Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jemaah Haji RI Bergerak ke Arafah Hari Ini, Kemenhaj Ingatkan 3 Hal Penting Ini

Kompas.com, 25 Mei 2026, 15:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Fase paling penting dalam rangkaian ibadah haji 2026 resmi dimulai. Seluruh jemaah haji Indonesia yang saat ini berada di Makkah mulai diberangkatkan menuju Arafah untuk menjalani puncak ibadah haji atau fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Pergerakan jemaah dilakukan secara bertahap mulai Senin, 25 Mei 2026 atau bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1447 Hijriah.

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan seluruh layanan di kawasan Armuzna telah dipersiapkan secara maksimal demi mendukung kelancaran dan kenyamanan ibadah jutaan jemaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan proses pemberangkatan jemaah dilakukan dalam beberapa gelombang untuk menghindari kepadatan dan menjaga ketertiban selama mobilisasi menuju Arafah.

“Pendorongan jemaah haji Indonesia dari hotel menuju Arafah akan mulai dilakukan bertahap. Karena itu, kami mengimbau seluruh jemaah untuk mematuhi jadwal, mengikuti arahan petugas, tidak bergerak sendiri, dan tidak terpisah dari rombongan,” ujar Maria melalui konferensi pers yang ditayangkan melalui channel YouTube Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Senin (25/5/2026).

Baca juga: Haji 2026 Tetap Dipadati Jemaah meski Timur Tengah Memanas, Lebih dari 1,5 Juta Orang Tiba di Saudi

Jemaah Bergerak ke Arafah dalam Tiga Gelombang

Maria menjelaskan, keberangkatan jemaah menuju Arafah dibagi menjadi tiga trip utama.

Gelombang pertama dimulai pukul 07.00 waktu Arab Saudi, disusul keberangkatan kedua pukul 11.30, dan gelombang terakhir pukul 16.30 waktu setempat.

Sistem bertahap ini diterapkan untuk mengurangi risiko penumpukan kendaraan dan mempermudah pengaturan jutaan jemaah yang bergerak menuju lokasi wukuf.

Sejak Minggu, 24 Mei 2026, Satuan Tugas Arafah juga telah diberangkatkan lebih awal untuk memastikan kesiapan layanan di kawasan Armuzna.

Petugas melakukan pengecekan akhir terhadap berbagai fasilitas penting, mulai dari tenda penginapan, distribusi konsumsi, transportasi bus, layanan kesehatan, bimbingan ibadah, hingga sistem perlindungan jemaah.

Menurut Maria, fase Armuzna merupakan tahap paling padat dan krusial dalam pelaksanaan ibadah haji.

“Fase Armuzna adalah tahapan paling penting dan paling padat. Karena itu, seluruh layanan harus benar-benar siap agar jemaah dapat menjalankan puncak ibadah haji dengan tertib, aman, nyaman, dan khusyuk,” lanjutnya.

Baca juga: Mengintip Fasilitas Arafah 2 Hari Sebelum Puncak Haji

Apa Itu Armuzna dalam Ibadah Haji?

Armuzna merupakan singkatan dari Arafah, Muzdalifah, dan Mina, tiga lokasi utama yang menjadi pusat pelaksanaan puncak ibadah haji.

Rangkaian ini dimulai dengan wukuf di Padang Arafah pada 9 Dzulhijjah, yang menjadi rukun paling utama dalam ibadah haji.

Rasulullah SAW bahkan menegaskan:

“Al-hajju ‘Arafah” atau “Haji itu adalah Arafah.” (HR Tirmidzi)

Dalam buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa wukuf di Arafah merupakan inti ibadah haji. Tanpa wukuf, maka ibadah haji seseorang dianggap tidak sah.

Setelah matahari terbenam di Arafah, jemaah akan bergerak menuju Muzdalifah untuk mabit atau bermalam sekaligus mengumpulkan batu kerikil yang akan digunakan untuk lempar jumrah di Mina.

Selanjutnya, jemaah melanjutkan perjalanan ke Mina untuk menjalani rangkaian lempar jumrah pada hari-hari tasyrik.

Karena jutaan orang bergerak hampir bersamaan dalam waktu yang relatif singkat, fase Armuzna menjadi tantangan terbesar dalam pengelolaan haji modern.

Persiapan yang Diimbau kepada Jemaah

Menjelang keberangkatan menuju Arafah, Kemenhaj mengingatkan seluruh jemaah agar menjaga kondisi kesehatan karena cuaca di Arab Saudi diperkirakan cukup panas saat puncak haji berlangsung.

Jemaah diminta memperbanyak istirahat, makan secara teratur, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh untuk mencegah dehidrasi.

Selain itu, Maria mengimbau jemaah hanya membawa barang-barang penting selama berada di Armuzna.

Beberapa perlengkapan yang disarankan dibawa antara lain dokumen identitas, kartu jemaah, gelang identitas, obat pribadi, masker, botol minum, perlengkapan ibadah, pakaian secukupnya, alas kaki yang nyaman, serta perlengkapan kebersihan pribadi.

“Hindari membawa koper besar, barang berat, perhiasan berlebihan, atau uang tunai dalam jumlah besar,” kata Maria.

Imbauan tersebut penting mengingat kondisi di Armuzna cukup padat sehingga mobilitas jemaah harus dibuat sesederhana mungkin.

Baca juga: Jemaah Haji Diimbau Pakai Payung, Suhu Makkah Bisa Capai 47 Derajat Celsius

Jemaah Lansia Jadi Prioritas Pengawasan

Selain soal teknis perjalanan, Kemenhaj juga menyoroti pentingnya kepedulian antarjemaah selama fase Armuzna berlangsung.

Petugas dan jemaah diminta lebih memperhatikan kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, perempuan, maupun jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.

Maria mengingatkan agar setiap jemaah tidak berjalan sendiri dan segera meminta bantuan petugas apabila mengalami kebingungan atau terpisah dari rombongan.

“Jika melihat jemaah berjalan sendiri, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera arahkan kepada petugas terdekat. Keselamatan jemaah adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, faktor kelelahan dan cuaca panas menjadi tantangan utama yang dihadapi jemaah lansia saat menjalani puncak haji.

Oleh karena itu, sistem pendampingan dan pengawasan kini diperkuat oleh pemerintah Indonesia maupun otoritas Arab Saudi.

Haji Modern dan Tantangan Mengelola Jutaan Manusia

Ibadah haji saat ini bukan hanya persoalan spiritual, tetapi juga tantangan besar dalam pengelolaan manusia dalam jumlah sangat besar.

Dalam buku The Hajj: Pilgrimage in Islam karya Eric Tagliacozzo dijelaskan bahwa haji modern menjadi salah satu mobilitas manusia terbesar di dunia yang membutuhkan koordinasi logistik, kesehatan, keamanan, dan transportasi secara sangat kompleks.

Arab Saudi sendiri terus melakukan pengembangan infrastruktur di kawasan suci untuk mendukung kelancaran ibadah.

Mulai dari perluasan tenda Mina, pembangunan jalur transportasi, pendingin udara, hingga sistem pemantauan digital diterapkan untuk meningkatkan keselamatan jemaah.

Di tengah seluruh kesiapan teknis tersebut, para ulama mengingatkan bahwa inti ibadah haji tetap terletak pada ketulusan hati dan ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT.

Dalam kitab Madarijus Salikin, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menjelaskan bahwa perjalanan haji sejatinya adalah perjalanan spiritual untuk membersihkan hati, memperkuat kesabaran, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Oleh karena itu, selain menjaga fisik, jemaah juga diimbau memperbanyak dzikir, doa, dan menjaga ketenangan hati selama menjalani puncak ibadah haji di Tanah Suci.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar