Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Seorang Jemaah Haji Embarkasi Banjarmasin Wafat Saat Wukuf di Padang Arafah

Kompas.com, 26 Mei 2026, 23:52 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Puncak ibadah haji di Padang Arafah menjadi momen paling penting bagi seluruh jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Di tengah cuaca panas ekstrem dan kepadatan aktivitas ibadah, kondisi kesehatan jemaah menjadi perhatian utama petugas haji.

Kabar duka pun datang dari rombongan jemaah haji Embarkasi Banjarmasin, Kalimantan Selatan, saat pelaksanaan wukuf di Arafah.

Baca juga: Seorang Jemaah Haji Asal Batang Wafat di Arafah Saat Persiapan Wukuf

Seorang jemaah dilaporkan meninggal dunia setelah sempat mengalami gangguan kesehatan dan mendapat perawatan medis.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banjarmasin, H Eddy Khairani, membenarkan kabar wafatnya satu jemaah asal Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, atas nama Maniah Abdullah Ibai (64).

Baca juga: Seorang Jemaah Haji Asal Ciamis Wafat di Arafah Jelang Puncak Ibadah Haji

Jemaah yang tergabung dalam Kloter 05 Embarkasi Banjarmasin tersebut meninggal dunia saat menjalankan rukun haji wukuf di Padang Arafah pada Senin, 25 Mei 2026 sekitar pukul 13.25 Waktu Arab Saudi.

"Kemarin pada pukul 20.05 WiTA, kami menerima konfirmasi kebenaran berita duka tersebut. Atas nama seluruh keluarga besar Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Selatan dan PPIH Embarkasi Banjarmasin, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Maniah Abdullah Ibai, jamaah asal Kotawaringin Barat," ujarnya di Banjarbaru, Selasa (26/5/2026).

Almarhumah Sempat Dirawat Sebelum Wukuf di Arafah

Petugas Kesehatan Kloter 05 Embarkasi Banjarmasin, dr. Tania, menjelaskan almarhumah sempat mengalami gangguan kesehatan sebelum memasuki fase Armuzna.

Menurutnya, almarhumah awalnya mengeluhkan sesak napas dengan saturasi oksigen 85 persen tanpa bantuan oksigen serta mengalami penurunan nafsu makan.

Almarhumah kemudian dirujuk ke RS Al Noor dan menjalani perawatan selama lima hari sebelum dinyatakan boleh kembali ke kloter.

Saat perjalanan menuju Arafah, kondisi almarhumah disebut stabil. Namun setibanya di Arafah, kondisinya kembali menurun karena mengalami sesak napas dan langsung dibawa ke klinik Arafah.

"Di klinik dilakukan tindakan pemasangan infus dan pemberian obat-obatan, namun Allah berkehendak lain. Beliau meninggal dunia dengan sebab cardiac arrest, distress napas dan pneumonia,” jelas dr. Tania dalam keterangannya.

PPIH Ingatkan Jemaah Jaga Kebutuhan Cairan untuk Hindari Dehidrasi

Menyikapi peristiwa tersebut, Eddy Khairani mengingatkan seluruh petugas kloter agar terus mengedukasi jemaah untuk mencukupi kebutuhan cairan selama berada di Tanah Suci.

Ia mengatakan masih banyak jemaah yang mengurangi konsumsi air minum karena khawatir terlalu sering buang air kecil.

“Memang rata-rata jamaah takut minum banyak air dengan alasan agar tidak sering buang air kecil. Namun, karena alasan tersebut, ada di antara jamaah yang mengalami dehidrasi, yang dapat memicu kambuhnya penyakit yang sebelumnya pernah dialami (komorbid),” katanya.

Menurutnya, dehidrasi menjadi salah satu risiko yang perlu diwaspadai, terutama di tengah suhu panas ekstrem selama pelaksanaan puncak ibadah haji.

Dua Jemaah Embarkasi Banjarmasin Wafat di Tanah Suci

Sebelumnya, jemaah asal Seruyan, Kalimantan Tengah, Muhammad Darmawan (66), juga meninggal dunia pada 15 Mei 2026 akibat syok kardiogenik.

Dengan wafatnya Maniah Abdullah Ibai, jumlah jemaah haji asal Embarkasi Banjarmasin yang meninggal dunia di Tanah Suci menjadi dua orang.

Pada musim haji 2026, Embarkasi Banjarmasin memberangkatkan total 19 kloter yang terdiri atas 14 kloter asal Kalimantan Selatan dan lima kloter asal Kalimantan Tengah dengan jumlah keseluruhan 6.804 jemaah.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar