Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menikmati Daging Kurban Idul Adha Tanpa Khawatir Kolesterol

Kompas.com, 27 Mei 2026, 09:42 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Hari Raya Idul Adha identik dengan berbagai hidangan berbahan daging sapi dan kambing hasil kurban.

Di banyak keluarga, aneka olahan seperti sate, gulai, rendang, hingga tongseng menjadi menu utama selama perayaan berlangsung.

Namun, konsumsi daging secara berlebihan juga berisiko memicu masalah kesehatan, terutama bagi penderita kolesterol tinggi, hipertensi, dan gangguan pencernaan.

Baca juga: 7 Ide Pembungkus Daging Kurban Selain Kantong Plastik, Pilihan yang Lebih Ramah Lingkungan

Karena itu, penting menerapkan pola konsumsi daging kurban yang sehat agar tetap bisa menikmati hidangan Idul Adha tanpa mengganggu kondisi tubuh.

Mengatur porsi makan, memilih teknik memasak yang tepat, hingga menyeimbangkan asupan nutrisi menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan selama perayaan Idul Adha.

Baca juga: Daging Kurban Disimpan Lebih dari 3 Hari, Apakah Dilarang Islam? Ini Hukumnya

Tips Menikmati Daging Kurban Idul Adha yang Aman

Dilansir dari Antara, berikut cara menikmati daging kurban Idul Adha agar tetap sehat, lezat, dan aman bagi penderita kolesterol tinggi.

1. Sesuaikan Porsi Daging dengan Kebutuhan

Mengonsumsi daging kurban sebaiknya tidak berlebihan dalam satu kali makan.

Porsi makan perlu disesuaikan dengan kebutuhan gizi harian agar asupan protein, lemak, dan kalori tetap seimbang.

Dengan pengaturan porsi yang tepat, tubuh tetap dapat menikmati manfaat protein hewani tanpa membebani metabolisme.

2. Buang Lemak Berlebih Sebelum Dimasak

Sebelum diolah, bagian lemak berlebih pada daging sebaiknya dipisahkan terlebih dahulu.

Cara ini membantu mengurangi asupan lemak jenuh yang dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi dan gangguan kesehatan jantung.

Memilih potongan daging yang lebih minim lemak juga menjadi alternatif lebih sehat.

3. Pilih Teknik Memasak yang Lebih Sehat

Metode memasak sangat memengaruhi kandungan lemak dan kalori dalam makanan.

Pengolahan seperti merebus, mengukus, atau memanggang dengan sedikit minyak dinilai lebih sehat dibanding menggoreng berlebihan.

Selain menjaga rasa, teknik memasak tersebut juga membantu mengurangi kadar lemak tambahan pada hidangan.

4. Lengkapi dengan Karbohidrat Kompleks

Selain protein dari daging, tubuh juga membutuhkan sumber energi dari karbohidrat sehat.

Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, kentang rebus, atau roti gandum dapat membantu menjaga rasa kenyang lebih lama sekaligus mendukung keseimbangan nutrisi.

5. Kurangi Garam dan Lemak Jenuh

Penggunaan garam dan santan berlebihan saat memasak daging kurban sebaiknya dibatasi.

Asupan garam yang terlalu tinggi dapat memengaruhi tekanan darah, sedangkan lemak jenuh berisiko meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Karena itu, penggunaan bumbu dan bahan tambahan perlu disesuaikan agar tetap sehat.

6. Pastikan Tubuh Tetap Terhidrasi

Setelah mengonsumsi makanan tinggi protein, kebutuhan cairan tubuh juga harus tetap terpenuhi.

Minum air putih yang cukup membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mendukung fungsi organ tetap optimal.

Kebiasaan ini juga membantu proses metabolisme setelah menyantap hidangan daging.

7. Tambahkan Sayur dan Buah Segar dalam Menu

Sajian daging kurban sebaiknya dilengkapi dengan sayuran dan buah-buahan segar.

Sayuran seperti bayam, wortel, kubis, dan brokoli mengandung serat serta vitamin yang baik untuk pencernaan.

Sementara buah seperti pepaya dan apel membantu melengkapi kebutuhan nutrisi sekaligus menjaga sistem pencernaan tetap lancar.

8. Batasi Frekuensi Konsumsi Daging

Selain memperhatikan porsi makan, frekuensi konsumsi daging juga perlu dijaga.

Mengonsumsi daging terus-menerus dalam setiap waktu makan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan tertentu.

Karena itu, menu berbasis nabati dapat menjadi selingan agar pola makan lebih bervariasi dan seimbang.

9. Imbangi dengan Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik tetap penting dilakukan setelah menikmati berbagai olahan daging selama Idul Adha.

Olahraga ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, atau senam membantu proses metabolisme dan menjaga berat badan tetap ideal.

Aktivitas fisik juga membantu tubuh membakar kalori lebih optimal.

10. Sesuaikan dengan Kondisi Kesehatan

Bagi penderita kolesterol tinggi, hipertensi, maupun penyakit tertentu, konsumsi daging perlu lebih diperhatikan.

Pemilihan jenis daging, jumlah konsumsi, dan cara pengolahan harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Jika diperlukan, konsultasi dengan tenaga medis atau ahli gizi dapat membantu menentukan pola konsumsi daging yang lebih aman selama Idul Adha.

Tips menikmati daging kurban Idul Adha agar tetap sehat, lezat, dan aman bagi penderita kolesterol tinggi. Ilustrasi ini dibuat dengan AI. Tips menikmati daging kurban Idul Adha agar tetap sehat, lezat, dan aman bagi penderita kolesterol tinggi.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar