Editor
KOMPAS.com - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengajak seluruh pemangku kepentingan di sektor haji dan umrah bergerak dalam satu visi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah.
Menurutnya, penyelenggaraan haji dan umrah harus mengedepankan keamanan, kenyamanan, ketertiban, kepatuhan terhadap syariat, serta prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Pemerintah juga menilai penguatan ekosistem industri haji dan umrah menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik bagi jamaah.
Baca juga: Kemenhaj Sambas Siapkan Strategi Hadapi Musim Haji 2027, Masa Tunggu Jadi 28 Tahun
Hal tersebut disampaikan Gus Irfan saat membuka International Islamic Expo 2026 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf menegaskan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak dalam satu visi untuk menghadirkan layanan haji dan umrah yang aman, nyaman, tertib, sesuai syariat, serta menjunjung tinggi prinsip transparansi.
“Seluruh ekosistem harus tumbuh dalam satu arah, yaitu pelayanan jamaah yang aman, nyaman, tertib sesuai syariat, transparan, akuntabel, dan bermartabat,” ujar Gus Irfan saat membuka International Islamic Expo 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (26/6/2026).
Menurut Gus Irfan, perhatian pemerintah terhadap penguatan ekosistem industri umrah merupakan bagian dari implementasi amanat konstitusi untuk mewujudkan keadilan sosial sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, seluruh elemen dalam industri haji dan umrah diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa mengabaikan prinsip pelayanan dan perlindungan kepada jamaah.
Gus Irfan menekankan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam menciptakan tata kelola industri haji dan umrah yang profesional.
Menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi, baik oleh penyelenggara pemerintah maupun swasta, menjadi fondasi penting agar penyelenggaraan haji dan umrah berjalan secara berkeadaban serta memberikan kepastian bagi seluruh pihak.
Gus Irfan menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.
Menurutnya, berbagai inovasi dan capaian layanan yang telah berjalan dengan baik harus dipertahankan, sementara aspek-aspek yang masih memerlukan penyempurnaan akan menjadi fokus perbaikan pada musim haji berikutnya.
“Menjaga dan mempertahankan pengalaman baik yang telah terbukti berhasil untuk terus diterapkan, serta mengambil pengalaman baru yang lebih baik guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji,” kata dia.
Forum International Islamic Expo 2026 yang berlangsung pada 26–28 Juni 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) menjadi wadah konsolidasi berbagai pemangku kepentingan di sektor haji dan umrah.
Kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah, asosiasi penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK), maskapai penerbangan, penyedia akomodasi, lembaga keuangan syariah, industri halal, serta mitra internasional.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang