KOMPAS.com - Suasana pelaksanaan sholat Idul Adha selalu menghadirkan nuansa khidmat dan penuh kekhusyukan.
Di tengah gema takbir yang berkumandang sejak malam hari, umat Islam berkumpul di masjid maupun lapangan untuk menunaikan sholat Id berjamaah.
Salah satu bagian yang kerap menarik perhatian dalam pelaksanaan sholat Idul Adha adalah suara bilal yang mengumandangkan seruan sebelum sholat dimulai hingga menjelang khutbah.
Meski bukan termasuk rukun sholat, bacaan bilal Idul Adha telah menjadi tradisi yang hidup di banyak masjid dan pesantren di Indonesia, khususnya dalam tradisi Nahdlatul Ulama (NU).
Seruan tersebut berisi ajakan melaksanakan sholat Id, doa, sholawat, hingga pengingat agar jamaah mendengarkan khutbah dengan khusyuk.
Lalu, bagaimana teks bacaan bilal Idul Adha lengkap dalam tulisan Arab, latin, dan artinya? Berikut ulasan lengkapnya.
Dalam pelaksanaan sholat Idul Adha, tidak ada adzan maupun iqamah sebagaimana sholat wajib lima waktu.
Sebagai gantinya, bilal biasanya mengucapkan seruan tertentu atau disebut tarqiyyah untuk mengingatkan jamaah bahwa sholat Id akan segera dimulai.
Tradisi ini banyak dipraktikkan di Indonesia dan memiliki dasar dalam literatur fikih klasik.
Dalam Kumpulan Doa, Dzikir dan Sholawat Al-Khoirot karya A. Fatih Syuhud dijelaskan bahwa bilal biasanya melantunkan seruan khusus sebelum dan sesudah sholat Id.
Seruan tersebut bukan adzan, melainkan ajakan kepada jamaah untuk bersiap mengikuti sholat sunnah Idul Adha secara berjamaah.
Baca juga: Takbir Idul Adha 2026 Mulai Kapan? Ini Jadwal dan Bacaan Lengkap Arab, Latin, & Arti
Ketika imam telah hadir dan jamaah mulai bersiap, bilal mengumandangkan seruan berikut:
الصَّلَاةَ سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ صَلَاةً جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ
الصَّلَاةَ سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ صَلَاةً جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ
الصَّلَاةَ سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى جَامِعَةً لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
Latin:
Ash-shalaatu sunnatan li’iidil adhaa rak’ataini shalaatan jaami’atan rahimakumullaah.
Ash-shalaatu sunnatan li’iidil adhaa rak’ataini shalaatan jaami’atan rahimakumullaah.
Ash-shalaatu sunnatan li’iidil adhaa jaami’atan laa ilaaha illallaah.
Artinya: “Marilah melaksanakan sholat sunnah Idul Adha dua rakaat secara berjamaah. Semoga Allah merahmati kalian.”
Kalimat tersebut biasanya dikumandangkan dengan suara lantang agar jamaah segera merapatkan saf dan bersiap mengikuti sholat.
Setelah sholat selesai dan sebelum khutbah dimulai, bilal kembali membacakan seruan kepada jamaah.
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، إِعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمُ عِيْدِ الْأَضْحَى وَيَوْمُ السُّرُوْرِ وَيَوْمُ الْمَغْفُوْرِ، أَحَلَّ اللهُ لَكُمْ فِيْهِ الطَّعَامَ، وَحَرَّمَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامَ، إِذَا صَعِدَ الْخَطِيْبُ عَلَى الْمِنْبَرِ أَنْصِتُوْا أَثَابَكُمُ اللهُ، وَاسْمَعُوْا أَجَارَكُمُ اللهُ، وَأَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ الله
Latin:
Ma’aasyiral muslimiina wa zumratal mu’miniina rahimakumullaah, i’lamuu anna yaumakum haadzaa yaumu ‘iidil adhaa wa yaumus suruuri wa yaumul maghfuuri.
Ahalallaahu lakum fiihith tha’aama wa harrama ‘alaikumush shiyaama.
Idzaa sha’idal khathiibu ‘alal minbari anshituu atsaabakumullaahu wasma’uu ajaarakumullaahu wa athii’uu rahimakumullaah.
Artinya: “Wahai kaum muslimin dan mukminin, semoga Allah merahmati kalian. Ketahuilah bahwa hari ini adalah Hari Raya Idul Adha, hari kebahagiaan dan hari pengampunan.”
“Allah menghalalkan makan bagi kalian pada hari ini dan mengharamkan puasa.”
“Jika khatib telah naik mimbar maka dengarkanlah khutbah dengan baik, semoga Allah memberi pahala dan rahmat kepada kalian.”
Seruan ini menjadi pengingat agar jamaah tetap tertib dan tidak meninggalkan tempat sebelum khutbah selesai.
Baca juga: Libur Idul Adha 2026 Bisa 6 Hari, Cek Jadwal Long Weekend hingga 1 Juni!
Sebelum khutbah dimulai, bilal biasanya melantunkan sholawat dan doa untuk kaum Muslimin.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
اللَّهُمَّ قَوِّ الْإِسْلَامَ وَالْإِيْمَانَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
وَانْصُرْهُمْ عَلَى مُعَانِدِ الدِّيْنِ، رَبِّ اخْتِمْ لَنَا مِنْكَ بِالْخَيْرِ، وَيَا خَيْرَ النَّاصِرِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Latin:
Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad.
Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammad.
Allahumma shalli wa sallim ‘alaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammad wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad.
Allahumma qawwil islaama wal iimaana minal muslimiina wal muslimaat wal mu’miniina wal mu’minaat al-ahyaa-i minhum wal amwaat.
Wanshurhum ‘alaa mu’aanidid diin. Rabbikhtim lanaa minka bil khair wa yaa khairan naashiriin birahmatika yaa arhamar raahimiin.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.”
“Ya Allah, kuatkan Islam dan iman kaum Muslimin dan Mukminin, baik laki-laki maupun perempuan, yang masih hidup maupun yang telah wafat.”
“Akhirilah hidup kami dengan kebaikan dan limpahkan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Penyayang.”
Dalam hadis riwayat Shahih Muslim dijelaskan bahwa Rasulullah SAW melaksanakan sholat Id tanpa adzan maupun iqamah.
Oleh karena itu, para ulama sepakat bahwa sholat Id tidak didahului adzan sebagaimana sholat wajib.
Keterangan serupa dijelaskan dalam Fiqih Sunnah bahwa cukup menggunakan seruan untuk mengumpulkan jamaah tanpa lafaz adzan.
Tradisi bilal di Indonesia kemudian berkembang sebagai bentuk pemberitahuan dan pengingat kepada jamaah sebelum khutbah dimulai.
Baca juga: Khutbah Idul Adha 2026 Menyentuh Hati tentang Mengorbankan Ego demi Rida Allah SWT
Selain melaksanakan sholat Id, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amalan sunnah pada Hari Raya Kurban.
Menurut Majelis Ulama Indonesia, beberapa amalan yang dianjurkan saat Idul Adha antara lain:
Dalam Lathaif Al-Ma’arif dijelaskan bahwa hari-hari Idul Adha merupakan momen terbaik memperbanyak zikir dan amal saleh.
Tradisi bilal saat sholat Id telah lama menjadi bagian dari budaya Islam Nusantara.
Di berbagai daerah, suara bilal yang khas sering menghadirkan suasana haru sekaligus khidmat menjelang khutbah dimulai.
Bagi sebagian jamaah, bacaan bilal bahkan menjadi penanda bahwa Hari Raya Idul Adha benar-benar telah tiba.
Meski lafaznya bisa berbeda di beberapa daerah atau pesantren, inti seruannya tetap sama, yaitu mengajak umat Islam memuliakan hari raya dengan ibadah dan mendengarkan khutbah dengan baik.
Oleh karena itu, memahami bacaan bilal Idul Adha tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membantu umat Islam lebih menghayati makna spiritual di balik pelaksanaan sholat hari raya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang