Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gus Kafa Ajak Jemaah Haji 2026 Perkuat Zikir & Shalawat Jelang Armuzna

Kompas.com, 19 Mei 2026, 15:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menjelang fase puncak ibadah haji 1447 Hijriah, jemaah haji Indonesia diimbau untuk tidak hanya mempersiapkan kondisi fisik, tetapi juga memperkuat kesiapan spiritual sebelum memasuki rangkaian Armuzna di Tanah Suci.

Fase Armuzna yang meliputi Arafah, Muzdalifah, dan Mina dikenal sebagai inti perjalanan ibadah haji.

Pada momen inilah jutaan jemaah dari berbagai negara berkumpul dalam satu waktu untuk menjalankan rangkaian ritual utama haji yang sarat makna spiritual.

Oleh karena itu, pemerintah melalui para pembimbing ibadah dan Musyrif Dini terus mengingatkan pentingnya memperbanyak doa, zikir, istighfar, dan shalawat menjelang puncak haji.

Baca juga: Kamar Haji Ramah Lansia di Makkah, Ada Pegangan Khusus dan Akses Kursi Roda

Dilansir dari laman resmi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, pesan tersebut disampaikan Musyrif Dini KH Abdullah Kafabihi dalam kajian bertajuk Fadhail Amaliyah Masyair Muqaddasah di Musala Kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah, Senin (18/5/2026) malam.

Dalam kajian tersebut, Gus Kafa, sapaan akrab KH Abdullah Kafabihi mengajak jemaah memanfaatkan momentum di masyair muqaddasah sebagai waktu terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Baca juga: Tim Amirul Hajj Hasyim Asyari Tiba di Arab Saudi, Siap Kawal Haji dan Jalankan Diplomasi

Armuzna Jadi Inti Perjalanan Spiritual Haji

Dalam ibadah haji, fase Armuzna bukan sekadar perpindahan lokasi dari satu tempat ke tempat lain.

Armuzna merupakan rangkaian ibadah utama yang menjadi puncak seluruh proses haji. Armuzna sendiri merupakan singkatan dari Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Pada 9 Dzulhijjah, seluruh jemaah wajib melaksanakan wukuf di Arafah yang menjadi rukun paling utama dalam ibadah haji.

Dalam hadis Nabi Muhammad SAW disebutkan:

“Al-hajju ‘Arafah.”

Artinya: “Haji itu adalah Arafah.”

Hadis tersebut menunjukkan bahwa wukuf di Arafah menjadi inti legalitas ibadah haji seseorang.

KH Abdullah Kafabihi menegaskan bahwa momentum wukuf harus benar-benar dimanfaatkan jemaah untuk memperbanyak doa dan ibadah.

“Arafah pada 9 Zulhijah merupakan inti pelaksanaan ibadah haji sebagaimana sabda Nabi SAW, ‘Al-hajju Arafah’,” ujar Gus Kafa.

Dalam buku Fiqih Haji dan Umrah karya Syaikh Yusuf Al-Qaradawi dijelaskan bahwa wukuf di Arafah merupakan momentum paling agung dalam haji karena menjadi saat ketika jutaan umat Islam berkumpul dalam keadaan penuh kerendahan di hadapan Allah SWT.

Menurut Al-Qaradawi, Arafah bukan hanya ritual fisik, tetapi juga momentum perenungan, taubat, dan penghambaan diri secara total.

Keutamaan Doa di Masyair Muqaddasah

Selain Arafah, jemaah juga akan menjalani mabit di Muzdalifah dan Mina serta melaksanakan lempar jumrah selama hari-hari tasyrik.

Setiap lokasi tersebut memiliki nilai spiritual yang besar dalam tradisi ibadah haji.

Dalam kajiannya, Gus Kafa menjelaskan bahwa seluruh titik di masyair muqaddasah merupakan tempat-tempat yang memiliki keutamaan tersendiri dan menjadi waktu mustajab untuk berdoa.

“Momentum di masyair muqaddasah merupakan kesempatan penting bagi jemaah untuk memperbanyak doa, zikir, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” jelasnya.

Dalam buku Manasik Haji dan Umrah karya KH Ahmad Sarwat dijelaskan bahwa Arafah, Muzdalifah, dan Mina bukan hanya lokasi ritual, tetapi simbol perjalanan spiritual manusia menuju ketakwaan.

Arafah menjadi simbol penghambaan dan pengakuan dosa, Muzdalifah melambangkan ketenangan dan pengumpulan bekal spiritual, sedangkan Mina menjadi simbol perjuangan melawan hawa nafsu melalui prosesi lempar jumrah.

Oleh karena itu, para ulama menganjurkan agar jemaah memperbanyak ibadah hati selama berada di lokasi-lokasi tersebut.

Baca juga: Jemaah Haji Diajak Doakan Presiden Prabowo Jadi Pemimpin Adil dan Bijaksana

Shalawat 1.000 Kali Jadi Amalan yang Dianjurkan

Sebagai bentuk penguatan spiritual bagi jemaah, Gus Kafa juga memberikan ijazah amalan berupa pembacaan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak 1.000 kali setiap hari selama pelaksanaan ibadah haji.

Menurutnya, amalan tersebut dapat membantu menjaga ketenangan hati jemaah di tengah beratnya aktivitas fisik selama Armuzna.

“Saya menganjurkan jemaah untuk mendawamkan pembacaan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak 1.000 kali setiap hari selama pelaksanaan ibadah haji,” ujarnya.

Dalam kitab Dalailul Khairat karya Imam Al-Jazuli dijelaskan bahwa memperbanyak shalawat merupakan salah satu amalan yang memiliki keutamaan besar karena menjadi bentuk cinta kepada Rasulullah SAW.

Sementara Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Jala’ul Afham menyebutkan bahwa shalawat dapat menjadi sebab ketenangan hati, penghapus kegelisahan, dan pembuka keberkahan dalam hidup seorang muslim.

Di tengah kondisi fisik yang melelahkan selama musim haji, amalan shalawat dinilai dapat menjadi penguat mental dan spiritual bagi jemaah.

Menjaga Fokus Ibadah di Tengah Kepadatan Haji

Fase Armuzna dikenal sebagai periode paling padat selama musim haji. Jutaan jemaah bergerak hampir bersamaan menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina dalam cuaca panas ekstrem yang dapat mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.

Kondisi tersebut sering kali membuat jemaah mengalami kelelahan fisik, dehidrasi, bahkan stres akibat kepadatan manusia.

Oleh karena itu, para pembimbing ibadah mengingatkan agar jemaah tidak terlalu disibukkan dengan aktivitas yang menguras tenaga di luar kebutuhan utama ibadah.

Dalam buku Kesehatan Haji terbitan Kementerian Kesehatan RI dijelaskan bahwa menjaga kestabilan fisik dan mental menjadi faktor penting agar jemaah mampu menjalani Armuzna dengan baik.

Selain menjaga kesehatan tubuh, kestabilan spiritual juga dinilai penting agar jemaah dapat tetap khusyuk di tengah situasi yang padat dan melelahkan.

Baca juga: PPIH Bentuk Timsus Mina, Bantu Jemaah Haji Lansia dan Sakit saat Puncak Haji

Doa dan Zikir Jadi Bekal Utama di Tanah Suci

Bagi banyak jemaah, perjalanan haji bukan hanya perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi juga perjalanan ruhani untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Karena itu, momentum di Arafah, Muzdalifah, dan Mina dipandang sebagai kesempatan yang sangat berharga dan belum tentu terulang kembali dalam hidup seseorang.

Para ulama menyebut bahwa hari-hari di Tanah Suci, khususnya saat Armuzna, termasuk waktu terbaik untuk memperbanyak istighfar, doa, membaca Al-Qur’an, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.

Dalam kitab Lathaif Al-Ma’arif karya Ibnu Rajab Al-Hanbali dijelaskan bahwa sepuluh hari pertama Dzulhijjah merupakan musim ibadah yang paling dicintai Allah SWT.

Oleh karena itu, jemaah dianjurkan mengisi hari-hari tersebut dengan amal saleh sebanyak mungkin.

Menyambut Puncak Haji dengan Hati yang Tenang

Menjelang puncak haji 2026, penguatan spiritual menjadi bagian penting yang terus diingatkan kepada jemaah Indonesia.

Di tengah persiapan logistik, layanan kesehatan, dan mobilitas jutaan manusia di Tanah Suci, ketenangan hati dan kekuatan ibadah tetap menjadi bekal utama dalam menjalani Armuzna.

Melalui doa, zikir, dan shalawat, jemaah diharapkan dapat menjalani puncak ibadah haji dengan lebih khusyuk, tenang, dan penuh makna spiritual hingga kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar