Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jadwal Pembagian dan Menu Makanan Jemaah Jelang Puncak Haji di Armuzna

Kompas.com, 21 Mei 2026, 20:15 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Pemerintah menyiapkan layanan konsumsi khusus bagi jemaah haji Indonesia menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Salah satu layanan yang disiapkan berupa makanan siap santap atau ready to eat (RTE) dengan cita rasa khas Nusantara.

Paket makanan ini dibagikan untuk mendukung kebutuhan konsumsi jemaah saat operasional dapur katering dihentikan sementara.

Baca juga: Unik, Makanan di Armuzna Juga Bisa Jadi Oleh-oleh Jamaah Haji Indonesia

Selain praktis dan tahan lama, makanan siap santap tersebut juga bisa dijadikan oleh-oleh unik jika tidak habis dikonsumsi.

Dilansir dari Tribunnews.com (21/5/2026), jemaah haji Indonesia akan menerima enam paket makanan siap santap atau ready to eat (RTE) sebelum menjalani puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Baca juga: Rahasia Cita Rasa Makanan Jemaah Haji, Ada Koki Indonesia yang Jadi Andalan Dapur di Makkah

Wakil Koordinator Bidang Ekosistem Ekonomi Haji PPIH Arab Saudi Tri Hidayatno mengatakan enam paket makanan yang terdiri dari nasi dan aneka lauk itu mulai didistribusikan secara bertahap oleh suplier atau pihak penyedia ke dapur sejak 10 Mei 2026.

Beberapa dapur juga sudah mulai membagikan makanan siap santap tersebut kepada jemaah haji di hotel.

"Setiap jemaah haji akan mendapatkan enam paket makanan siap santap dengan menu yang berbeda-beda," kata Tri Hidayatno kepada tim Media Center Haji (MCH), Kamis (21/5/2026).

Jadwal Pembagian Makanan Sebelum Puncak Haji 2026

Tri menjelaskan makanan siap santap dapat dikonsumsi jemaah di hotel pada 7, 8, dan 13 Dzulhijjah 1447 H atau bertepatan dengan 24, 25, dan 30 Mei 2026.

Pada tiga hari tersebut, seluruh dapur yang selama ini menyediakan layanan katering untuk jemaah akan berhenti beroperasi sementara.

Pembagian konsumsi makanan siap saji dilakukan tiga kali sehari, yakni pagi, siang, dan sore pada 7 Dzulhijjah 1447 H atau Minggu, 24 Mei 2026.

Kemudian pada Senin, 25 Mei 2026 atau sebelum keberangkatan menuju Arafah sejak pagi hari, jemaah juga dapat mengonsumsi makanan siap santap yang telah dibagikan.

Setelah kembali dari puncak haji, tepatnya Sabtu, 30 Mei 2026, jemaah dapat kembali menikmati menu ready to eat untuk makan siang dan sore.

Ragam Menu Nusantara untuk Jemaah Haji Indonesia

Menurut Tri, menu makanan siap santap yang disiapkan mengusung cita rasa khas Indonesia agar sesuai dengan selera jemaah.

Beberapa menu yang disediakan antara lain kari ayam, semur ayam kacang merah, rendang daging dengan kacang merah, kari ayam kentang, gulai ayam wortel kentang, daging balado, hingga semur ayam.

Pengadaan paket makanan siap makan tersebut dilakukan melalui kerja sama antara syarikah Arab Saudi dengan perusahaan Indonesia, yakni PT Halalan Thayyiban dan Family Food dengan total 1.232.520 paket.

Makanan yang Dibagikan Tidak Perlu Dibawa ke Armuzna

Tri mengimbau jemaah tidak membawa makanan siap santap hingga ke Armuzna karena dapat menambah beban bawaan.

"(Makanan siap saji) tidak perlu dibawa sampai di Armuzna karena memberatkan. Selama di sana, jemaah juga akan mendapatkan makanan dari pihak syarikah. Jadi lebih baik disimpan di hotel saja," ujar Tri.

Ia memastikan makanan siap santap aman disimpan di suhu kamar hotel tanpa perlu dimasukkan ke lemari pendingin.

"Tidak perlu dimasukkan ke kulkas. Disimpan di kamar saja cukup karena makanan ini sudah dipanaskan dengan teknologi retort sampai 121 derajat Celsius," jelas Tri.

Teknologi retort merupakan proses sterilisasi makanan dalam kemasan tertutup menggunakan suhu tinggi sekitar 116 hingga 130 derajat Celsius dengan tekanan tertentu.

Tri juga memastikan makanan tetap aman dikonsumsi meski suhu udara di Arab Saudi mencapai 47 derajat Celsius.

Makanan yang Tidak Habis Bisa Jadi Oleh-oleh Unik

Dilansir dari laman MUI, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kemenhaj RI Jaenal Effendi mengatakan pemerintah menyiapkan sekitar 3,08 juta porsi makanan siap santap untuk mendukung kebutuhan konsumsi jamaah selama fase Armuzna.

Menurut Jaenal, makanan tersebut dapat dijadikan oleh-oleh unik oleh jamaah haji Indonesia karena dikemas rapat dan praktis disimpan di koper maupun tas.

“Ini saking senangnya, kadang para jamaah membawa makanan siap santap saat puncak haji sebagai oleh-oleh pulang ke Indonesia,” ujar Jaenal di Makkah, Selasa (19/5/2026).

Ia memastikan makanan RTE aman dikonsumsi dalam jangka waktu lama karena telah diproduksi sesuai standar keamanan pangan.

“Daya tahannya ini 18 bulan. Kemarin juga sudah kita uji lagi di laboratorium dan masih sangat layak untuk dikonsumsi,” katanya.

Jaenal menambahkan makanan siap santap tersebut dapat langsung dimakan tanpa perlu dipanaskan sehingga praktis dikonsumsi oleh jemaah.

“Ini sudah bisa langsung dibuka dan dimakan. Tidak perlu dipanaskan,” ujarnya.

Selain praktis, kemasan makanan juga dirancang agar bisa langsung digunakan sebagai wadah makan.

Petugas nantinya akan memberikan edukasi kepada jemaah yang belum terbiasa mengonsumsi makanan RTE.

Jaenal menambahkan makanan siap santap tersebut juga memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dengan minimal 50 persen bahan dalam paket berasal dari Indonesia.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar