Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menelusuri Sumur Rawha, Tempat Rasulullah SAW Beristirahat di Jalur Para Nabi

Kompas.com, 28 Juni 2026, 13:35 WIB
Pythag Kurniati,
Farid Assifa

Tim Redaksi

MADINAH, KOMPAS.com - Sumur Rawha menyimpan jejak sejarah Islam yang sangat penting untuk diketahui umat Muslim.

Sumber air yang terletak 80 km di barat Madinah ini memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan perjalanan Rasulullah SAW dan para nabi terdahulu.

Hanif Mutashim, Mahasiswa Doktoral Universitas Islam Madinah, menjelaskan keistimewaan kawasan di sumur Rawha ini antara lain pernah disinggahi para Nabi, sehingga disebut Darbul Anbiya. "Beliau (Rasulullah) bersabda bahwasannya telah lewat di jalan ini 70 nabi," kata Hanif, Sabtu (26/6/2026).

Rasulullah juga pernah menjadikan Rawha sebagai titik peristirahatan pada beberapa momen.

"Di lokasi ini Rasulullah bersama para sahabatnya singgah ketika akan hendak umrah dan juga haji akbar, haji wada," jelasnya.

Baca juga: Peristiwa Sejarah Hari Asyura 10 Muharram dan Anjuran Puasa dalam Ajaran Islam

Saksi Bisu Peristiwa Perang

Rawha pun menjadi saksi bisu sejarah peperangan antara umat Islam dengan kaum kafir.

Tempat ini pernah disinggahi Rasulullah ketika akan berangkat ke Perang Badar.

Rawha juga pernah menjadi tempat singgah kaum kafir Quraisy ketika selesai Perang Uhud dan kembali ke Mekkah.

Dari lokasi inilah kaum Quraisy merencanakan pergerakan militer susulan. "Mereka balik lagi ke Madinah untuk melanjutkan perang babak kedua yang disebut dengan Perang Hamra'ul Asad," sebutnya.

Perang babak kedua tersebut pada akhirnya terjadi di tempat yang berbeda, yaitu Perang Hamra'ul Asad, karena bertempat di sebuah gunung Hamra'ul Asad, dekat dengan Masjid Zul Huleifah di Madinah atau Bir Ali.

Jalur Perdagangan dan Transportasi

Sumur Rahwa.DOK Pythag Kurniati (MCH 2026) Sumur Rahwa.

Dari segi geografis, sumur di Rawha memegang peranan penting bagi kelangsungan hidup para musafir di tengah gurun.

Sumur Rawha ini merupakan sumur utama yang terbesar di daerah tersebut, sehingga menjadi tempat persinggahan para musafir. "Karena di sini dahulu adalah jalur utama karavan ataupun mereka-mereka yang bolak-balik ke Mekkah-Madinah maupun mereka yang ke arah Syam," urainya.

Karena menjadi tempat persinggahan, termasuk oleh Rasulullah, maka dibangun masjid di tempat ini dengan nama yang sama, yakni Masjid Rawha. "Di sini Rasulullah pernah istirahat, minum dari sumurnya, kemudian sholat di sini, makanya dibangun masjid," katanya.

Sering kali beberapa orang mengira Sumur Rawha memiliki kisah mukjizat Rasulullah.

Baca juga: Sensasi Berkuda di Gurun Madinah: Wisata Spiritual Jemaah Indonesia

Nabi pernah meludahi sumur beracun yang kemudian berubah menjadi sumur penyembuh.

Namun ternyata, kata Hanif, lokasinya bukan di Rawha. "Letaknya 13 km setelah Rawha, yaitu Bir asy-Syifa, atau sumur kesembuhan," ujarnya.

Bagi jemaah dan peziarah yang datang berkunjung ke Madinah dan melewati kawasan Rawha, maka dapat singgah untuk mengikuti jejak beliau. "Silakan yang datang ke sini untuk mengikuti jejak beliau, yaitu sholat di lokasi tersebut," tutup Hanif.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Hukum Shalat Pakai Kaos Bergambar, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Shalat Pakai Kaos Bergambar, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Menelusuri Sumur Rawha, Tempat Rasulullah SAW Beristirahat di Jalur Para Nabi
Menelusuri Sumur Rawha, Tempat Rasulullah SAW Beristirahat di Jalur Para Nabi
Aktual
Kemenag Resmi Tutup Ponpes Ibadurrahman Kaltim, Bagaimana Nasib Santri?
Kemenag Resmi Tutup Ponpes Ibadurrahman Kaltim, Bagaimana Nasib Santri?
Aktual
Arab Saudi Undang 1.000 Jamaah Umrah dari Seluruh Dunia, Dibiayai Penuh oleh Raja Salman
Arab Saudi Undang 1.000 Jamaah Umrah dari Seluruh Dunia, Dibiayai Penuh oleh Raja Salman
Aktual
Kemenag Uji Kapasitas Calon Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031, 83 Peserta Diseleks
Kemenag Uji Kapasitas Calon Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031, 83 Peserta Diseleks
Aktual
Menhaj: Seluruh Ekosistem Haji dan Umrah Harus Satu Visi Tingkatkan Pelayanan Jamaah
Menhaj: Seluruh Ekosistem Haji dan Umrah Harus Satu Visi Tingkatkan Pelayanan Jamaah
Aktual
Tokoh Muda NU Berharap Muktamar ke-35 NU Bisa Hasilkan Pemimpin Pemersatu
Tokoh Muda NU Berharap Muktamar ke-35 NU Bisa Hasilkan Pemimpin Pemersatu
Aktual
Jusuf Kalla Letakkan Batu Pertama Masjid Hajjah Yuliana di Australia, Soroti Peran Masjid bagi Umat
Jusuf Kalla Letakkan Batu Pertama Masjid Hajjah Yuliana di Australia, Soroti Peran Masjid bagi Umat
Aktual
Tiga Pilihan Saat Disakiti Menurut Al Quran: Adil, Utama, atau Justru Berubah Zalim?
Tiga Pilihan Saat Disakiti Menurut Al Quran: Adil, Utama, atau Justru Berubah Zalim?
Aktual
Kemenhaj Sambas Siapkan Strategi Hadapi Musim Haji 2027, Masa Tunggu Jadi 28 Tahun
Kemenhaj Sambas Siapkan Strategi Hadapi Musim Haji 2027, Masa Tunggu Jadi 28 Tahun
Aktual
Kemenhaj Bentuk Task Force Optimalkan Penerbangan Haji, Targetkan Wisatawan Timur Tengah ke Indonesia
Kemenhaj Bentuk Task Force Optimalkan Penerbangan Haji, Targetkan Wisatawan Timur Tengah ke Indonesia
Aktual
Pecahkan Rekor Nasional, Bina Insan Mulia Wisuda 467 Penghafal Al Quran 30 Juz dalam 4 Bulan
Pecahkan Rekor Nasional, Bina Insan Mulia Wisuda 467 Penghafal Al Quran 30 Juz dalam 4 Bulan
Aktual
Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Masuk Tahap AKAP, Ribuan Peserta Bersiap Ikuti Tes 28 Juni
Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Masuk Tahap AKAP, Ribuan Peserta Bersiap Ikuti Tes 28 Juni
Aktual
MTQ Nasional 2026 Akan Libatkan Penyandang Disabilitas Sensorik
MTQ Nasional 2026 Akan Libatkan Penyandang Disabilitas Sensorik
Aktual
Ternyata Olahan Nugget Belum Tentu Halal, Ini Titik Kritis yang Perlu Diperhatikan
Ternyata Olahan Nugget Belum Tentu Halal, Ini Titik Kritis yang Perlu Diperhatikan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com