MADINAH, KOMPAS.com - Sumur Rawha menyimpan jejak sejarah Islam yang sangat penting untuk diketahui umat Muslim.
Sumber air yang terletak 80 km di barat Madinah ini memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan perjalanan Rasulullah SAW dan para nabi terdahulu.
Hanif Mutashim, Mahasiswa Doktoral Universitas Islam Madinah, menjelaskan keistimewaan kawasan di sumur Rawha ini antara lain pernah disinggahi para Nabi, sehingga disebut Darbul Anbiya. "Beliau (Rasulullah) bersabda bahwasannya telah lewat di jalan ini 70 nabi," kata Hanif, Sabtu (26/6/2026).
Rasulullah juga pernah menjadikan Rawha sebagai titik peristirahatan pada beberapa momen.
"Di lokasi ini Rasulullah bersama para sahabatnya singgah ketika akan hendak umrah dan juga haji akbar, haji wada," jelasnya.
Baca juga: Peristiwa Sejarah Hari Asyura 10 Muharram dan Anjuran Puasa dalam Ajaran Islam
Rawha pun menjadi saksi bisu sejarah peperangan antara umat Islam dengan kaum kafir.
Tempat ini pernah disinggahi Rasulullah ketika akan berangkat ke Perang Badar.
Rawha juga pernah menjadi tempat singgah kaum kafir Quraisy ketika selesai Perang Uhud dan kembali ke Mekkah.
Dari lokasi inilah kaum Quraisy merencanakan pergerakan militer susulan. "Mereka balik lagi ke Madinah untuk melanjutkan perang babak kedua yang disebut dengan Perang Hamra'ul Asad," sebutnya.
Perang babak kedua tersebut pada akhirnya terjadi di tempat yang berbeda, yaitu Perang Hamra'ul Asad, karena bertempat di sebuah gunung Hamra'ul Asad, dekat dengan Masjid Zul Huleifah di Madinah atau Bir Ali.
Sumur Rahwa.Dari segi geografis, sumur di Rawha memegang peranan penting bagi kelangsungan hidup para musafir di tengah gurun.
Sumur Rawha ini merupakan sumur utama yang terbesar di daerah tersebut, sehingga menjadi tempat persinggahan para musafir. "Karena di sini dahulu adalah jalur utama karavan ataupun mereka-mereka yang bolak-balik ke Mekkah-Madinah maupun mereka yang ke arah Syam," urainya.
Karena menjadi tempat persinggahan, termasuk oleh Rasulullah, maka dibangun masjid di tempat ini dengan nama yang sama, yakni Masjid Rawha. "Di sini Rasulullah pernah istirahat, minum dari sumurnya, kemudian sholat di sini, makanya dibangun masjid," katanya.
Sering kali beberapa orang mengira Sumur Rawha memiliki kisah mukjizat Rasulullah.
Baca juga: Sensasi Berkuda di Gurun Madinah: Wisata Spiritual Jemaah Indonesia
Nabi pernah meludahi sumur beracun yang kemudian berubah menjadi sumur penyembuh.
Namun ternyata, kata Hanif, lokasinya bukan di Rawha. "Letaknya 13 km setelah Rawha, yaitu Bir asy-Syifa, atau sumur kesembuhan," ujarnya.
Bagi jemaah dan peziarah yang datang berkunjung ke Madinah dan melewati kawasan Rawha, maka dapat singgah untuk mengikuti jejak beliau. "Silakan yang datang ke sini untuk mengikuti jejak beliau, yaitu sholat di lokasi tersebut," tutup Hanif.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang