Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jumlah Bus Shalawat akan Dikurangi Bertahap Seiring Pulangnya Jemaah Haji ke Tanah Air

Kompas.com, 1 Juni 2026, 22:34 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Fase pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama dari Makkah ke Tanah Air resmi dimulai pada Senin (1/6/2026).

Di saat yang sama, jemaah gelombang kedua bersiap melanjutkan perjalanan ke Madinah untuk menjalani rangkaian ibadah berikutnya.

Kondisi tersebut membuat jumlah jemaah Indonesia yang berada di Makkah akan terus berkurang dalam beberapa pekan ke depan.

Baca juga: Cerita Anis Saat Badalkan Haji Firdaus, Jemaah yang Hilang dan Wafat di Makkah

Seiring berkurangnya jumlah jemaah, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi juga akan menyesuaikan operasional bus shalawat secara bertahap.

Jumlah Bus Shalawat Dikurangi Seiring Berkurangnya Jemaah di Makkah

Kepala Bidang Layanan Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman, mengatakan jumlah bus shalawat akan disesuaikan dengan jumlah jemaah yang masih berada di Kota Makkah.

Baca juga: 21 Rute Bus Shalawat dari Hotel ke Masjidil Haram Lengkap dengan Warnanya, Beroperasi Gratis 24 Jam

Penyesuaian dilakukan karena sebagian jemaah mulai dipulangkan ke Indonesia, sementara jemaah gelombang kedua secara bertahap akan bergerak menuju Madinah.

Menurutnya, semakin sedikit jemaah Indonesia yang berada di Makkah, maka kebutuhan armada bus shalawat juga akan semakin berkurang.

"Nanti berangsur-angsur akan disesuaikan. Hari terakhir, hari ke-22 itu tinggal 54 bus shalawat yang beroperasi," ujar Syarif.

Dukungan untuk Mobilitas Jemaah Tetap Menjadi Prioritas

Meski jumlah armada akan dikurangi, PPIH memastikan layanan transportasi bagi jemaah tetap berjalan optimal.

Pengurangan armada dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan mobilitas jemaah yang masih menjalankan aktivitas ibadah di Masjidil Haram dan lokasi lainnya di Makkah.

Karena itu, penyesuaian jumlah bus dilakukan tanpa mengganggu akses transportasi yang dibutuhkan jemaah selama masa operasional haji.

PPIH Antisipasi Kepadatan di Terminal Bus

Syarif mengungkapkan sejumlah tantangan yang sempat muncul sebelum puncak haji masih menjadi perhatian pada masa operasional pasca-Armuzna.

Salah satu persoalan yang sering terjadi adalah kepadatan penumpang di terminal setelah salat wajib serta pengaturan pintu masuk dan keluar di area peron.

Untuk mengatasi hal tersebut, PPIH telah berkoordinasi dengan pihak terkait agar seluruh akses di terminal dapat dimanfaatkan secara maksimal.

"Kami sudah koordinasi. Seperti di Syib Amir dan Ajyad itu memang problem-nya tidak semua pintu dibuka, sehingga ada penumpukan jemaah. Oleh karena itu sekarang kami sudah komunikasi dengan pihak terkait di sana, di Ajyad itu tiga pintu dibuka semuanya, di Syib Amir ada sekitar 16 pintu untuk dibuka semuanya," ujar Syarif.

Jemaah Diimbau Tertib dan Sabar Mengantre

PPIH Arab Saudi juga mengingatkan jemaah untuk tetap tertib dan sabar saat menggunakan layanan bus shalawat, terutama karena suhu udara di Makkah masih cukup tinggi.

Untuk membantu mengurai kepadatan, petugas telah menyiapkan titik-titik antrean yang diberi nomor di sejumlah terminal, termasuk Terminal Syib Amir.

Sistem tersebut diterapkan agar konsentrasi massa dapat terbagi ke beberapa titik dan tidak menumpuk di satu lokasi.

"Cuaca di Makkah masih cukup panas. Karena itu, kami mengimbau jemaah untuk sabar mengantre dan memanfaatkan titik-titik tunggu yang sudah diberi nomor. Tujuannya agar tidak terjadi kerumunan yang berpotensi membuat jemaah kelelahan atau mengalami dehidrasi," kata Syarif.

Jemaah Diminta Tidak Berebut Saat Menunggu Bus

Syarif menegaskan jemaah tidak perlu berdesakan atau berebut saat menunggu armada bus shalawat.

Menurutnya, bus shalawat beroperasi secara berkelanjutan dan terus berputar melayani rute-rute yang telah ditetapkan selama musim haji.

Dengan sistem layanan yang terus berjalan, jemaah diharapkan dapat menunggu dengan tertib sehingga perjalanan menuju dan dari Masjidil Haram tetap aman, nyaman, dan lancar hingga akhir operasional haji 2026.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Fase Pemulangan Jemaah Dimulai, Jumlah Bus Shalawat akan Dikurangi Bertahap”.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar