Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ribuan Jamaah Padati Jabal Al-Rahmah, Lautan Doa Menggema di Arafah

Kompas.com, 27 Mei 2026, 15:14 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Di tengah hamparan Padang Arafah yang luas dan diselimuti terik matahari Arab Saudi, ribuan peziarah tampak berjalan perlahan menuju sebuah bukit batu yang sarat sejarah spiritual.

Tempat itu adalah Jabal Al-Rahmah, lokasi yang setiap tahun menjadi pusat perhatian jutaan umat Muslim saat puncak ibadah haji berlangsung.

Sejak fajar Hari Arafah, suasana di sekitar bukit tersebut dipenuhi gema talbiyah, lantunan ayat suci Al-Qur’an, serta doa-doa yang dipanjatkan dalam berbagai bahasa.

Para jamaah datang dengan langkah penuh harap, memohon ampunan, ketenangan hidup, hingga keberkahan bagi keluarga mereka di tanah air.

Dilansir dari Saudi Gazette, arus pergerakan peziarah menuju Jabal Al-Rahmah berlangsung tertib berkat sistem operasional lapangan terpadu yang diterapkan otoritas Arab Saudi.

Jalur pejalan kaki, layanan kesehatan, titik bantuan kemanusiaan, hingga petugas panduan disiagakan selama 24 jam demi memastikan kenyamanan jamaah.

Baca juga: Dari Arafah, Jemaah Haji Lanjutkan Rangkaian Puncak Haji di Muzdalifah dan Mina

Bukit Penuh Jejak Sejarah dan Spiritualitas

Jabal Al-Rahmah bukan sekadar bukit batu di tengah Padang Arafah. Dalam tradisi Islam, tempat ini diyakini memiliki keterkaitan dengan pertemuan Nabi Adam AS dan Siti Hawa setelah keduanya diturunkan ke bumi. Karena itulah, bukit ini dikenal sebagai “Gunung Kasih Sayang” atau Gunung Rahmat.

Di puncaknya berdiri sebuah tugu putih yang menjadi penanda lokasi paling dikenal di kawasan Arafah.

Meski tidak ada kewajiban syariat untuk mendaki bukit tersebut, banyak jamaah memilih datang dan berdoa di sekitarnya karena nilai spiritual yang begitu kuat.

Dalam buku Ensiklopedia Haji dan Umrah karya Agus Hikmat Syaf, disebutkan bahwa Arafah merupakan simbol penghambaan total manusia kepada Allah SWT.

Seluruh jamaah haji berkumpul tanpa memandang status sosial, bangsa, maupun bahasa. Semua mengenakan pakaian ihram yang sama sebagai lambang kesetaraan di hadapan Sang Pencipta.

Sementara itu, dalam kitab Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa wukuf di Arafah adalah inti ibadah haji. Rasulullah SAW bahkan menegaskan:

“Al-hajju Arafah”
“Haji itu adalah Arafah.”

Hadis tersebut menunjukkan betapa pentingnya momentum wukuf bagi umat Islam yang menunaikan rukun Islam kelima.

Baca juga: Puncak Ibadah Haji 2026 di Arafah, Lebih dari 1,5 Juta Jemaah Larut dalam Doa dan Munajat

Lautan Doa dari Berbagai Penjuru Dunia

Menjelang siang, suasana di sekitar Jabal Al-Rahmah berubah semakin khusyuk. Ribuan jamaah duduk bersila di atas sajadah, ada yang menengadahkan tangan sambil menangis, ada pula yang membaca Al-Qur’an dengan suara lirih.

Bahasa yang terdengar pun beragam. Dari Arab, Indonesia, Turki, Urdu, hingga bahasa-bahasa Afrika, semuanya menyatu dalam satu tujuan yang sama: memohon rahmat Allah SWT.

Momen inilah yang sering disebut sebagai gambaran miniatur Padang Mahsyar. Seluruh manusia berkumpul dalam keadaan sederhana, berharap ampunan dan pertolongan dari Tuhan mereka.

Dalam buku Rahasia Haji dan Umrah karya Muhammad Syukri Albani Nasution dijelaskan bahwa Hari Arafah merupakan salah satu waktu paling mustajab untuk berdoa.

Rasulullah SAW menyebut tidak ada hari ketika Allah membebaskan lebih banyak hamba dari api neraka selain Hari Arafah.

Oleh karena itu, banyak jamaah memanfaatkan waktu sejak tergelincir matahari hingga magrib untuk memperbanyak istigfar, dzikir, dan doa pribadi.

Teknologi dan Layanan Modern di Tengah Ibadah Suci

Pemerintah Arab Saudi tahun ini juga memperkuat sistem layanan di kawasan Arafah. Berbagai fasilitas modern diterapkan untuk menjaga kelancaran arus jamaah.

Petugas keamanan tampak berjaga di titik-titik strategis, sementara tim kesehatan siaga membantu jamaah yang mengalami kelelahan akibat suhu ekstrem. Jalur pedestrian diperluas agar pergerakan menuju Jabal Al-Rahmah lebih lancar.

Selain itu, sejumlah papan digital multibahasa dipasang untuk membantu jamaah memahami arah dan prosedur keselamatan. Layanan air minum, kabut pendingin, hingga ambulans bergerak turut disediakan di sekitar area wukuf.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menegaskan bahwa seluruh sistem tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman ibadah yang aman dan nyaman bagi para tamu Allah.

Baca juga: Otoritas Arab Saudi Imbau Jemaah di Arafah Tetap di Dalam Tenda Saat Cuaca Panas Ekstrem

Arafah dan Pelajaran tentang Kesederhanaan

Di balik kemegahan pelayanan modern, suasana di Jabal Al-Rahmah tetap menghadirkan kesan sederhana dan menyentuh.

Tidak ada perbedaan antara pejabat, ulama, pedagang, maupun rakyat biasa. Semua larut dalam pakaian ihram putih dan doa-doa yang dipanjatkan dengan penuh harap.

Banyak jamaah mengaku merasakan ketenangan batin yang sulit dijelaskan ketika berada di kawasan Arafah.

Ada yang menangis mengingat dosa-dosa masa lalu, ada pula yang merasa seperti mendapatkan kesempatan baru untuk memperbaiki hidup.

Dalam perspektif spiritual Islam, Arafah bukan hanya tempat berkumpul secara fisik, tetapi juga ruang perenungan tentang hubungan manusia dengan Allah SWT.

Menanti Matahari Terbenam di Tanah Pengampunan

Ketika matahari mulai condong ke barat, suasana di Jabal Al-Rahmah justru semakin syahdu. Jamaah bertahan dalam doa-doa panjang sambil berharap amal ibadah mereka diterima.

Bagi umat Muslim, Hari Arafah adalah momentum yang sangat istimewa. Tidak hanya bagi jamaah haji di tanah suci, tetapi juga bagi Muslim di seluruh dunia yang menjalankan puasa Arafah dan memperbanyak ibadah.

Di bukit sederhana itulah, jutaan harapan dipanjatkan setiap tahun. Jabal Al-Rahmah seakan menjadi saksi bisu tentang kerinduan manusia kepada ampunan dan kasih sayang Tuhan-Nya.

Dan ketika gema talbiyah terus berkumandang di Padang Arafah, dunia kembali menyaksikan bagaimana ibadah haji menyatukan manusia dari berbagai bangsa dalam satu ikatan keimanan yang sama.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar