Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Daging Dam Jemaah Haji Indonesia akan Disalurkan untuk Palestina

Kompas.com, 23 Mei 2026, 15:59 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Program pengelolaan dam atau denda haji tamattu pada musim haji 2026 tidak hanya berfokus pada tata kelola ibadah, tetapi juga membawa misi kemanusiaan internasional.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meminta sebagian besar daging dam jemaah haji Indonesia didistribusikan untuk masyarakat Palestina.

Permintaan tersebut telah disampaikan kepada pemerintah Arab Saudi dan Adahi sebagai lembaga resmi pengelola dam jemaah haji.

Baca juga: DPR Minta Pemerintah Siapkan Skenario Darurat Jelang Puncak Haji Armuzna

Kebijakan itu disebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah Indonesia terhadap kondisi kemanusiaan di Palestina.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Azhar Simanjuntak, mengatakan distribusi daging dam untuk Palestina dilakukan atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga: Modus Haji Ilegal 13 WNI Terbongkar di Kualanamu, Sempat Gagal Terbang di Soekarno-Hatta dan Batam

"Kami sudah meminta secara khusus kepada Adahi juga Pemerintah Saudi Arabia, supaya daging-daging dam ini itu didistribusikan untuk masyarakat Palestina," kata Dahnil kepada tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Jumat (22/5/2026).

Menurut Dahnil, jumlah dam jemaah haji Indonesia tahun ini yang diperkirakan akan disalurkan ke Palestina mencapai hampir 90 ribu ekor.

"Presiden berharap daging-daging dam jemaah haji Indonesia didistribusikan untuk warga Palestina yang membutuhkan," tambah Dahnil.

Selain untuk Palestina, sebagian daging dam juga direncanakan disalurkan kepada masyarakat di kawasan Timur Tengah yang membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Pembayaran Dam Haji Jalur Resmi Naik Tajam

Di sisi lain, kesadaran jemaah haji Indonesia untuk membayar dam melalui jalur resmi disebut meningkat signifikan pada musim haji tahun ini.

Berdasarkan data Kemenhaj per Jumat (22/5/2026), jumlah dam yang dibayarkan jemaah haji Indonesia mencapai 126.832 hadyu atau hewan kurban.

Rinciannya, sebanyak 90.956 jemaah membayar dam melalui Adahi di Arab Saudi, sedangkan 32.691 jemaah membayar dam di Tanah Air.

"Ada juga yang membayar damnya dengan puasa, yaitu 3.195 orang dan yang haji ifrad (tidak perlu membayar dam) 1.076 orang," kata Dahnil.

Jumlah tersebut meningkat lebih dari 1.000 persen dibandingkan musim haji sebelumnya. Pada tahun lalu, jumlah dam yang tercatat hanya sekitar 10 ribu dari total 221 ribu jemaah haji Indonesia.

Pemotongan Dam Dimulai 27 Mei 2026

Dahnil menjelaskan, proses pemotongan hewan dam jemaah haji akan dimulai pada 10 Dzulhijjah atau Rabu, 27 Mei 2026. Perwakilan Kemenhaj RI bersama awak media disebut akan menyaksikan langsung proses pemotongan di Rumah Potong Hewan (RPH) Adahi.

Ia mengatakan jemaah nantinya akan menerima notifikasi dari Adahi melalui telepon seluler sebagai tanda hewan dam telah dipotong.

Sementara itu, pelaksanaan dam yang dilakukan di Tanah Air sepenuhnya diatur masing-masing jemaah tanpa koordinasi dari pemerintah.

"Kami, tidak ikut-ikut, artinya tidak mengoordinir atau jemaah bisa memotong hewan damnya di kampungnya masing-masing," ungkapnya.

Menurut Dahnil, pendataan dam haji yang dilakukan tahun ini menjadi bagian penting dalam pembenahan tata kelola penyelenggaraan ibadah haji Indonesia.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Daging Kurban Dam Jemaah Haji Indonesia akan Didistribusikan untuk Palestina”.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kiai Cholil Nafis Ajak Jemaah Haji Doakan Indonesia saat Wukuf di Arafah
Kiai Cholil Nafis Ajak Jemaah Haji Doakan Indonesia saat Wukuf di Arafah
Aktual
Alur Lempar Jamarat Saat Puncak Haji 2026, Jemaah Wajib Tahu
Alur Lempar Jamarat Saat Puncak Haji 2026, Jemaah Wajib Tahu
Aktual
Cak Imin Minta Jemaah Jaga Kesehatan Jelang Puncak Haji di Armuzna
Cak Imin Minta Jemaah Jaga Kesehatan Jelang Puncak Haji di Armuzna
Aktual
PPIH Arab Saudi Siagakan Pos Kesehatan di Arafah dan Mina Saat Puncak Haji
PPIH Arab Saudi Siagakan Pos Kesehatan di Arafah dan Mina Saat Puncak Haji
Aktual
PPIH Arab Saudi Gelar Safari Wukuf untuk Jamaah Haji Lansia dan Sakit
PPIH Arab Saudi Gelar Safari Wukuf untuk Jamaah Haji Lansia dan Sakit
Aktual
Jamaah Asal Sidrap Tempati Tenda Maktab 60 Mina Jelang Puncak Ibadah Haji
Jamaah Asal Sidrap Tempati Tenda Maktab 60 Mina Jelang Puncak Ibadah Haji
Aktual
Tips Membuang Panas Tubuh Saat Armuzna ketika Puncak Haji
Tips Membuang Panas Tubuh Saat Armuzna ketika Puncak Haji
Aktual
Bacaan Bilal Sholat Idul Adha 2026 Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Bacaan Bilal Sholat Idul Adha 2026 Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Aktual
Matahari Tepat di Atas Ka'bah pada Hari Arafah 2026, Fenomena Langka 33 Tahunan
Matahari Tepat di Atas Ka'bah pada Hari Arafah 2026, Fenomena Langka 33 Tahunan
Aktual
Tujuh Calon Haji Asal Riau Wafat di Tanah Suci, Kemenhaj Pastikan Hak Jamaah Dipenuhi
Tujuh Calon Haji Asal Riau Wafat di Tanah Suci, Kemenhaj Pastikan Hak Jamaah Dipenuhi
Aktual
Shalat Idul Adha 2026 Mulai Jam Berapa? Cek Jadwal Lengkap dan Penjelasan MUI
Shalat Idul Adha 2026 Mulai Jam Berapa? Cek Jadwal Lengkap dan Penjelasan MUI
Aktual
Timwas Haji DPR Minta Petugas Waspadai Situasi Tak Terduga di Armuzna
Timwas Haji DPR Minta Petugas Waspadai Situasi Tak Terduga di Armuzna
Aktual
Musyrif Diny Haji Ajak Jemaah Perbanyak Doa dan Zikir Jelang Wukuf di Arafah
Musyrif Diny Haji Ajak Jemaah Perbanyak Doa dan Zikir Jelang Wukuf di Arafah
Aktual
PPIH Arab Saudi Bagikan Paket Vitamin untuk Jaga Stamina Jamaah Haji Lansia
PPIH Arab Saudi Bagikan Paket Vitamin untuk Jaga Stamina Jamaah Haji Lansia
Aktual
Takbir Idul Adha 2026 Mulai Kapan? Ini Jadwal dan Bacaan Lengkap Arab, Latin, & Arti
Takbir Idul Adha 2026 Mulai Kapan? Ini Jadwal dan Bacaan Lengkap Arab, Latin, & Arti
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com