Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Golongan yang Berhak Menerima Daging Kurban Menurut Syariat Islam

Kompas.com, 19 Mei 2026, 16:25 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Ibadah kurban menjadi salah satu amalan utama yang dijalankan umat Islam saat Hari Raya Idul Adha dan hari tasyrik.

Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, kurban juga memiliki nilai sosial melalui pembagian daging kepada masyarakat yang berhak menerima.

Karena itu, pembagian daging kurban harus dilakukan sesuai ketentuan syariat agar ibadah berjalan sah dan tepat sasaran.

Pemahaman mengenai golongan penerima daging kurban penting diketahui agar manfaat kurban dapat dirasakan secara merata.

Baca juga: 7 Ide Pembungkus Daging Kurban Selain Kantong Plastik, Pilihan yang Lebih Ramah Lingkungan

5 Golongan yang Berhak Menerima Daging Kurban

Merujuk pada syariat Islam dan pendapat para ulama, terdapat lima golongan utama yang berhak menerima daging kurban.

Baca juga: Bagaimana Pembagian Daging Kurban Sapi 7 Orang, Berapa Kg per Bagian?

1. Fakir dan miskin

Fakir dan miskin merupakan golongan yang paling diprioritaskan dalam pembagian daging kurban. Mereka adalah orang-orang yang tidak memiliki penghasilan atau belum mampu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Pemberian daging kurban kepada golongan ini menjadi bentuk kepedulian sosial yang sangat dianjurkan dalam Islam sekaligus membantu mereka merasakan kebahagiaan Idul Adha.

2. Kerabat dan tetangga

Islam mengajarkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan keluarga dan lingkungan sekitar. Karena itu, kerabat dan tetangga, terutama yang hidup dalam keterbatasan, termasuk golongan yang berhak menerima daging kurban.

Pembagian ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

3. Musafir yang kehabisan bekal

Musafir atau orang yang sedang dalam perjalanan dan mengalami kesulitan juga termasuk golongan penerima daging kurban. Meski di daerah asalnya tergolong mampu, mereka tetap berhak menerima bantuan ketika mengalami kekurangan selama perjalanan.

Dalam syariat Islam, golongan ini termasuk mustahiq atau pihak yang berhak menerima bantuan.

4. Amil atau panitia kurban

Panitia atau petugas yang membantu pelaksanaan kurban secara sukarela diperbolehkan menerima daging kurban. Pemberian tersebut menjadi bentuk apresiasi atas tenaga dan waktu yang mereka curahkan selama proses penyembelihan hingga distribusi.

Namun, daging kurban tidak boleh dijadikan sebagai upah penyembelih atau bayaran kerja.

5. Diri sendiri dan keluarga

Orang yang berkurban juga diperbolehkan mengonsumsi sebagian daging kurbannya bersama keluarga. Meski demikian, Islam menganjurkan agar pembagian tetap mengutamakan masyarakat yang membutuhkan dan tidak dikonsumsi secara berlebihan.

Tujuan Sosial dan Spiritualitas Ibadah Kurban

Kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi juga bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 36:

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”

Selain memiliki nilai spiritual, kurban juga bertujuan memperkuat solidaritas sosial dan berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang membutuhkan.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa daging kurban sebaiknya dibagi menjadi tiga bagian, yakni untuk diri sendiri, kerabat, dan fakir miskin.

Ketentuan Pembagian Daging Kurban

Secara umum, pembagian daging kurban dalam Islam dianjurkan menjadi tiga bagian, yaitu:

  • Sepertiga untuk keluarga yang berkurban,
  • Sepertiga untuk kerabat dan sahabat,
  • Sepertiga untuk fakir miskin.

Pembagian tersebut bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan selama prioritas tetap diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, dalam kurban nazar atau kurban karena janji, seluruh daging wajib disedekahkan kepada mustahiq dan tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang bernazar.

Islam juga melarang menjual daging kurban maupun memberikannya sebagai upah penyembelih. Sebagaimana disebut dalam hadis sahih:

“Siapa yang menyembelih hewan kurban, maka jangan ia memberikan bagian dari dagingnya kepada penyembelih sebagai upah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Selain itu, pembagian daging kurban harus dilakukan dalam kondisi layak konsumsi sebagai bentuk penghormatan kepada penerima dan menjaga nilai ibadah kurban itu sendiri.

Lima golongan berhak menerima daging kurban menurut syariat Islam, mulai fakir miskin hingga panitia kurban.Ilustrasi ini dibuat dengan AI. Lima golongan berhak menerima daging kurban menurut syariat Islam, mulai fakir miskin hingga panitia kurban.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar