Editor
KOMPAS.com - Kementerian Haji dan Umrah mulai memberangkatkan jemaah haji Indonesia gelombang kedua dari Makkah menuju Madinah pada Minggu (7/6/2026).
Pergerakan jemaah ke Madinah menjadi tahapan akhir pelayanan haji di Arab Saudi sebelum mereka kembali ke Tanah Air.
Jemaah gelombang kedua nantinya akan pulang ke Indonesia melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah.
Kemenhaj memastikan seluruh layanan telah disiapkan agar proses perpindahan jemaah berlangsung aman, tertib, dan nyaman.
Baca juga: Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas Diprioritaskan Tempati Hotel Terdekat Masjid Nabawi
Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaf mengatakan, perpindahan jemaah dari Makkah ke Madinah menjadi bagian penting dalam layanan haji Indonesia.
Menurut Maria, Kemenhaj tetap memastikan jemaah mendapatkan pelayanan hingga seluruh rangkaian ibadah dan kepulangan selesai.
"Pergerakan jemaah dari Makkah ke Madinah bukan sekadar perpindahan kota, tetapi bagian dari upaya kami memastikan jemaah tetap mendapatkan layanan terbaik hingga akhir rangkaian ibadah haji," ujar Maria dalam rilis yang diterima KOMPAS.com, Senin (8/6/2026).
Maria mengatakan, layanan disiapkan untuk menjaga kelancaran mobilisasi jemaah, terutama setelah mereka menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Makkah dan Armuzna.
Maria menjelaskan, Kemenhaj menghadirkan peningkatan kualitas layanan di Madinah pada penyelenggaraan haji tahun ini.
Salah satu bentuk peningkatan tersebut adalah penempatan sebagian jemaah reguler pada hotel dengan akses lebih dekat ke Masjid Nabawi.
Menurut dia, pendekatan itu dilakukan agar jemaah dapat beribadah dengan lebih nyaman dan tidak cepat kelelahan.
"Orientasi kami bukan pada fasilitas semata, melainkan bagaimana jemaah dapat beribadah lebih nyaman, lebih mudah, dan tidak cepat lelah, terutama bagi lansia, penyandang disabilitas, serta jemaah berkebutuhan khusus," jelasnya.
Baca juga: Bagasi Jemaah Haji Indonesia Tertinggal di Arab Saudi, Kemenhaj Pastikan Tetap Dikirim
Di sisi lain, proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air juga terus berjalan secara bertahap.
Hingga 7 Juni 2026, sebanyak 95 kelompok terbang atau kloter telah diberangkatkan dari Arab Saudi menuju Indonesia.
Jumlah tersebut mencakup 37.459 jemaah dan petugas haji.
Kemenhaj memastikan proses pemulangan tetap dikawal agar berjalan aman, tertib, dan sesuai jadwal layanan yang telah ditetapkan.
Maria juga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pengiriman sebagian bagasi jemaah.
Sebagian bagasi tersebut belum terangkut bersama penerbangan asal jemaah.
"Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan jemaah. Karena itu, kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar seluruh bagasi dapat segera diterima jemaah dengan aman," katanya.
Kemenhaj memastikan koordinasi terus dilakukan dengan pihak terkait agar bagasi jemaah dapat segera diterima dengan aman.
Baca juga: Wamenhaj: Hampir 17.000 Haji Tempati Hotel bintang 4 dan 5 di Madinah
Kemenhaj mengimbau jemaah haji Indonesia untuk menjaga paspor dan dokumen perjalanan dengan baik selama fase pergerakan dan kepulangan.
Jemaah juga kembali diingatkan agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin.
Setiap jemaah akan menerima air zamzam resmi setibanya di debarkasi masing-masing di Indonesia.
"Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh jemaah memperoleh layanan yang aman, nyaman, dan dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat serta membawa kemabruran haji," pungkas Maria.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang