MADINAH, KOMPAS.com- Makan bakso di Indonesia tentu hal yang biasa. Namun merasakan bakso di Arab Saudi dengan citarasa Indonesia menjadi hal yang istimewa.
Salah satunya adalah bakso Uhud Pak Oemar yang tersaji di The Java Signature Uhud, Madinah, Arab Saudi. Tempat ini dapat diakses dengan 20 menit perjalanan dari Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz Madinah.
Berada di kompleks wisata Jabal Uhud, Madinah warung bakso ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan. Bukan hanya orang-orang Indonesia, warga Saudi pun gemar menyantap bakso ini. Hal tersebut diungkapkan oleh pemilik tempat makan the Jawa Signature, Muhammad Sarwono Tayibi Alakhir (52) atau Pak Omar.
Baca juga: Menapaki Jejak Rasulullah Saat Perang Badar dan Lokasi Jabal Malaikat
"Pembeli dari Arab Saudi ada 40 persen lebih (jumlahnya) bahkan bisa bertambah pada hari Jumat," ungkap Omar di Madinah, Selasa (16/6/2026).
Menurutnya warga Arab Saudi mulanya hanya mengetahui mi instan. Omar kemudian mengenalkan dengan hidangan bakso dengan kuah yang gurih.
Baca juga: Menikmati Senja di Jabal Khandama
"Setelah mereka mencicipi dan mencoba ternyata jadi langganan, akhirnya memberi kabar juga ke teman-temannya dan keluarganya sehingga informasi soal bakso menyebar," kata Omar yang berasal dari Cilacap, Jawa Tengah tersebut.
Omar mulanya memastikan citarasa hidangan bakso di tempat makannya dengan mengolahnya sendiri. Sejak berdiri sekitar tahun 2020 hingga sekarang, Omar kini memiliki tak kurang dari empat karyawan yang seluruhnya berasal dari Indonesia.
"Ada yang dari Banten, Sukabumi, dan Lombok," kata dia.
Harga bakso di tempat makan Omar berkisar antara 30 SAR hingga 35 SAR per mangkok. Dalam sehari bakso dagangannya terjual hingga 2.500 mangkok. Menu lainnya, dia menjual ayam goreng seharga 25 SAR, burger, dan makanan lainnya.
Omar sendiri merantau dari Indonesia dan pertama menginjakkan kaki di Arab Saudi sejak tahun 2011. Mulanya dia tinggal di Makkah sebelum akhirnya memutuskan berpindah ke Madinah.
Selama belasan tahun tinggal di Kota Nabi, dia merasakan ketenangan. "Bagi saya, kota ini nyaman, tenang, dan damai," tutupnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang