Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jemaah Haji Kini Bisa Akses Air Dingin di 2.400 Titik Armuzna 2026

Kompas.com, 22 Mei 2026, 13:30 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pemerintah Arab Saudi terus melakukan berbagai inovasi layanan untuk mendukung kenyamanan jemaah selama musim haji.

Menjelang fase puncak ibadah haji di Armuzna, Arafah, Muzdalifah, dan Mina—Saudi kini menyiapkan sistem air minum pintar yang tersebar di ribuan titik kawasan suci.

Dilansir dari Arab News, sistem tersebut dipasang di lebih dari 2.400 titik distribusi air di jalur-jalur pedestrian utama yang dilalui jutaan jemaah haji saat puncak ibadah berlangsung.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar Arab Saudi dalam memperkuat infrastruktur layanan haji berbasis teknologi sekaligus meningkatkan keselamatan jemaah di tengah cuaca ekstrem yang kerap terjadi selama musim haji.

Baca juga: Daftar Barang Wajib Saat Armuzna, Jemaah Haji Jangan Sampai Salah

Armuzna Jadi Fase Paling Padat dalam Ibadah Haji

Fase Armuzna dikenal sebagai salah satu rangkaian paling berat dalam ibadah haji. Pada periode ini, jutaan jemaah bergerak hampir bersamaan dari Makkah menuju Arafah untuk wukuf, kemudian ke Muzdalifah untuk mabit, lalu melanjutkan perjalanan ke Mina guna melaksanakan lontar jumrah.

Pergerakan massal tersebut berlangsung di tengah suhu panas Arab Saudi yang bisa mencapai lebih dari 40 derajat Celsius pada siang hari.

Oleh karena itu, kebutuhan air minum menjadi salah satu aspek vital yang sangat diperhatikan pemerintah Saudi.

Dalam buku Manasik Haji dan Umrah karya KH Ahmad Sarwat dijelaskan bahwa menjaga kesehatan dan kecukupan cairan tubuh merupakan bagian penting dalam menjaga kemampuan fisik jemaah selama menjalankan rukun-rukun haji.

Sementara itu, dalam buku Fiqih Haji karya Syaikh Yusuf Al-Qaradawi disebutkan bahwa Islam memberikan perhatian besar terhadap kemudahan dan keselamatan jemaah dalam beribadah, termasuk penyediaan fasilitas yang membantu menjaga kondisi tubuh.

Seperti Apa Sistem Air Minum Pintar Itu?

Berbeda dengan distribusi air konvensional sebelumnya, sistem baru ini dirancang lebih modern dan terintegrasi.

Titik-titik distribusi air diubah menjadi stasiun hidrasi pintar yang memungkinkan jemaah memperoleh air dingin yang telah dimurnikan secara berkelanjutan.

Infrastruktur tersebut dikembangkan oleh Kidana Development Company, perusahaan pelaksana di bawah Royal Commission for Makkah City and Holy Sites.

Pihak pengembang menyebut sistem ini bukan sekadar tempat mengambil air minum, melainkan juga bagian dari pengelolaan arus pergerakan jemaah.

Lokasi distribusi dirancang strategis agar tidak menimbulkan penumpukan massa di titik tertentu.

Dengan demikian, layanan air minum tidak hanya mendukung kebutuhan hidrasi, tetapi juga membantu menjaga kelancaran mobilitas jutaan pejalan kaki di kawasan suci.

Baca juga: Jadwal Pembagian dan Menu Makanan Jemaah Jelang Puncak Haji di Armuzna

Dirancang untuk Kurangi Risiko Heat Stress

Cuaca panas menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi jemaah saat puncak haji. Tidak sedikit jemaah mengalami dehidrasi, kelelahan, hingga stres panas akibat aktivitas fisik yang tinggi dan paparan sinar matahari langsung.

Oleh karena itu, sistem air minum pintar tersebut dirancang untuk membantu mengurangi risiko heat stress atau tekanan panas selama musim haji berlangsung.

Air yang tersedia di setiap titik disebut telah melalui proses pemurnian dengan standar kualitas dan keselamatan kesehatan yang tinggi.

Selain itu, akses air dingin yang mudah dijangkau diharapkan membantu jemaah menjaga suhu tubuh tetap stabil selama perjalanan.

Dalam sejumlah panduan kesehatan haji yang diterbitkan Kementerian Kesehatan RI, jemaah memang dianjurkan rutin minum air meski tidak merasa haus.

Langkah itu penting untuk mencegah dehidrasi yang dapat memicu gangguan kesehatan serius saat Armuzna.

Bagian dari Transformasi Layanan Haji Berbasis Teknologi

Pengembangan sistem hidrasi pintar ini menunjukkan bagaimana Arab Saudi terus mendorong transformasi layanan haji berbasis teknologi dan keberlanjutan.

Beberapa tahun terakhir, pemerintah Saudi memang aktif melakukan modernisasi fasilitas haji, mulai dari pengembangan jalur pejalan kaki, pendingin udara raksasa di area Masjidil Haram, layanan bus pintar, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pengelolaan kerumunan.

Sistem air minum pintar di Armuzna menjadi salah satu proyek terbaru yang menegaskan arah pembangunan layanan haji modern yang lebih efisien dan ramah jemaah.

Kidana menyebut proyek tersebut juga dirancang untuk memastikan pasokan air tetap mengalir tanpa gangguan selama puncak haji berlangsung.

Keberlanjutan distribusi air menjadi hal penting mengingat jutaan orang berada di lokasi yang sama dalam waktu bersamaan.

Baca juga: Jadwal Pembagian dan Menu Makanan Jemaah Jelang Puncak Haji di Armuzna

Tak Hanya Soal Infrastruktur, tetapi Pengalaman Spiritual

Meski identik dengan pembangunan fisik dan teknologi, peningkatan layanan di kawasan suci sejatinya juga berkaitan dengan kenyamanan spiritual jemaah.

Kondisi tubuh yang sehat dan terhidrasi membantu jemaah lebih fokus menjalankan ibadah. Dalam suasana Armuzna yang sangat padat dan melelahkan, akses air minum yang mudah bisa menjadi faktor penting agar jemaah tetap tenang dan nyaman selama beribadah.

Di Arafah, misalnya, jemaah menjalani wukuf yang menjadi inti ibadah haji. Sementara di Muzdalifah dan Mina, jemaah harus menjalani rangkaian ibadah dengan mobilitas tinggi dan waktu istirahat yang terbatas.

Oleh karena itu, penyediaan fasilitas dasar seperti air minum menjadi bagian penting dalam mendukung kekhusyukan ibadah jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia.

Saudi Terus Tingkatkan Layanan untuk Jutaan Jemaah

Setiap tahun, Arab Saudi menghadapi tantangan besar dalam melayani jutaan jemaah haji dengan latar belakang bahasa, budaya, dan kondisi fisik yang berbeda-beda.

Modernisasi infrastruktur menjadi salah satu langkah utama agar pelayanan tetap berjalan optimal di tengah meningkatnya jumlah jemaah dunia.

Sistem air minum pintar di Armuzna menunjukkan bahwa layanan haji kini tidak hanya berfokus pada kapasitas, tetapi juga kualitas pengalaman jemaah.

Mulai dari kenyamanan, keselamatan, kesehatan, hingga efisiensi mobilitas menjadi perhatian penting dalam pengembangan kawasan suci.

Dengan hadirnya lebih dari 2.400 titik air minum pintar tersebut, pemerintah Saudi berharap jemaah dapat menjalankan rangkaian puncak ibadah haji dengan lebih aman, nyaman, dan fokus dalam beribadah di Tanah Suci.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com