Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Musyrif Diny: Mina Jadi Madrasah Kesabaran dan Dzikir bagi Jamaah Haji di Hari Tasyrik

Kompas.com, 29 Mei 2026, 21:48 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com - Jutaan jamaah haji menjalani mabit di Mina pada hari-hari tasyrik dalam rangkaian ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Di tengah kepadatan tenda dan aktivitas ibadah, Ketua Musyrif Diny KH M Cholil Nafis mengajak jamaah menghadirkan ketenangan batin serta memperkuat dzikir kepada Allah SWT.

Menurut dia, Mina bukan sekadar lokasi mabit, tetapi menjadi ruang pembelajaran tentang kesabaran, kesederhanaan, dan ketundukan kepada Sang Pencipta.

Baca juga: Dari Arafah, Jemaah Haji Lanjutkan Rangkaian Puncak Haji di Muzdalifah dan Mina

Pesan tersebut disampaikan Kiai Cholil saat melaksanakan mabit di Masjid Al-Khayf, Mina, Arab Saudi, Kamis (28/5/2026) waktu setempat.

Di tengah hamparan tenda putih yang memenuhi kawasan Mina, jutaan jamaah haji menjalani mabit atau bermalam sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji yang sarat makna spiritual.

Baca juga: Inspektorat Kemenhaj Perketat Pengawasan Layanan Jemaah Haji di Mina

Di tempat yang dipenuhi aktivitas ibadah dan kepadatan jamaah itu, Ketua Musyrif Diny KH M Cholil Nafis mengajak jamaah untuk menemukan ketenangan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Masjid Al-Khayf Simpan Jejak Sejarah Haji

Kamis (28/5/2026) waktu Arab Saudi, Kiai Cholil melaksanakan mabit di Masjid Al-Khayf, salah satu masjid bersejarah di Mina yang memiliki kedekatan dengan perjalanan ibadah haji sejak masa Rasulullah SAW.

Masjid yang berada tidak jauh dari area jumrah itu dipenuhi lantunan doa dan dzikir jamaah di tengah arus peziarah yang datang silih berganti sepanjang malam.

Bagi banyak jamaah, Masjid Al-Khayf bukan sekadar tempat singgah, tetapi juga ruang spiritual untuk merenungi perjalanan menuju Allah SWT.

“Nabi Muhammad SAW juga pernah shalat dan berkhutbah di tempat ini ketika Haji Wada’,” ujar Kiai Cholil yang juga Wakil Ketua Umum MUI ini.

Masjid Al-Khayf sejak dahulu dikenal sebagai lokasi persinggahan jamaah yang menjalani hari-hari tasyrik di Mina.

Mina Ajarkan Kesabaran dan Kesederhanaan

Namun bagi Kiai Cholil, makna Mina jauh melampaui sekadar lokasi geografis dalam rangkaian ibadah haji.

“Mina adalah madrasah ketundukan dan penghayatan makna hidup sederhana di hadapan Allah SWT,” tuturnya.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah itu, suasana Mina mengajarkan jamaah tentang kesabaran dan kesetaraan di tengah keterbatasan ruang, cuaca panas, antrean panjang, dan padatnya aktivitas ibadah.

Seluruh jamaah mengenakan pakaian ihram yang sama, beristirahat di tenda sederhana, dan menjalani ritual serupa tanpa membedakan status sosial maupun asal negara.

Fase mabit (bermalam) di Mina dan prosesi lempar jumrah di Jamarat menjadi salah satu tahapan paling krusial sekaligus menguras fisik dalam rangkaian ibadah haji.Kompas.com/Phytag Kurniati Fase mabit (bermalam) di Mina dan prosesi lempar jumrah di Jamarat menjadi salah satu tahapan paling krusial sekaligus menguras fisik dalam rangkaian ibadah haji.

Mabit Jadi Momentum Memperbanyak Dzikir

Kiai Cholil mengatakan para ulama sejak dahulu memaknai mabit di Mina sebagai momentum memperbanyak dzikir dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Menurut dia, inti perjalanan haji bukan sekadar perpindahan fisik dari satu tempat ke tempat lain, melainkan perjalanan hati menuju ketundukan total kepada Sang Pencipta.

Di tengah kelelahan fisik jamaah, ia mengingatkan agar ibadah di Mina tidak hanya berhenti pada rutinitas ritual semata.

“Mabit yang ideal bukan hanya hadir secara fisik di Mina, melainkan juga menghadirkan hati yang penuh dzikir, sabar, syukur, dan penghambaan total kepada Allah SWT,” kata Kiai Cholil yang juga Ketua Badan Pengurus Dewan Syariah Nasional MUI ini.

Mina Jadi Ruang Perenungan Spiritual

Pesan tersebut dinilai relevan dengan suasana Mina yang penuh dinamika. Sebagian jamaah tampak beristirahat usai melempar jumrah, sementara lainnya berbagi makanan, air minum, atau melantunkan doa di sudut tenda.

Bagi Kiai Cholil, justru di tengah keterbatasan itulah manusia belajar mengenai hakikat kehidupan, bahwa kesederhanaan, kesabaran, dan rasa syukur menjadi inti perjalanan spiritual seorang hamba.

Mina akhirnya bukan hanya tempat mabit bagi jamaah haji. Kawasan itu juga menjadi ruang perenungan untuk belajar mengecilkan ego dan memperbesar rasa tunduk kepada Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jamaah Haji Diimabu Tidak Berbagi Alat Cukur saat Tahalul
Jamaah Haji Diimabu Tidak Berbagi Alat Cukur saat Tahalul
Aktual
Musyrif Diny: Mina Jadi Madrasah Kesabaran dan Dzikir bagi Jamaah Haji di Hari Tasyrik
Musyrif Diny: Mina Jadi Madrasah Kesabaran dan Dzikir bagi Jamaah Haji di Hari Tasyrik
Aktual
Inspektorat Kemenhaj Perketat Pengawasan Layanan Jemaah Haji di Mina
Inspektorat Kemenhaj Perketat Pengawasan Layanan Jemaah Haji di Mina
Aktual
Kloter Pertama Jemaah Haji Debarkasi Makassar Tiba 1 Juni 2026
Kloter Pertama Jemaah Haji Debarkasi Makassar Tiba 1 Juni 2026
Aktual
PPIH: Sebagian Jamaah Haji Kloter 8 PLM Asal Babel Mulai Tinggalkan Mina
PPIH: Sebagian Jamaah Haji Kloter 8 PLM Asal Babel Mulai Tinggalkan Mina
Aktual
Sapi Kurban Jumbo di Sleman Hasilkan 700 Kilogram Daging, Dibagikan hingga Luar DIY
Sapi Kurban Jumbo di Sleman Hasilkan 700 Kilogram Daging, Dibagikan hingga Luar DIY
Aktual
Penggunaan APBN untuk Pembelian Hewan Kurban Presiden Dinilai Sah untuk Kepentingan Rakyat
Penggunaan APBN untuk Pembelian Hewan Kurban Presiden Dinilai Sah untuk Kepentingan Rakyat
Aktual
Tanpa Meritokrasi di NU, Gus Yahya: Semua Orang Bisa Lompat ke Puncak
Tanpa Meritokrasi di NU, Gus Yahya: Semua Orang Bisa Lompat ke Puncak
Aktual
Hukum Menjual Kulit Hewan Kurban dalam Islam, Boleh atau Haram?
Hukum Menjual Kulit Hewan Kurban dalam Islam, Boleh atau Haram?
Aktual
Indef: Transaksi Hewan Kurban Berdampak Positif bagi Peternak dan Ekonomi
Indef: Transaksi Hewan Kurban Berdampak Positif bagi Peternak dan Ekonomi
Aktual
Dimulai Setelah Hari Tasyrik, Ini Jadwal Kepulangan Jemaah Haji 2026
Dimulai Setelah Hari Tasyrik, Ini Jadwal Kepulangan Jemaah Haji 2026
Aktual
Bukan Hari Biasa, Ini 7 Peristiwa Besar yang Terjadi di Hari Jumat
Bukan Hari Biasa, Ini 7 Peristiwa Besar yang Terjadi di Hari Jumat
Aktual
BPJPH Tegaskan Sistem Jaminan Produk Halal Penting untuk Operasional SPPG
BPJPH Tegaskan Sistem Jaminan Produk Halal Penting untuk Operasional SPPG
Aktual
Jemaah Haji Tak Dapat Tenda di Mina? Wamenhaj: Ada Selisih Data Syarikah
Jemaah Haji Tak Dapat Tenda di Mina? Wamenhaj: Ada Selisih Data Syarikah
Aktual
Respons Darurat di Mina, Kemenhaj Sebar Posko Mobile Crisis Rescue
Respons Darurat di Mina, Kemenhaj Sebar Posko Mobile Crisis Rescue
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com