Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Museum Haramain di Makkah, Wisata Sejarah Islam Dekat Masjidil Haram yang Bisa Diakses Gratis

Kompas.com, 7 Juni 2026, 22:38 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Di tengah padatnya aktivitas ibadah haji dan umrah di Tanah Suci, terdapat destinasi yang menawarkan pengalaman berbeda bagi para jemaah yang ingin mengenal sejarah Islam lebih dekat.

Tempat tersebut adalah Museum Haramain atau Pameran Arsitektur Dua Masjid Suci yang berada di kawasan Umm Al-Joud, Makkah.

Museum ini menyimpan berbagai koleksi bersejarah yang berkaitan dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, mulai dari artefak kuno hingga Kiswah Ka'bah yang pernah digunakan.

Baca juga: Pasar Kakiyah Makkah, Lokasi Favorit Jamaah Haji Indonesia untuk Belanja Oleh-oleh

Bagi jemaah yang ingin menambah wawasan selama berada di Arab Saudi, Museum Haramain menjadi salah satu tujuan wisata edukasi dan sejarah Islam yang menarik untuk dikunjungi.

Mengenal Museum Haramain di Makkah

Museum Haramain berlokasi tidak jauh dari pabrik Kiswah Ka'bah di kawasan Umm Al-Joud, antara Hudaibiyah dan Kota Makkah. Lokasinya berjarak sekitar 10 kilometer dari Masjidil Haram.

Baca juga: Kenapa Makkah Disebut Tanah Haram? Ini Sejarah, Makna, dan Alasannya

Museum yang dibangun pada masa pemerintahan Raja Fahd bin Abdul Aziz ini dikenal sebagai salah satu pusat dokumentasi sejarah Islam penting di Arab Saudi.

Pengunjung dapat mempelajari perjalanan panjang perkembangan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi melalui berbagai koleksi yang dipamerkan.

Menyimpan Sejarah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Kompleks Museum Haramain terdiri dari dua ruang utama, yakni ruang koleksi Makkah dan ruang koleksi Madinah.

Kedua ruang tersebut menyimpan berbagai benda bersejarah yang berkaitan dengan dua masjid suci umat Islam.

Koleksi yang dipamerkan meliputi model Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, artefak kuno, foto-foto langka kedua masjid suci, pelindung Hajar Aswad, hingga salinan Al-Qur'an Mushaf Utsman bin Affan.

Melalui koleksi tersebut, pengunjung dapat melihat perkembangan arsitektur dan sejarah dua kota suci dari masa ke masa.

Kiswah Ka'bah Jadi Koleksi Paling Menarik

Salah satu koleksi yang paling banyak menarik perhatian pengunjung adalah Kiswah atau kain penutup Ka'bah yang pernah digunakan.

Kiswah berwarna hitam tersebut dibuat dengan sulaman benang emas dan dihiasi ayat-ayat suci Al-Qur'an.

Dari jarak dekat, pengunjung dapat melihat detail bordiran yang menunjukkan keindahan seni kaligrafi Islam sekaligus menjadi simbol kemuliaan Baitullah.

Koleksi ini menjadi salah satu daya tarik utama Museum Haramain karena memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk menyaksikan langsung bagian penting dari sejarah Ka'bah.

Menyimpan Koleksi Bersejarah dari Masjid Nabawi

Selain menyimpan sejarah Masjidil Haram, museum ini juga menampilkan berbagai artefak yang berkaitan dengan Masjid Nabawi di Madinah.

Salah satu koleksi penting yang dipamerkan adalah pintu Masjid Nabawi yang berasal dari masa pemerintahan Raja Abdulaziz Al-Saud.

Pengunjung juga dapat melihat berbagai artefak yang pernah menjadi bagian dari pembangunan dan pengembangan Masjid Nabawi dari masa ke masa.

Museum ini turut menyimpan sejumlah sajadah yang digunakan imam Masjidil Haram dalam salat-salat khusus, seperti salat istisqa, salat gerhana, dan salat Id.

Bisa Melihat Artefak Sumur Zamzam yang Masih Tersimpan

Museum Haramain juga menyimpan koleksi perlengkapan Sumur Zamzam yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Koleksi tersebut mencakup bagian mulut sumur lengkap dengan cincin pelindung, penutup, serta sistem katrol yang dahulu digunakan untuk menimba air Zamzam.

Berdasarkan keterangan yang tertera pada papan informasi museum, artefak tersebut berasal dari akhir abad ke-14 Hijriah.

Selain itu, terdapat pula ember tembaga yang pernah digunakan di Sumur Zamzam dan bertarikh 1299 Hijriah atau 1881 Masehi.

Jam Operasional dan Tiket Masuk Museum Haramain

Bagi jemaah yang ingin berkunjung, Museum Haramain buka setiap Sabtu hingga Kamis mulai pukul 08.00 hingga 20.30 Waktu Arab Saudi.

Museum akan tutup sementara saat waktu salat berlangsung.

Menariknya, seluruh koleksi yang dipamerkan dapat dinikmati tanpa biaya masuk.

Dengan demikian, Museum Haramain menjadi salah satu destinasi wisata sejarah Islam gratis di Makkah yang menawarkan kesempatan bagi jemaah untuk memahami perjalanan panjang Masjidil Haram, Masjid Nabawi, serta perkembangan peradaban Islam di dua kota suci.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Menyelami Sejarah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Museum Haramain”.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar