Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jelang 1 Muharram 1448 H, Ka'bah Akan Diselimuti Kiswah Baru

Kompas.com, 15 Juni 2026, 12:25 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menjelang datangnya 1 Muharram 1448 Hijriah, suasana di Masjidil Haram, Makkah, kembali diwarnai oleh salah satu tradisi paling sakral dalam dunia Islam, yaitu penggantian kiswah Ka'bah.

Bagi jutaan umat Islam di seluruh dunia, Ka'bah bukan sekadar bangunan bersejarah. Bangunan suci yang berada di jantung Masjidil Haram itu merupakan kiblat yang menyatukan arah shalat lebih dari dua miliar Muslim di berbagai penjuru dunia.

Karena itu, setiap proses yang berkaitan dengan Ka'bah selalu menyita perhatian umat Islam, termasuk tradisi tahunan penggantian kiswah yang dilakukan menjelang Tahun Baru Islam.

Tahun ini, kiswah baru akan dipasang pada 1 Muharram 1448 H sebagai penanda dimulainya tahun hijriah yang baru.

Prosesi tersebut tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga sarat makna spiritual, sejarah, dan penghormatan terhadap Baitullah.

Tradisi Sakral yang Telah Berlangsung Berabad-abad

Dilansir dari Saudi Gazette, Senin (15/6/2026), berbagai persiapan telah dilakukan untuk menyambut proses penggantian kiswah Ka'bah.

Kiswah merupakan kain penutup Ka'bah yang terbuat dari sutra hitam berkualitas tinggi dan dihiasi kaligrafi ayat-ayat Al-Qur'an menggunakan benang emas dan perak.

Tradisi mengganti kiswah sebenarnya telah berlangsung sejak berabad-abad lalu. Dalam berbagai catatan sejarah Islam disebutkan bahwa Ka'bah telah diberi penutup sejak masa sebelum Islam, kemudian tradisi tersebut dilanjutkan dan disempurnakan pada masa-masa berikutnya.

Dalam buku Atlas Sejarah Nabi dan Rasul karya Sami bin Abdullah Al-Maghlouth dijelaskan bahwa Ka'bah selalu menjadi pusat penghormatan masyarakat Arab sejak masa lampau.

Setelah Islam datang, penghormatan terhadap Ka'bah semakin dimuliakan karena bangunan tersebut menjadi kiblat resmi umat Islam.

Seiring perkembangan peradaban Islam, berbagai dinasti dan pemerintahan Muslim turut berkontribusi dalam pembuatan kiswah terbaik sebagai bentuk penghormatan kepada Rumah Allah SWT.

Kini, tanggung jawab tersebut berada di bawah Kerajaan Arab Saudi melalui lembaga khusus yang menangani pembuatan kiswah Ka'bah.

Baca juga: Amin Bukhari, Kaligrafer Kiswah Kabah yang Namanya Diabadikan Raja Faisal

Dibuat Selama Berbulan-bulan oleh Para Ahli

Kiswah yang akan dipasang pada 1 Muharram mendatang diproduksi di King Abdulaziz Complex for the Holy Kaaba Kiswa.

Kompleks ini menjadi pusat pembuatan kiswah yang memadukan keterampilan tradisional dengan teknologi modern.

Pembuatan satu set kiswah memerlukan waktu berbulan-bulan dan melibatkan puluhan perajin, kaligrafer, penenun, hingga spesialis tekstil.

Prosesnya dimulai dari pemilihan sutra alami berkualitas tinggi yang kemudian melalui tahap pencucian, pewarnaan, penenunan, hingga penyulaman.

Kaligrafi ayat-ayat Al-Qur'an yang menghiasi kiswah dibuat dengan teknik bordir khusus menggunakan benang yang dilapisi emas dan perak.

Tidak hanya membutuhkan ketelitian tinggi, setiap tahap pengerjaan juga harus memenuhi standar kualitas yang sangat ketat karena kiswah akan menjadi penutup bangunan paling suci dalam Islam.

Persiapan Menjelang Hari Penggantian

Menjelang pelaksanaan penggantian, bagian-bagian kiswah baru mulai dipindahkan ke area Masjidil Haram.

Tim teknis kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh komponen, mulai dari sambungan kain, kualitas jahitan, kaligrafi, hingga ornamen hias.

Pengecekan ini bertujuan memastikan tidak ada cacat sekecil apa pun sebelum kiswah dipasang di Ka'bah.

Pada malam pergantian, petugas khusus memulai proses dengan melepas berbagai ornamen dan sulaman yang terpasang pada kiswah lama.

Setelah itu, kain kiswah yang telah menutupi Ka'bah selama satu tahun akan diturunkan secara bertahap.

Proses tersebut dilakukan dengan sangat hati-hati dan melibatkan tim berpengalaman yang telah mendapatkan pelatihan khusus.

Baca juga: Pembuatan Kiswah Kabah Lewati 7 Tahap Rumit, Gunakan 825 Kg Sutra

Dipasang dengan Presisi Tinggi

Pemasangan kiswah baru bukanlah pekerjaan sederhana. Setiap sisi Ka'bah harus dipasangi lembaran kain secara berurutan dengan tingkat presisi yang sangat tinggi.

Keempat sisi Ka'bah harus tersambung sempurna sehingga membentuk satu kesatuan yang harmonis tanpa celah ataupun ketidaksesuaian ukuran.

Selain kain utama, petugas juga memasang kembali bagian penting lainnya seperti hizam dan sitarah.

Hizam merupakan sabuk kain yang mengelilingi bagian atas Ka'bah dan berisi kaligrafi ayat-ayat Al-Qur'an.

Sementara sitarah adalah tirai yang menutupi pintu Ka'bah dengan hiasan sulaman emas yang sangat indah.

Kedua elemen tersebut menjadi bagian paling ikonik dari kiswah dan sering menjadi perhatian jamaah yang beribadah di Masjidil Haram.

Makna Spiritual di Balik Penggantian Kiswah

Bagi umat Islam, penggantian kiswah bukan sekadar pergantian kain penutup bangunan.

Tradisi ini memiliki makna simbolik tentang pembaruan, pemeliharaan, dan penghormatan terhadap tempat paling suci dalam Islam.

Dalam buku Fiqh Sirah karya Syekh Muhammad Al-Ghazali dijelaskan bahwa penghormatan terhadap syiar-syiar Allah merupakan bagian dari ketakwaan seorang Muslim.

Ka'bah sebagai kiblat umat Islam menjadi simbol persatuan yang menyatukan umat tanpa memandang bangsa, bahasa, ataupun warna kulit.

Karena itu, pemeliharaan Ka'bah dan segala yang berkaitan dengannya selalu mendapatkan perhatian besar dari umat Islam sepanjang sejarah.

Penggantian kiswah juga menjadi pengingat bahwa meskipun zaman terus berubah, penghormatan terhadap Baitullah tetap terjaga dari generasi ke generasi.

Baca juga: Sejarah Kiswah Ka’bah: Siapa Sosok Pertama yang Menyelimutinya?

Ka'bah dan Posisi Istimewanya dalam Islam

Keutamaan Ka'bah disebutkan dalam Al-Qur'an, salah satunya dalam Surah Ali Imran ayat 96 yang menjelaskan bahwa Ka'bah merupakan rumah ibadah pertama yang dibangun untuk manusia.

Dalam kitab Sirah Nabawiyah karya Syekh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri dijelaskan bahwa Ka'bah memiliki posisi sentral dalam kehidupan umat Islam sejak masa Nabi Ibrahim AS hingga Nabi Muhammad SAW.

Setiap hari, jutaan Muslim menghadap ke arah Ka'bah saat melaksanakan shalat. Setiap tahun pula, jutaan jamaah dari berbagai negara datang ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji dan umrah.

Karena kedudukannya yang sangat mulia itulah, setiap tradisi yang berkaitan dengan Ka'bah selalu memiliki makna mendalam bagi umat Islam di seluruh dunia.

Menyambut Tahun Baru Hijriah dengan Kiswah Baru

Ketika fajar 1 Muharram 1448 H menyingsing di Kota Makkah, Ka'bah akan kembali tampil dengan balutan kiswah baru yang megah.

Bagi banyak Muslim, momen tersebut bukan hanya pergantian kain penutup Ka'bah, tetapi juga simbol dimulainya lembaran baru dalam perjalanan spiritual umat Islam.

Tradisi penggantian kiswah yang terus dipertahankan hingga hari ini menjadi bukti bagaimana penghormatan terhadap Baitullah tetap terjaga selama berabad-abad.

Di tengah perubahan zaman dan perkembangan teknologi, Ka'bah tetap berdiri sebagai pusat persatuan umat Islam, sementara kiswah yang menyelimutinya terus diperbarui sebagai simbol penghormatan kepada Rumah Allah SWT yang menjadi kiblat umat Islam di seluruh dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar