Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Musyrif Diny Haji Ajak Jemaah Perbanyak Doa dan Zikir Jelang Wukuf di Arafah

Kompas.com, 25 Mei 2026, 17:13 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Musyrif Diny Haji 2026, Asrorun Niam Sholeh, mengajak jemaah haji mempersiapkan diri secara optimal menghadapi puncak ibadah haji, khususnya wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah.

Jemaah diminta memperbanyak amalan ibadah seperti doa, zikir, dan membaca Al Quran selama berada di Arafah.

Menurutnya, Hari Arafah merupakan momentum terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memohon ampunan atas segala dosa.

Baca juga: PPIH Arab Saudi Bagikan Paket Vitamin untuk Jaga Stamina Jamaah Haji Lansia

Selain kesiapan spiritual, jemaah juga diingatkan menjaga kondisi fisik dan mematuhi pengaturan pergerakan selama fase Armuzna.

“Hari Arafah adalah hari yang mustajab di tempat yang mustajab. Sebaik-baik doa adalah doa di Hari Arafah. Gunakan waktu tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memohon ampun atas kesalahan, baik kepada Allah maupun kepada sesama,” ujar Asrorun Niam dalam keterangannya di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Baca juga: Jemaah Haji RI Bergerak ke Arafah Hari Ini, Kemenhaj Ingatkan 3 Hal Penting Ini

Jemaah Bergerak Bertahap ke Arafah pada 8 Zulhijah

Asrorun menjelaskan pada 8 Zulhijah jemaah mulai bergerak secara bertahap menuju Arafah sesuai pengaturan yang telah disiapkan Kementerian Haji dan Umrah RI.

Pengaturan keberangkatan dilakukan secara berangsur agar seluruh jemaah dapat tiba tepat waktu tanpa ada yang tertinggal.

Menurut Guru Besar Bidang Fikih tersebut, wukuf di Arafah merupakan rukun utama ibadah haji sehingga kehadiran fisik jemaah di Arafah menjadi syarat sah haji.

Karena itu, jemaah diminta menjaga kesiapan fisik dan mental selama menjalani rangkaian ibadah haji.

Skema Pergerakan Jemaah Pasca Arafah

Setelah menjalani wukuf di Arafah, jemaah akan bergerak menuju Muzdalifah untuk mabit sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina guna melaksanakan lontar jumrah Aqabah dan mabit selama dua atau tiga hari.

Asrorun mengapresiasi perbaikan skema pergerakan jemaah pasca Arafah yang dinilai lebih memperhatikan aspek keselamatan dan prinsip syariah.

Menurutnya, pengaturan tersebut sejalan dengan prinsip menjaga agama (hifzhud din) dan menjaga jiwa (hifzhun nafs).

Ia menjelaskan pergerakan jemaah dari Arafah dibagi menjadi tiga kelompok.

Kelompok pertama bergerak dari Arafah pukul 19.00 waktu Arab Saudi menuju Muzdalifah untuk mabit hingga tengah malam sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina menggunakan bus.

Kelompok kedua berangkat dari Arafah pukul 23.00 waktu Arab Saudi dan tiba di Muzdalifah setelah tengah malam sehingga mabit dilakukan di atas bus sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina.

“Ketiga, jemaah yang ada udzur syari, seperti kondisi sakit, bergerak dari Arafah langsung ke Mina. Pengaturan ini sejalan dengan prinsip kemaslahatan yang tetap berada dalam koridor ketentuan syariah,” ujar Guru Besar Bidang Fikih tersebut.

Jemaah Diminta Ikuti Jadwal Lontar Jumrah

Selain itu, Asrorun juga mengingatkan jemaah terkait waktu pelaksanaan lontar jumrah pada hari-hari tasyrik.

Ia menegaskan waktu yang sah untuk melempar jumrah dimulai setelah shalat Subuh, meskipun waktu paling afdal dilakukan setelah tergelincir matahari atau waktu Zuhur.

Namun, menurutnya, waktu tersebut biasanya sangat padat dan cuaca juga cukup panas sehingga jemaah dianjurkan mengikuti jadwal yang telah diatur maktab dan syarikah.

“Meski waktu afdal adalah setelah tergelincir matahari (zuhur), itu adalah waktu yang sangat padat dan panas. Karena itu, lebih baik mengikuti jadwal yang sudah ditetapkan oleh maktab dan syarikah demi keselamatan dan kenyamanan jamaah,” kata dia.

Asrorun juga meminta jemaah tidak memaksakan diri mengejar keutamaan waktu apabila kondisi fisik tidak memungkinkan.

“Kepatuhan pada jadwal dan pengaturan yang telah ditetapkan adalah bagian dari menjaga keselamatan jemaah sekaligus tetap dalam koridor syariat,” kata Niam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jamaah Asal Sidrap Tempati Tenda Maktab 60 Mina Jelang Puncak Ibadah Haji
Jamaah Asal Sidrap Tempati Tenda Maktab 60 Mina Jelang Puncak Ibadah Haji
Aktual
Tips Membuang Panas Tubuh Saat Armuzna ketika Puncak Haji
Tips Membuang Panas Tubuh Saat Armuzna ketika Puncak Haji
Aktual
Bacaan Bilal Sholat Idul Adha 2026 Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Bacaan Bilal Sholat Idul Adha 2026 Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Aktual
Matahari Tepat di Atas Ka'bah pada Hari Arafah 2026, Fenomena Langka 33 Tahunan
Matahari Tepat di Atas Ka'bah pada Hari Arafah 2026, Fenomena Langka 33 Tahunan
Aktual
Tujuh Calon Haji Asal Riau Wafat di Tanah Suci, Kemenhaj Pastikan Hak Jamaah Dipenuhi
Tujuh Calon Haji Asal Riau Wafat di Tanah Suci, Kemenhaj Pastikan Hak Jamaah Dipenuhi
Aktual
Shalat Idul Adha 2026 Mulai Jam Berapa? Cek Jadwal Lengkap dan Penjelasan MUI
Shalat Idul Adha 2026 Mulai Jam Berapa? Cek Jadwal Lengkap dan Penjelasan MUI
Aktual
Timwas Haji DPR Minta Petugas Waspadai Situasi Tak Terduga di Armuzna
Timwas Haji DPR Minta Petugas Waspadai Situasi Tak Terduga di Armuzna
Aktual
Musyrif Diny Haji Ajak Jemaah Perbanyak Doa dan Zikir Jelang Wukuf di Arafah
Musyrif Diny Haji Ajak Jemaah Perbanyak Doa dan Zikir Jelang Wukuf di Arafah
Aktual
PPIH Arab Saudi Bagikan Paket Vitamin untuk Jaga Stamina Jamaah Haji Lansia
PPIH Arab Saudi Bagikan Paket Vitamin untuk Jaga Stamina Jamaah Haji Lansia
Aktual
Takbir Idul Adha 2026 Mulai Kapan? Ini Jadwal dan Bacaan Lengkap Arab, Latin, & Arti
Takbir Idul Adha 2026 Mulai Kapan? Ini Jadwal dan Bacaan Lengkap Arab, Latin, & Arti
Aktual
Jemaah Haji RI Bergerak ke Arafah Hari Ini, Kemenhaj Ingatkan 3 Hal Penting Ini
Jemaah Haji RI Bergerak ke Arafah Hari Ini, Kemenhaj Ingatkan 3 Hal Penting Ini
Aktual
Tangis Jemaah Indonesia Tiba di Arafah: Kalau Bukan karena Allah, Saya Tak Bisa ke Sini
Tangis Jemaah Indonesia Tiba di Arafah: Kalau Bukan karena Allah, Saya Tak Bisa ke Sini
Aktual
Saudi Razia Besar-besaran Jelang Haji 2026, 8.943 Penduduk Ilegal Ditangkap!
Saudi Razia Besar-besaran Jelang Haji 2026, 8.943 Penduduk Ilegal Ditangkap!
Aktual
Libur Idul Adha 2026 Bisa 6 Hari, Cek Jadwal Long Weekend hingga 1 Juni!
Libur Idul Adha 2026 Bisa 6 Hari, Cek Jadwal Long Weekend hingga 1 Juni!
Aktual
Tertipu Jalur Haji Dakhili Rp300 Juta, 13 Calon Jemaah Indonesia Gagal Terbang
Tertipu Jalur Haji Dakhili Rp300 Juta, 13 Calon Jemaah Indonesia Gagal Terbang
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com