KOMPAS.com – Pemerintah Arab Saudi terus melakukan berbagai inovasi layanan untuk mendukung kenyamanan jemaah selama musim haji.
Menjelang fase puncak ibadah haji di Armuzna, Arafah, Muzdalifah, dan Mina—Saudi kini menyiapkan sistem air minum pintar yang tersebar di ribuan titik kawasan suci.
Dilansir dari Arab News, sistem tersebut dipasang di lebih dari 2.400 titik distribusi air di jalur-jalur pedestrian utama yang dilalui jutaan jemaah haji saat puncak ibadah berlangsung.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar Arab Saudi dalam memperkuat infrastruktur layanan haji berbasis teknologi sekaligus meningkatkan keselamatan jemaah di tengah cuaca ekstrem yang kerap terjadi selama musim haji.
Baca juga: Daftar Barang Wajib Saat Armuzna, Jemaah Haji Jangan Sampai Salah
Fase Armuzna dikenal sebagai salah satu rangkaian paling berat dalam ibadah haji. Pada periode ini, jutaan jemaah bergerak hampir bersamaan dari Makkah menuju Arafah untuk wukuf, kemudian ke Muzdalifah untuk mabit, lalu melanjutkan perjalanan ke Mina guna melaksanakan lontar jumrah.
Pergerakan massal tersebut berlangsung di tengah suhu panas Arab Saudi yang bisa mencapai lebih dari 40 derajat Celsius pada siang hari.
Oleh karena itu, kebutuhan air minum menjadi salah satu aspek vital yang sangat diperhatikan pemerintah Saudi.
Dalam buku Manasik Haji dan Umrah karya KH Ahmad Sarwat dijelaskan bahwa menjaga kesehatan dan kecukupan cairan tubuh merupakan bagian penting dalam menjaga kemampuan fisik jemaah selama menjalankan rukun-rukun haji.
Sementara itu, dalam buku Fiqih Haji karya Syaikh Yusuf Al-Qaradawi disebutkan bahwa Islam memberikan perhatian besar terhadap kemudahan dan keselamatan jemaah dalam beribadah, termasuk penyediaan fasilitas yang membantu menjaga kondisi tubuh.
Berbeda dengan distribusi air konvensional sebelumnya, sistem baru ini dirancang lebih modern dan terintegrasi.
Titik-titik distribusi air diubah menjadi stasiun hidrasi pintar yang memungkinkan jemaah memperoleh air dingin yang telah dimurnikan secara berkelanjutan.
Infrastruktur tersebut dikembangkan oleh Kidana Development Company, perusahaan pelaksana di bawah Royal Commission for Makkah City and Holy Sites.
Pihak pengembang menyebut sistem ini bukan sekadar tempat mengambil air minum, melainkan juga bagian dari pengelolaan arus pergerakan jemaah.
Lokasi distribusi dirancang strategis agar tidak menimbulkan penumpukan massa di titik tertentu.
Dengan demikian, layanan air minum tidak hanya mendukung kebutuhan hidrasi, tetapi juga membantu menjaga kelancaran mobilitas jutaan pejalan kaki di kawasan suci.
Baca juga: Jadwal Pembagian dan Menu Makanan Jemaah Jelang Puncak Haji di Armuzna
Cuaca panas menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi jemaah saat puncak haji. Tidak sedikit jemaah mengalami dehidrasi, kelelahan, hingga stres panas akibat aktivitas fisik yang tinggi dan paparan sinar matahari langsung.
Oleh karena itu, sistem air minum pintar tersebut dirancang untuk membantu mengurangi risiko heat stress atau tekanan panas selama musim haji berlangsung.
Air yang tersedia di setiap titik disebut telah melalui proses pemurnian dengan standar kualitas dan keselamatan kesehatan yang tinggi.
Selain itu, akses air dingin yang mudah dijangkau diharapkan membantu jemaah menjaga suhu tubuh tetap stabil selama perjalanan.
Dalam sejumlah panduan kesehatan haji yang diterbitkan Kementerian Kesehatan RI, jemaah memang dianjurkan rutin minum air meski tidak merasa haus.
Langkah itu penting untuk mencegah dehidrasi yang dapat memicu gangguan kesehatan serius saat Armuzna.
Pengembangan sistem hidrasi pintar ini menunjukkan bagaimana Arab Saudi terus mendorong transformasi layanan haji berbasis teknologi dan keberlanjutan.
Beberapa tahun terakhir, pemerintah Saudi memang aktif melakukan modernisasi fasilitas haji, mulai dari pengembangan jalur pejalan kaki, pendingin udara raksasa di area Masjidil Haram, layanan bus pintar, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pengelolaan kerumunan.
Sistem air minum pintar di Armuzna menjadi salah satu proyek terbaru yang menegaskan arah pembangunan layanan haji modern yang lebih efisien dan ramah jemaah.
Kidana menyebut proyek tersebut juga dirancang untuk memastikan pasokan air tetap mengalir tanpa gangguan selama puncak haji berlangsung.
Keberlanjutan distribusi air menjadi hal penting mengingat jutaan orang berada di lokasi yang sama dalam waktu bersamaan.
Baca juga: Jadwal Pembagian dan Menu Makanan Jemaah Jelang Puncak Haji di Armuzna
Meski identik dengan pembangunan fisik dan teknologi, peningkatan layanan di kawasan suci sejatinya juga berkaitan dengan kenyamanan spiritual jemaah.
Kondisi tubuh yang sehat dan terhidrasi membantu jemaah lebih fokus menjalankan ibadah. Dalam suasana Armuzna yang sangat padat dan melelahkan, akses air minum yang mudah bisa menjadi faktor penting agar jemaah tetap tenang dan nyaman selama beribadah.
Di Arafah, misalnya, jemaah menjalani wukuf yang menjadi inti ibadah haji. Sementara di Muzdalifah dan Mina, jemaah harus menjalani rangkaian ibadah dengan mobilitas tinggi dan waktu istirahat yang terbatas.
Oleh karena itu, penyediaan fasilitas dasar seperti air minum menjadi bagian penting dalam mendukung kekhusyukan ibadah jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia.
Setiap tahun, Arab Saudi menghadapi tantangan besar dalam melayani jutaan jemaah haji dengan latar belakang bahasa, budaya, dan kondisi fisik yang berbeda-beda.
Modernisasi infrastruktur menjadi salah satu langkah utama agar pelayanan tetap berjalan optimal di tengah meningkatnya jumlah jemaah dunia.
Sistem air minum pintar di Armuzna menunjukkan bahwa layanan haji kini tidak hanya berfokus pada kapasitas, tetapi juga kualitas pengalaman jemaah.
Mulai dari kenyamanan, keselamatan, kesehatan, hingga efisiensi mobilitas menjadi perhatian penting dalam pengembangan kawasan suci.
Dengan hadirnya lebih dari 2.400 titik air minum pintar tersebut, pemerintah Saudi berharap jemaah dapat menjalankan rangkaian puncak ibadah haji dengan lebih aman, nyaman, dan fokus dalam beribadah di Tanah Suci.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang