Editor
KOMPAS.com - Seletah berakhirnya musim haji 2026, Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Sambas mulai menyiapkan berbagai strategi untuk penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M.
Persiapan dilakukan melalui penataan administrasi, penguatan manasik kesehatan, serta edukasi kepada calon jemaah menyusul perubahan sistem kuota haji yang berdampak pada masa tunggu.
Di saat yang sama, evaluasi penyelenggaraan haji 2026 menunjukkan hasil positif dengan seluruh jemaah asal Kabupaten Sambas kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat.
Hasil evaluasi tersebut menjadi bekal bagi Kemenhaj Sambas untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada musim haji berikutnya.
Menghadapi musim haji 1448 H/2027 M, Kantor Kemenhaj Kabupaten Sambas telah memulai berbagai persiapan administrasi.
Baca juga: Kemenhaj Dorong Revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji, Dana Dikelola Lebih Transparan
Dokumen serta paspor milik jemaah haji tahun 2026 yang sempat tertunda keberangkatannya telah kembali dipersiapkan.
Saat ini, pihak Kemenhaj masih menunggu sirkulasi data nominatif resmi dari Kementerian Haji dan Umrah sebagai dasar pemanggilan jemaah secara definitif.
Untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan, program manasik haji kesehatan dan edukasi kesehatan sejak dini akan diintensifkan mulai pertengahan Agustus mendatang.
Program tersebut akan dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan melalui sosialisasi manasik kesehatan di berbagai zona wilayah Kabupaten Sambas.
Kasubbag TU Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sambas, Ilma Nurfauzah, mengatakan perubahan sistem kuota haji yang kini berbasis proporsi daftar tunggu (waiting list) berdampak pada bertambahnya masa tunggu calon jemaah.
Di Kabupaten Sambas, estimasi masa tunggu meningkat dari sekitar 21 tahun menjadi 28 tahun.
Untuk mengantisipasi dampak perubahan tersebut, Kantor Kemenhaj Kabupaten Sambas melakukan berbagai langkah mitigasi melalui edukasi, motivasi, dan sosialisasi kepada masyarakat.
"Perubahan basis kuota menjadi proporsi daftar tunggu ini memang konsekuensinya memperpanjang masa tunggu jemaah kita di Sambas menjadi 28 tahun. Langkah mitigasi yang kami lakukan berfokus pada pemberian motivasi, edukasi, serta penjelasan secara menyeluruh dan transparan kepada masyarakat agar tidak timbul kesalahpahaman," ujar Kasubbag TU Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Sambas, Ilma Nurfauzah, saat diwawancarai di ruang kerjanya di Sambas, Jum'at (26/6/2026).
Sementara itu, penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M bagi jemaah asal Kabupaten Sambas berlangsung aman dan lancar sejak keberangkatan hingga kepulangan.
Sebanyak 20 jemaah kembali ke daerah asal pada 18 Juni 2026 dalam kondisi sehat setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur karena 20 jemaah haji asal Kabupaten Sambas dapat menyelesaikan ibadah dengan khusyuk dan kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat wal'afiat pada 18 Juni kemarin. Apresiasi yang mendalam kami sampaikan kepada seluruh pihak, khususnya petugas haji Indonesia yang telah dedikatif memberikan pelayanan prima, baik dari segi pemenuhan logistik, akomodasi, hingga bimbingan ibadah selama di Tanah Suci," urai Ilma.
Pada musim haji tahun ini, jemaah Kabupaten Sambas bergabung dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dari kabupaten lain.
Berdasarkan hasil evaluasi, para jemaah menyatakan puas terhadap pola pendampingan yang diberikan selama menjalankan ibadah.
Kesehatan juga menjadi perhatian utama dengan pemantauan khusus terhadap jemaah lanjut usia yang masuk kategori risiko tinggi.
Sinergi antara Kantor Kemenhaj Kabupaten Sambas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas dilakukan melalui evaluasi berkala sehingga seluruh jemaah dapat kembali ke daerah asal dalam kondisi sehat.
"Penyambutan di daerah sengaja kami buat ringkas tanpa seremonial yang berbelit demi menjaga kenyamanan jemaah yang lelah pascaperjalanan jauh," tambahnya.
Di akhir keterangannya, Ilma menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kantor Wilayah Kemenhaj Provinsi Kalimantan Barat atas dukungan selama proses pemberangkatan hingga kepulangan jemaah.
Ia juga mengimbau calon jemaah haji musim 1448 H/2027 M agar mulai mempersiapkan kesehatan fisik, mental, serta kesiapan finansial sejak dini.
"Kami sangat mengimbau kepada seluruh calon jemaah haji untuk musim tahun 1448 H/2027 M agar menjaga kesehatan fisik dan mental sejak saat ini. Selain kesiapan batin, persiapan finansial atau pelunasan biaya haji juga menjadi faktor yang sangat penting untuk diperhatikan. Mari bersama-sama kita luruskan niat, semoga seluruh jemaah diberikan kelancaran, kemudahan, dan kelak meraih predikat haji yang mabrur, aamiin ya rabbal 'alamin," pungkas Ilma.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang