Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenag Gelar Peaceful Muharam Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Lebaran Yatim hingga Nikah Massal

Kompas.com, 11 Juni 2026, 20:12 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan berbagai program sosial dan keagamaan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Program yang dikemas dalam agenda Peaceful Muharam 1448 H tersebut mencakup berbagai kegiatan, mulai dari Lebaran Yatim dan Disabilitas, nikah massal, khataman Al Quran, hingga gerakan bersih-bersih masjid.

Melalui program ini, Kemenag ingin memperkuat kemaslahatan umat melalui pendekatan spiritual, sosial, kemanusiaan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan.

Baca juga: Kemenag Susun KOSMIN, Standar Kosa Isyarat Keislaman untuk Sahabat Tuli

Beragam kegiatan juga dirancang untuk menjangkau berbagai kelompok masyarakat, mulai dari generasi muda, keluarga, penyandang disabilitas, hingga komunitas masjid di seluruh Indonesia.

Usung Tema Menebar Maslahat Menguatkan Umat

Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan Peaceful Muharam dihadirkan sebagai wadah untuk menebarkan manfaat dan memperkuat peran umat dalam kehidupan sosial.

Baca juga: Kemenag Usulkan Rp 9,6 T untuk Kesejahteraan Guru Agama pada 2027

“Peaceful Muharam harus menjadi ruang untuk menebar maslahat dan menguatkan umat. Karena itu, seluruh program yang disiapkan diarahkan agar memberikan dampak sosial yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad di Jakarta, Kamis.

Menurut Abu, tema Menebar Maslahat Menguatkan Umat dipilih untuk menegaskan bahwa nilai-nilai agama tidak hanya diwujudkan dalam ibadah ritual, tetapi juga melalui aksi nyata yang menghadirkan kepedulian, kedamaian, dan pemberdayaan masyarakat.

Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan disusun dengan sasaran yang beragam agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Daftar Program Peaceful Muharam 1448 H

Kemenag menyiapkan sejumlah program dalam rangkaian Peaceful Muharam 1448 H.

Program tersebut meliputi Bimas Islam Talks, Peringatan Tahun Baru Islam, Muharaman Bersama Gen Z, 100.000 Khataman Al Quran dan Doa Bersama untuk Bangsa, serta CFD Peaceful Muharam.

Selain itu, terdapat pula program Lebaran Yatim dan Disabilitas, Nikah Fest dan Islamic Wedding Expo, CFD SIGAP Mas, Festival Muharam Internasional, Indonesia Berkiblat, MILFEST 1448 H, RECONNECT, Gerakan Bersih-Bersih Masjid, Gerakan Nasional Hijrah dari Israf dan Tabdzir, Halal Goes to Campus, serta Halal Brands and Food Expo.

Berbagai kegiatan tersebut dirancang untuk membangun masyarakat yang damai, peduli, dan berdaya sekaligus memperkuat kontribusi agama dalam menjawab tantangan sosial.

Kemenag Dorong Agama Hadir dalam Kehidupan Sosial

Abu Rokhmad menegaskan bahwa agama harus hadir secara nyata dalam kehidupan masyarakat melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan publik.

“Agama harus hadir dalam kehidupan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk ritual, tetapi juga melalui kontribusi nyata terhadap persoalan kemanusiaan, lingkungan, keluarga, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat,” katanya.

Menurut dia, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran agama sebagai sumber solusi dalam berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Penyuluh Agama Jadi Agen Perubahan Sosial

Abu Rokhmad menambahkan salah satu kekuatan utama dalam pelaksanaan Peaceful Muharam adalah keterlibatan para penyuluh agama yang tersebar di berbagai daerah.

Para penyuluh diharapkan tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi keagamaan, tetapi juga menjadi agen pembangunan dan perubahan sosial di tengah masyarakat.

Dengan peran tersebut, penyuluh agama diharapkan mampu menjembatani berbagai program keagamaan dengan kebutuhan nyata masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar