Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Seskab Teddy Ajak Umat Gunakan Momen Tahun Baru Islam 1448 H untuk Muhasabah Diri

Kompas.com, 16 Juni 2026, 20:33 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah menjadi momentum penting bagi umat Muslim untuk melakukan refleksi dan memperbaiki diri.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang mengajak masyarakat menjadikan tahun baru Hijriah sebagai sarana muhasabah agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Ajakan serupa juga disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menekankan bahwa makna hijrah tidak hanya berkaitan dengan perpindahan fisik, tetapi juga perubahan sosial dan peradaban.

Baca juga: Jusuf Kalla: Masjid Harus Makmurkan Jamaah dan Jadi Pusat Peradaban Umat

Menurut keduanya, Tahun Baru Islam seharusnya menjadi momentum memperkuat kualitas diri, kehidupan bermasyarakat, serta semangat membangun masa depan yang lebih baik.

Seskab Teddy Ajak Masyarakat Bermuhasabah

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengajak masyarakat memaknai pergantian Tahun Baru Islam sebagai waktu untuk melakukan introspeksi diri.

Baca juga: PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 17 Juni 2026, Ini Alasannya

"Mari kita jadikan pergantian tahun Hijriah sebagai momentum untuk bermuhasabah diri agar menjadi pribadi yang lebih baik," ujar Teddy sebagaimana dikutip dari akun Instagram Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet) di Jakarta, Selasa.

Menurut Teddy, pergantian tahun dalam kalender Hijriah dapat menjadi kesempatan bagi setiap individu untuk mengevaluasi perjalanan hidup sekaligus memperbaiki berbagai kekurangan.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada umat Islam yang merayakan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

"Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan dan kedamaian kepada kita semua," ucapnya.

Selain itu, Teddy berharap keberkahan dan kedamaian senantiasa menyertai seluruh masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan di tahun yang baru.

Menag: Hijrah Bukan Sekadar Perpindahan Fisik

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai momentum transformasi diri dan sosial.

Menurut dia, hijrah yang dilakukan Rasulullah SAW tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan dari Makkah ke Madinah, tetapi juga perubahan besar dalam sistem kehidupan masyarakat.

"Hijrah bukan hanya perpindahan fisik Rasulullah dari Makkah ke Madinah. Hijrah adalah transformasi sistem kemasyarakatan, dari masyarakat kabilah yang sempit dan primordial menuju masyarakat umat yang global, kosmopolitan, serta diikat oleh kasih sayang," ujar Menag Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa hijrah mengajarkan perubahan cara pandang dari kehidupan yang berorientasi pada kelompok sempit menuju masyarakat yang lebih inklusif, berkeadaban, dan mengedepankan kemaslahatan bersama.

Dalam penjelasannya, Nasaruddin Umar menguraikan perbedaan mendasar antara berbagai bentuk komunitas sosial.

Menurut dia, kabilah dibangun berdasarkan hubungan darah, sedangkan sya'abun terbentuk dari ikatan keluarga besar.

Sementara itu, qawmun lahir dari kesepakatan sosial dan organisasi, sedangkan hizbun merujuk pada kelompok atau partai politik.

Menag menegaskan bahwa konsep umat memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan bentuk komunitas lainnya.

Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa umat merupakan komunitas yang dipersatukan oleh empat unsur utama sekaligus.

Keempat unsur tersebut meliputi kasih sayang, visi masa depan, kepemimpinan yang berwibawa, serta masyarakat yang santun dan taat dalam satu sistem kepemimpinan yang disebut imamah.

"Kalau keempat unsur itu ada dalam satu komunitas, barulah layak disebut umat," kata Nasaruddin.

Karena itu, ia mengajak umat Islam untuk menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai waktu yang tepat untuk merefleksikan kondisi kehidupan sosial saat ini.

Tahun Baru Islam Jadi Momentum Perbaikan Diri dan Masyarakat

Baik Seskab Teddy Indra Wijaya maupun Menteri Agama Nasaruddin Umar sama-sama menekankan pentingnya memanfaatkan Tahun Baru Islam sebagai sarana evaluasi dan perubahan menuju kondisi yang lebih baik.

Muhasabah diri, peningkatan kualitas kehidupan sosial, serta penguatan nilai-nilai kebersamaan menjadi pesan utama yang disampaikan dalam menyambut 1 Muharram 1448 Hijriah.

Dengan semangat hijrah, umat Islam diharapkan tidak hanya memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih harmonis, beradab, dan penuh kasih sayang.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar