdebatkan adalah menggabungkan puasa Tarwiyah dengan puasa qadha Ramadan.

Sebagian ulama membolehkan penggabungan tersebut sehingga seseorang tetap mendapatkan pahala puasa sunnah sekaligus menunaikan kewajiban qadha.

Namun sebagian ulama lain berpendapat bahwa puasa qadha sebaiknya dipisahkan agar memperoleh keutamaan puasa sunnah secara sempurna.

Dalam buku Ensiklopedi Fikih Indonesia: Puasa karya Ahmad Sarwat dijelaskan bahwa pendapat yang lebih aman adalah mendahulukan niat qadha Ramadan karena sifatnya wajib.

Meski demikian, orang yang berpuasa qadha pada hari Tarwiyah tetap diharapkan memperoleh keberkahan hari-hari Zulhijah.

Bacaan Niat Puasa Tarwiyah

Berikut bacaan niat puasa Tarwiyah:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِّلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta‘ala.

Artinya: “Aku niat puasa Tarwiyah sunnah karena Allah Ta’ala.”

Apabila ingin menggabungkan dengan puasa Senin, sebagian ulama membolehkan niat dalam hati untuk kedua amalan tersebut sekaligus.

Baca juga: Niat Puasa Zulhijah 1-9, Lengkap dengan Dalil dan Keutamaannya

Keutamaan Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah diyakini memiliki banyak keutamaan spiritual bagi umat Islam.

Dilansir dari Kementerian Agama RI, puasa pada awal Zulhijah termasuk amalan yang sangat dianjurkan karena berada dalam waktu yang mulia.

Dalam sejumlah kitab klasik disebutkan bahwa puasa Tarwiyah menjadi sarana memperbanyak amal sebelum Hari Arafah dan Idul Adha.

Keutamaan puasa Tarwiyah antara lain:

  • Menambah pahala ibadah pada bulan Zulhijah
  • Melatih ketakwaan dan kesabaran
  • Menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT
  • Menghidupkan sunnah Rasulullah SAW
  • Menyambut Hari Raya Idul Adha dengan amal saleh

Dalam kitab Lathaif al-Ma’arif, Ibnu Rajab Al-Hanbali menjelaskan bahwa sepuluh hari pertama Zulhijah merupakan musim ibadah paling agung setelah Ramadan karena di dalamnya berkumpul shalat, puasa, sedekah, dzikir, dan ibadah haji.

Mengapa Banyak Muslim Menggabungkan Puasa Sunnah?

Selain karena alasan praktis, banyak umat Islam ingin memanfaatkan hari-hari istimewa dengan memperbanyak niat ibadah.

Ketika puasa Tarwiyah bertepatan dengan hari Senin atau Kamis, umat Muslim berharap bisa memperoleh pahala puasa sunnah harian sekaligus keutamaan Zulhijah.

Para ulama menilai hal tersebut termasuk bentuk semangat dalam beribadah selama tetap mengikuti aturan syariat.

Namun yang terpenting bukan hanya banyaknya niat, melainkan keikhlasan dan kesungguhan dalam menjalankan ibadah tersebut.

Oleh karena itu, puasa Tarwiyah bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga momentum memperbanyak doa, dzikir, sedekah, dan persiapan spiritual menjelang Idul Adha.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bawa Secarik Kertas Doa, Pasutri Wonosobo Sujud Syukur Setibanya di Jeddah
Bawa Secarik Kertas Doa, Pasutri Wonosobo Sujud Syukur Setibanya di Jeddah
Aktual
Puncak Haji 2026 Dimulai 25 Mei, Jutaan Jemaah Bergerak ke Armuzna
Puncak Haji 2026 Dimulai 25 Mei, Jutaan Jemaah Bergerak ke Armuzna
Aktual
Puasa Tarwiyah 2026 Jatuh pada Hari Senin, Bisakah Niatnya Digabung?
Puasa Tarwiyah 2026 Jatuh pada Hari Senin, Bisakah Niatnya Digabung?
Aktual
Doa saat Mabit di Muzdalifah, Dibaca Setelah Wukuf di Arafah
Doa saat Mabit di Muzdalifah, Dibaca Setelah Wukuf di Arafah
Aktual
Mengenal Mina, Kota Tenda Putih Terbesar di Dunia saat Musim Haji
Mengenal Mina, Kota Tenda Putih Terbesar di Dunia saat Musim Haji
Aktual
Cahaya Hijau Terpancar di Clock Tower Makkah, Tanda Puncak Haji Sebentar Lagi
Cahaya Hijau Terpancar di Clock Tower Makkah, Tanda Puncak Haji Sebentar Lagi
Aktual
Doa Ketika di Armuzna Lengkap: Arab, Latin, & Arti saat Puncak Haji
Doa Ketika di Armuzna Lengkap: Arab, Latin, & Arti saat Puncak Haji
Doa dan Niat
Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Bayar Dam lewat Jalur Resmi, Waspada Penipuan
Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Bayar Dam lewat Jalur Resmi, Waspada Penipuan
Aktual
Idul Adha 27 Mei 2026, Cek Jadwal Libur 6 Hari dan Hitung Mundurnya
Idul Adha 27 Mei 2026, Cek Jadwal Libur 6 Hari dan Hitung Mundurnya
Aktual
Jelang Puncak Haji, Musyrif Diny Imbau Jemaah Jangan “Aji Mumpung”
Jelang Puncak Haji, Musyrif Diny Imbau Jemaah Jangan “Aji Mumpung”
Aktual
Doa Puasa Dzulhijjah, Amalan 10 Hari Pertama Lengkap Artinya
Doa Puasa Dzulhijjah, Amalan 10 Hari Pertama Lengkap Artinya
Doa dan Niat
Anies Baswedan Jadi Dewan Penasihat Kota Riyadh, Jakarta Disebut Rujukan Transportasi Publik
Anies Baswedan Jadi Dewan Penasihat Kota Riyadh, Jakarta Disebut Rujukan Transportasi Publik
Aktual
Catat! Arab Saudi Resmi Tetapkan Hari Arafah 26 Mei dan Idul Adha 27 Mei 2026
Catat! Arab Saudi Resmi Tetapkan Hari Arafah 26 Mei dan Idul Adha 27 Mei 2026
Aktual
Kisah Mbah Painah: Berangkat Haji dari Jual Daun Pisang 14 Tahun
Kisah Mbah Painah: Berangkat Haji dari Jual Daun Pisang 14 Tahun
Aktual
Idul Adha 27 Mei 2026, Cek Jadwal Puasa 10 Hari Pertama Zulhijah dan Niatnya
Idul Adha 27 Mei 2026, Cek Jadwal Puasa 10 Hari Pertama Zulhijah dan Niatnya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com