Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khutbah Jumat 19 Juni 2026: Keutamaan Puasa Asyura dan Keistimewaan Bulan Muharram

Kompas.com, 18 Juni 2026, 09:40 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com - Berikut adalah teks Khutbah Jumat tentang keutamaan puasa asyura dan keistimewaan bulan Muharram, yang disusun berdasar teks khutbah KH A Muzaini Aziz Lc MA, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Kota Tangerang yang dilansir dari laman MUI.

 Baca juga: Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Memaknai Pergantian Tahun dan Hakikat Masa

اَلسَّلامُ عَليْكُمْ وَرَحْمَةاُللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

أَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي شَرَعَ لَنَا دِيْنًا قَوِيْمًا، وَهَدَانَا إِلَيْهِ صِرَاطًا مُسْتَقِيْمًا، وَوَعَدَ مَن لَزِمَ الصِّرَاطَ أَجْرًا جَزِيْلًا وَثَوَابًا عَظِيْمًا، وَتَوَعَّدَ مَنْ حَادَ عَنْهُ بِأَنَّ لَهُ عَذَابًا أَلِيْمًا. أَشْهَدُ أنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَليُّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وَصَفِيُّهُ مِنْ خَلْقِهِ وَخَلِيْلُهُ. أَللّٰهُمَّ صَلِّ وَزِدْ وَبَارِكْ عَلَى النَّبِيِّ الْمُخْتَارِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْأَطْهَارِ الْأَخْيَارِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى دَارِ الْقَرَارِ، وَسَلِّمْ عَلَيهِمْ تَسْلِيمًا كَثِيْرًا

أمَّا بَعْدُ … أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي أَيُّهَا الْأَخْيَارُ بِتَقْوَى اللّٰهِ الْعَزِْيزِ الْغَفَّارِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

”Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” ( QS Ali Imran [03] ayat 102 )

Baca juga: Bacaan Bilal Shalat Jumat: Arab, Latin, dan Artinya, serta Tata Cara Melaksanaannya

Ma’âsyiral muslimî rahimakumullâh...

Alhamdulillah, Allah SWT masih memberi kita kesempatan untuk hidup di tahun baru 1447 Hijriyah ini. Tentu nafas kehidupan yang Allah masih titipkan kepada kita hanya bertujuan agar kita dapat menyembah beribadah kepada-Nya (dalam makna yang luas) dengan lebih baik lagi, dibanding tahun-tahun yang telah kita lewati.

Saat ini kita tengah berada di bulan Muharram, salah satu dari 4 bulan suci di dalam syariat Islam, yaitu Dzulqadah, Dzulhijjah dan Rajab. Tentang hal ini Allah SWT berfirman di dalam Surah At-Taubah ayat 36:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan Bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.”

Hal ini kemudian dipertegas oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya:

إِنَّ الزَّمَانَ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللّٰهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ، اَلسَّنَةُ اِثْنَا عَشَرَ شَهْرًا، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ، ثَلَاثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ: ذُوالْقَعْدَةِ، وَذُوالْحِجَّةِ، وَالْمُحَرَّمُ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِيْ بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ (رواه البخاري ومسلم)

“Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaimana bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan yang dimuliakan: Tiga bulan berturut-turut; Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah dan Muharram, lalu Rajab Mudhar yang terdapat di antara bulan Jumada (At-Tsaniyah) dan Sya’ban” (HR. Bukhari dan Muslim)

Secara tegas, Allah SWT melarang kita untuk menodai kehormatan empat bulan mulia ini sebagai mana firman-Nya di dalam Surah Al-Maidah ayat 2:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُحِلُّوْا شَعَآئِرَ اللّٰهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَـرَامَ

”Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian melanggar syi'ar-syi'ar kesucian Allah, dan jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram …”

Jamaah shalat Jumat yang berlimpah keberkahan dari Allah SWT.

Di antara yang keistimewaan empat bulan haram (mulia) ini (termasuk bulan Muharram) adalah bahwa Allah menjadikan setiap perbuatan zalim dan kemaksiatan yang dilakukan pada bulan-bulan ini lebih besar dosanya dibanding di bulan-bulan lainnya.

Demikian juga Allah jadikan setiap amal saleh yang dilakukan di bulan-bulan ini lebih besar pahalanya dibanding di delapan bulan lainnya, sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu Abbas RA dan Qatadah RA yang terekam di dalam kitab Tafsir At-Thabari, Tafsir As-Suyuthi dan Tafsir Ibni Katsir.

Maka, sudah sepatutnya di empat bulan mulia tersebut, khususnya di bulan Muharram yang sedang kita jalani ini, kita optimalkan diri kita masing-masing untuk memperbanyak amal shalih dalam berbagai bentuknya, agar tabungan kebaikan kita Allah lipat gandakan di dalam catatan-Nya.

Di saat yang sama, sudah seharusnya kita mewanti-wanti diri kita masing-masing untuk tidak melakukan kezaliman, kemaksiatan dan perbuatan buruk atau jahat lainnya agar timbangan dosa kita tidak semakin berat dan menumpuk di dalam catatan Allah SWT.

Dari latihan memperbanyak amal shalih dan berbagai kebaikan lainnya serta meminimalisir perbuatan zalim, maksiat dan keburukan lainnya di 4 bulan tersebut, diharapkan diri kita ini terbiasa kemudian istiqamah menjalaninya di delapan bulan sisanya.

Zumratal muwahhidîn akramakumullâh.

Terkait dengan bulan suci Muharram, di antara jenis ibadah yang dianjurkan untuk kita perbanyak adala puasa. Baginda Rasulullah SAW bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللّٰهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ (رواه مسلم)

“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah (yaitu) Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam” (HR. Muslim)

Di antara hari-hari di bulan Muharram, tanggal 10 Muharram atau yang biasa disebut hari Asyura memiliki keistimewaan tersendiri. Baginda Rasulullah SAW bersabda:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمَا، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا قَدِمَ المَدِينَةَ، وَجَدَهُمْ يَصُومُونَ يَوْمًا، يَعْنِي عَاشُورَاءَ، فَقَالُوا: هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ، وَهُوَ يَوْمٌ نَجَّى اللّٰهُ فِيهِ مُوسَى، وَأَغْرَقَ آلَ فِرْعَوْنَ، فَصَامَ مُوسٰى شُكْرًا لِلّٰهِ، فَقَالَ: أَنَا أَوْلٰى بِمُوسٰى مِنْهُمْ. فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

(رواه البخاري)

Dari Ibni Abbas RA bahwa Nabi SAW tiba di Madinah beliau melihat mereka (orang-orang Yahudi) berpuasa pada hari itu, yaitu Asyura. Mereka berkata: “Ini adalah hari yang agung, karena pada hari ini Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan tentara Fir’aun. Maka Musa berpuasa sebagai bentuk syukur kepada Allah.” (Rasulullah) kemudian bersabda: “Aku lebih berhak (mengikuti) Musa daripada kalian. Maka beliau berpuasa dan memerintahkan (para sahabat) untuk berpuasa” (HR. Bukhari)

Terkait dengan keutamaan puasa Asyura, Baginda Rasulullah SAW bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ، إِنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ (رواه الترمذي وابن ماجه)

“Puasa pada hari Asyura aku berharap Allah akan mengampuni (dosa-dosa) setahun yang telah lalu” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Di samping puasa sunnah Asyura pada tanggal 10 Muharram, Rasulullah SAW juga mensunnahkan kepada kita untuk berpuasa pada tanggal 9 dan/atau 11 Muharram, agar puasa kita berbeda dengan tradisi puasa orang-orang Yahudi. Baginda Rasulullah SAW bersabda:

صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَخَالِفُوا فِيهِ الْيَهُودَ، صُومُوا قَبْلَهُ يَوْمًا أَوْ بَعْدَهُ يَوْمًا (رواه أحمد)

Puasalah kalian pada hari Asyura dan selisihilah orang-orang Yahudi (yaitu dengan) berpuasalah kalian satu hari sebelumnya (9 Muharram) dan satu hari sesudahnya (11 Muharram). (HR. Ahmad)

Dari dalil-dalil di atas, kemudian as-Syeikh Sayyid Sabiq di dalam kitab Fiqhus Sunnah-nya menyimpulkan bahwa yang paling utama adalah puasa sunnah 3 hari, yaitu pada tanggal 9, 10 dan 11 Muharram. Di bawahnya adalah puasa sunnah 2 hari pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Dan yang paling minimal adalah puasa sunnah hanya 1 hari pada tanggal 10 Muharram.

Demikianlah sekelumit tentang bulan-bulan haram atau mulia, lebih spesifik tentang bulan Muharram dan lebih spesifik lagi tentang hari Asyura atau tanggal 10 Muharram.

Semoga kita semua dapat menggunakan berbagai kesempatan emas yang Allah SWT sediakan kepada kita untuk memaksimalkan ibadah kita kepada Allah SWT, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn.

بَارَكَ اللّٰه لِيْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذاَ وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْاهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar