Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

MTQ Nasional 2026 Akan Libatkan Penyandang Disabilitas Sensorik

Kompas.com, 27 Juni 2026, 15:24 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Kementerian Agama (Kemenag) berkomitmen menghadirkan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional yang lebih inklusif dengan membuka ruang partisipasi bagi penyandang disabilitas sensorik.

Inisiatif tersebut mulai dirintis pada tahun ini di Semarang, Jawa Tengah, dan akan dipersiapkan secara lebih matang pada penyelenggaraan MTQ Nasional 2026.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Kemenag untuk memperluas akses terhadap pembinaan dan syiar Al Quran agar dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Baca juga: Tutup MTQ Disabilitas, Bahlil Dorong Regulasi Lebih Berpihak ke Penyandang Disabilitas

Melalui langkah tersebut, MTQ diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi membaca Al Quran, tetapi juga ruang yang setara dan ramah bagi semua peserta, termasuk penyandang disabilitas.

Kemenag Mulai Merintis MTQ Inklusif di Semarang

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengatakan penyelenggaraan MTQ yang melibatkan penyandang disabilitas sensorik mulai diinisiasi pada tahun ini di Semarang.

Baca juga: Cetak Sejarah Baru, MTQ Disabilitas di Ponpes An-Nawawi Purworejo Raih Rekor Dunia

“Tahun ini baru kita inisiasi. Tahun depan bapak, ibu, bisa mulai mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya,” ujar Abu Rokhmad saat dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat.

Untuk mendukung pelaksanaan MTQ yang inklusif, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) di seluruh Indonesia diminta mulai melakukan pembinaan dan menyiapkan calon peserta sejak dini.

MTQ Tidak Hanya Menjadi Ajang Kompetisi

Menurut Abu, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat fungsi MTQ, bukan hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai sarana pembinaan dan syiar Al Quran yang dapat diakses semua kalangan.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan cabang musabaqah bagi penyandang disabilitas sensorik menjadi wujud komitmen Kementerian Agama untuk memastikan setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama dalam membaca, memahami, dan menghayati Al Quran.

“Kita ingin pengembangan tilawah Al Quran juga menyentuh anak-anak kita yang berada dalam kondisi keterbatasan, sehingga mereka juga akan memiliki kesempatan yang cukup untuk melakukan berbagai macam kegiatan keagamaan,” ujarnya.

MTQ Diharapkan Menjadi Ruang yang Ramah dan Setara

Abu menilai pembinaan Al Quran tidak boleh hanya menyasar kelompok tertentu, tetapi harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Karena itu, penyelenggaraan MTQ yang semakin inklusif diharapkan dapat menjadi ruang yang lebih ramah, setara, dan memberi kesempatan berprestasi bagi semua peserta.

Ia menambahkan, pengembangan cabang baru bagi penyandang disabilitas sensorik juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif.

Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap MTQ sebagai kegiatan keagamaan yang tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga menumbuhkan nilai kemanusiaan, kesetaraan, dan pemberdayaan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Masuk Tahap AKAP, Ribuan Peserta Bersiap Ikuti Tes 28 Juni
Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Masuk Tahap AKAP, Ribuan Peserta Bersiap Ikuti Tes 28 Juni
Aktual
MTQ Nasional 2026 Akan Libatkan Penyandang Disabilitas Sensorik
MTQ Nasional 2026 Akan Libatkan Penyandang Disabilitas Sensorik
Aktual
Ternyata Olahan Nugget Belum Tentu Halal, Ini Titik Kritis yang Perlu Diperhatikan
Ternyata Olahan Nugget Belum Tentu Halal, Ini Titik Kritis yang Perlu Diperhatikan
Aktual
Shalat Tahiyyatul Masjid Disunnahkan, Kecuali dalam Keadaan Ini
Shalat Tahiyyatul Masjid Disunnahkan, Kecuali dalam Keadaan Ini
Aktual
Mulai 1 Juli 2026 Jamaah Umrah dan Haji Khusus Diberangkatkan Lewat Terminal 2F Soekarno-Hatta
Mulai 1 Juli 2026 Jamaah Umrah dan Haji Khusus Diberangkatkan Lewat Terminal 2F Soekarno-Hatta
Aktual
Berkunjung ke Masjid Khandaq, Saksi Bisu Perjuangan Rasulullah dan Sahabat Saat Perang Khandaq
Berkunjung ke Masjid Khandaq, Saksi Bisu Perjuangan Rasulullah dan Sahabat Saat Perang Khandaq
Aktual
Napak Tilas Jannatul Baqi, Makam Bersahaja Para Sahabat Nabi di Sisi Timur Nabawi
Napak Tilas Jannatul Baqi, Makam Bersahaja Para Sahabat Nabi di Sisi Timur Nabawi
Aktual
Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dibuka, UIN Sunan Kudus Jadi Pusat Konsolidasi Ilmuwan NU
Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dibuka, UIN Sunan Kudus Jadi Pusat Konsolidasi Ilmuwan NU
Aktual
Al-Quran Fushshilat 34: Redam Benci, Ubah Musuh Jadi Sahabat Sejati
Al-Quran Fushshilat 34: Redam Benci, Ubah Musuh Jadi Sahabat Sejati
Aktual
Surah Asy-Syura Ayat 40: Antara Keadilan Qishash dan Indahnya Pintu Maaf
Surah Asy-Syura Ayat 40: Antara Keadilan Qishash dan Indahnya Pintu Maaf
Aktual
Doa Taubat dan Memohon Ampunan kepada Allah SWT, Lengkap dengan Arab dan Artinya
Doa Taubat dan Memohon Ampunan kepada Allah SWT, Lengkap dengan Arab dan Artinya
Doa dan Niat
Hukum Mengirim Stiker Doa di WhatsApp, Apakah Bernilai Ibadah? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Mengirim Stiker Doa di WhatsApp, Apakah Bernilai Ibadah? Ini Penjelasan Ulama
Doa dan Niat
Tak Bisa Puasa Asyura karena Haid? Muslimah Tetap Bisa Raih Keutamaannya dengan 4 Amalan Ini
Tak Bisa Puasa Asyura karena Haid? Muslimah Tetap Bisa Raih Keutamaannya dengan 4 Amalan Ini
Aktual
Hukum Mengonsumsi Obat Mengandung Alkohol Menurut Islam, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan MUI
Hukum Mengonsumsi Obat Mengandung Alkohol Menurut Islam, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan MUI
Aktual
359 Jamaah Haji Kloter 16 Debarkasi Banjarmasin Tiba di Tanah Air
359 Jamaah Haji Kloter 16 Debarkasi Banjarmasin Tiba di Tanah Air
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com