Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Amin Bukhari, Kaligrafer Kiswah Ka'bah yang Namanya Diabadikan Raja Faisal

Kompas.com, 15 Juni 2026, 11:33 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Di balik kemegahan Kiswah Ka'bah yang menyelimuti Baitullah setiap tahun, terdapat tangan-tangan terampil para pengrajin yang mengabdikan hidupnya untuk merawat salah satu simbol paling suci dalam Islam.

Salah satu sosok yang meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah Kiswah adalah kaligrafer legendaris Abdul Rahim Amin Bukhari.

Lahir di Makkah pada tahun 1335 Hijriah, Abdul Rahim Amin Bukhari tumbuh dalam lingkungan yang sangat menghargai seni Islam dan tradisi kaligrafi Arab.

Bakatnya dalam menulis huruf Arab telah terlihat sejak usia muda dan terus berkembang hingga menjadikannya salah satu maestro kaligrafi paling berpengaruh dalam sejarah pembuatan Kiswah Ka'bah.

Baca juga: Pembuatan Kiswah Kabah Lewati 7 Tahap Rumit, Gunakan 825 Kg Sutra

Dedikasinya selama puluhan tahun membuat namanya dikenal luas di kalangan pengrajin Kiswah. Melalui keahlian yang dimilikinya, Bukhari berperan memperindah berbagai kaligrafi dan ornamen Islami yang menghiasi kain penutup Ka'bah.

Mengukir Kaligrafi di Kiswah dan Pintu Ka'bah

Karya-karya Abdul Rahim Amin Bukhari tidak hanya terbatas pada tulisan ayat-ayat suci yang disulam di Kiswah Ka'bah. Ia juga terlibat dalam desain dan penulisan kaligrafi pada kiswah pintu Ka'bah atau sitarah, termasuk pengerjaan berbagai ornamen dan tulisan yang menghiasi pintu Ka'bah.

Sentuhan seninya memberikan karakter khas pada Kiswah, menjadikannya bukan sekadar kain penutup bangunan suci, tetapi juga mahakarya seni Islam yang memadukan keindahan kaligrafi dengan nilai spiritual yang mendalam.

Selama lebih dari 30 tahun pengabdian, Bukhari tercatat ikut berkontribusi dalam pembuatan 21 Kiswah Ka'bah. Ia juga mengawasi proses kaligrafi dan dekorasi pada tiga pintu Ka'bah, sebuah pencapaian yang membuatnya dihormati sebagai salah satu tokoh penting dalam bidang tersebut.

Namanya Diabadikan di Kiswah Ka'bah

Pengabdian panjang Abdul Rahim Amin Bukhari mendapat penghargaan istimewa dari pemerintah Arab Saudi. Pada masa pemerintahan Raja Faisal bin Abdulaziz Al Saud, namanya diabadikan pada Kiswah Ka'bah sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan dedikasinya.

Penghargaan tersebut menjadi bukti betapa besar kontribusi Bukhari dalam menjaga dan mengembangkan seni kaligrafi yang menjadi bagian penting dari identitas Ka'bah.

Baca juga: Sejarah Kiswah Ka’bah: Siapa Sosok Pertama yang Menyelimutinya?

Hingga kini, nama Abdul Rahim Amin Bukhari tetap dikenang sebagai salah satu sosok yang turut mempercantik rumah suci umat Islam melalui karya-karya kaligrafi yang penuh ketelitian, keindahan, dan makna spiritual.

Di tengah perkembangan teknologi modern dalam produksi Kiswah, warisan yang ditinggalkan sang maestro kaligrafi tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi baru pengrajin yang melanjutkan tradisi mulia melayani Baitullah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com