Editor
KOMPAS.com - Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi situasi tidak terduga saat puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) 1447 Hijriah.
Kepadatan jutaan jamaah dari berbagai negara dinilai menjadi tantangan utama yang harus diantisipasi secara maksimal.
Timwas juga menyoroti pentingnya kesiapan fasilitas, pengaturan pergerakan jamaah, hingga pengawasan terhadap syarikah penyedia layanan haji.
Baca juga: Musyrif Diny Haji Ajak Jemaah Perbanyak Doa dan Zikir Jelang Wukuf di Arafah
Meski pelaksanaan haji tahun ini dinilai berjalan baik, DPR meminta seluruh petugas tetap siaga selama fase Armuzna berlangsung.
Ketua Timwas Haji 2026 DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, mengatakan seluruh persiapan haji sejauh ini telah berjalan sesuai rencana.
“Kita memastikan semua persiapan haji ini sudah selesai dan mudah-mudahan puncaknya nanti di Arafah ini karena hal-hal yang tidak terduga itu pasti saja karena beribu orang, bukan masyarakat kita saja,” kata dia usai rapat dengan Kementerian Haji dan Umrah di Makkah, Minggu (24/5/2026).
Baca juga: PPIH Arab Saudi Bagikan Paket Vitamin untuk Jaga Stamina Jamaah Haji Lansia
Cucun berharap seluruh jamaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman dan kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat.
“Mudah-mudahan, mohon doanya dari semuanya agar semuanya berjalan lancar, tidak ada suatu hal yang tidak kita inginkan, dan kita berharap semua jamaah haji bisa selamat, dan semuanya diterima amal ibadahnya,” ucapnya.
Timwas Haji DPR juga mengapresiasi kesiapan petugas haji yang dinilai semakin profesional dalam memeriksa fasilitas jamaah, mulai dari kapasitas tenda hingga kelayakan tempat istirahat.
Meski begitu, menurut Cucun, berbagai dinamika di lapangan saat puncak haji tetap harus diantisipasi dengan kesiapan maksimal.
Cucun menjelaskan pengawasan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dibagi menjadi dua tahap.
Tahap pertama pengawasan di Madinah telah resmi selesai, sementara tahap berikutnya difokuskan di Makkah menjelang puncak haji.
“Kita apresiasi penyelenggaraan haji yang cukup luar biasa. Ini adalah pencapaian perdana Kementerian Haji menyelenggarakan haji di tahun ini, kita sangat apresiasi,” kata dia.
Dalam tahap pengawasan di Makkah, Timwas DPR masih mencatat sejumlah evaluasi, terutama terkait kelayakan fasilitas dan jarak pemondokan jamaah.
Catatan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan layanan haji pada musim berikutnya.
Terkait persiapan Armuzna, Timwas DPR menemukan adanya perubahan tata kelola, khususnya dalam pengawasan terhadap syarikah atau perusahaan penyedia layanan haji.
Menurut Cucun, praktik manipulasi kapasitas tenda yang sebelumnya kerap terjadi kini mulai diawasi lebih ketat.
“Dulu kita kadang-kadang dibilang oleh pemilik tenda syarikah isinya 100, padahal cuma 50. Sekarang betul-betul dicek secara ketat,” ucap Cucun.
Timwas DPR juga mengapresiasi dedikasi petugas yang melakukan pemeriksaan fasilitas Armuzna secara detail, termasuk mengecek ketersediaan kasur jamaah satu per satu.
Ke depan, DPR RI berkomitmen melakukan penghitungan ulang komponen biaya penyelenggaraan ibadah haji agar kualitas pelayanan kepada jamaah terus meningkat setiap tahun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang