Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Pemko Langsa Gelar Pasar Murah dari 9-12 Juni 2026

Kompas.com, 10 Juni 2026, 21:41 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Pemko Langsa menggelar pasar murah menjelang Tahun Baru Islam 1448 H. Warga bisa membeli paket sembako bersubsidi Rp 214.000.

Pemerintah Kota (Pemko) Langsa menggelar pasar murah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

Program yang dilaksanakan melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) itu berlangsung mulai 9 hingga 12 Juni 2026 di sejumlah titik di Kota Langsa.

Baca juga: Siap-siap Long Weekend, Ini Jadwal Libur Tahun Baru Islam 1448 H

Pasar murah ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pengendalian inflasi melalui penyediaan bahan pokok bersubsidi.

Antusiasme warga terlihat sejak hari pertama pelaksanaan, dengan banyak masyarakat datang untuk membeli kebutuhan pokok yang dijual di bawah harga pasar.

Baca juga: Kapan Tahun Baru Islam 2026? Catat Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 1448 Hijriah

Pasar Murah Digelar di Empat Lokasi

Pasar murah dibuka di Tribun Lapangan Merdeka Kota Langsa pada Selasa (9/6/2026).

Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S Putra melalui Plt Kepala Disperindagkop dan UKM, Harris Gusnally, mengatakan kegiatan tersebut digelar secara bergilir di empat lokasi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Setelah pelaksanaan di Tribun Lapangan Merdeka, pasar murah dilanjutkan di Pasar Rakyat Timbang Langsa, Kecamatan Langsa Baro.

Selanjutnya kegiatan digelar di Pasar Rakyat Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat, dan ditutup di Pasar Rakyat Buket Meutuah, Kecamatan Langsa Timur.

Harga Paket Sembako Bersubsidi Rp 214.000

Dalam program pasar murah ini, masyarakat dapat membeli paket kebutuhan pokok yang telah mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Paket tersebut terdiri atas beras premium 10 kilogram seharga Rp 100.000, gula pasir premium 2 kilogram Rp 28.000, minyak goreng 2 liter Rp 41.000, dan telur satu papan Rp 45.000.

"Total harga paket yang dibayarkan masyarakat untuk 4 jenis bahan pokok ini sebesar Rp 214.000," sebutnya.

Pasar Murah Bantu Jaga Daya Beli dan Kendalikan Inflasi

Harris menjelaskan, program pasar murah diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pengendalian inflasi.

Pasar murah ini, lanjutnya, merupakan bentuk kepedulian Pemko Langsa dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan meringankan beban masyarakat.

Antusiasme Warga Sambut Pasar Murah

Sejak hari pertama dibuka, pasar murah mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Warga memadati lokasi pelaksanaan untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.

Melalui kegiatan ini, Pemko Langsa berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

"Belanja Hemat, Keluarga Sehat, Ekonomi Kuat, Langsa Juara, menjadi semangat yang diusung dalam pelaksanaan pasar murah tahun ini," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Serambinews.com dengan judul “Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Pemko Langsa Gelar Pasar Murah 4 Hari, Catat Lokasinya”.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar