Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penyuluh Agama Diminta Jadi Fact Checker Keagamaan di Era AI

Kompas.com, 1 Juli 2026, 16:03 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Kemajuan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mengubah cara masyarakat memperoleh pengetahuan agama.

Akses terhadap informasi keagamaan kini semakin mudah melalui media sosial dan berbagai aplikasi berbasis AI.

Namun, tidak semua informasi yang beredar memiliki dasar keilmuan yang benar, utuh, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga: Kemenag: Penyuluh Agama Harus Aktif Berdakwah di Media Sosial

Karena itu, Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan peran Penyuluh Agama Islam kini semakin penting sebagai pembimbing masyarakat dalam menyaring informasi dan meluruskan pemahaman keagamaan di era digital.

Kemenag: Penyuluh Agama Harus Jadi Fact Checker Keagamaan

Pesan tersebut disampaikan Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis M. Hanafi, saat memberikan pembinaan kepada Penyuluh Agama Islam se-Kalimantan Timur di Samarinda.

Baca juga: Dari Penyuluh Agama Jadi Kepala KUA, Buah Manis Pengabdian Uun Kurniasih Selama 26 Tahun

Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur itu diikuti 50 penyuluh secara luring dan 102 peserta secara daring.

Turut hadir Kepala Kantor Wilayah Kemenag Kalimantan Timur H. Abdul Khaliq, Kabag TU H. Murdi, dan Kabid Bimas Islam H. Rudi Kartono.

“Di era media sosial dan AI, tantangan penyuluh bukan hanya menyampaikan ajaran agama, tetapi juga membimbing masyarakat agar mampu membedakan mana pengetahuan agama yang otoritatif dan mana yang hanya viral. Penyuluh harus menjadi fact checker keagamaan — namun bukan fact checker biasa, melainkan yang berpijak pada sanad keilmuan,” ujarnya di Samarinda, Selasa (30/6/2026).

AI Mempermudah tetapi Tidak Memiliki Sanad Keilmuan

Muchlis mengatakan, belakangan ini semakin banyak masyarakat menjadikan media sosial maupun aplikasi AI sebagai rujukan utama untuk mencari jawaban atas persoalan agama.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah pola belajar masyarakat secara signifikan.

Menurut dia, AI memang mampu menyajikan informasi dengan cepat, tetapi tidak memiliki landasan keilmuan dan tanggung jawab sebagaimana ulama maupun penyuluh agama.

“AI dapat membantu mencari informasi dengan sangat cepat. Namun AI tidak memiliki sanad keilmuan, tidak memiliki tanggung jawab moral, dan tidak mampu memahami konteks sosial masyarakat sebagaimana seorang ulama maupun penyuluh agama,” katanya.

Karena itu, penyuluh agama perlu menghadirkan nilai yang tidak dapat digantikan oleh teknologi, seperti keteladanan, empati, pendampingan, kemampuan membaca kondisi masyarakat, serta kebijaksanaan dalam memberikan bimbingan keagamaan.

Dakwah Harus Relevan dengan Perubahan Zaman

Muchlis juga mengingatkan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketegangan geopolitik, tekanan ekonomi global, disrupsi teknologi, perubahan pola komunikasi, hingga perkembangan kecerdasan buatan.

Menurutnya, berbagai perubahan tersebut turut memengaruhi cara masyarakat memahami ajaran agama.

Dalam kondisi tersebut, penyuluh agama dituntut memperkuat penguasaan fiqh al-waqi' atau pemahaman terhadap realitas, serta fiqh at-tahawwulāt atau pemahaman terhadap perubahan sosial.

Ia menilai dakwah yang efektif tidak hanya bertumpu pada penguasaan dalil, tetapi juga kemampuan memahami perkembangan zaman agar pesan-pesan agama tetap relevan dan mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Penyuluh harus memahami apa yang sedang terjadi di tengah masyarakat, sekaligus mampu memprediksi arah perubahan yang akan datang. Dakwah tidak boleh tertinggal oleh perubahan zaman,” tegasnya.

Penyuluh Agama Didorong Tingkatkan Literasi Digital

Muchlis turut mengapresiasi dedikasi para Penyuluh Agama Islam yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan keagamaan pemerintah hingga ke pelosok daerah.

Menurutnya, keberhasilan berbagai program pembinaan keagamaan sangat bergantung pada kerja nyata para penyuluh yang hadir langsung di tengah masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh penyuluh untuk terus meningkatkan kompetensi, baik dalam penguasaan ilmu agama, kemampuan komunikasi, literasi digital, maupun pemanfaatan teknologi secara bijaksana.

“Teknologi akan terus berkembang, AI akan semakin cerdas. Tetapi masyarakat tetap membutuhkan sosok yang mampu membimbing, mendengarkan, dan menghadirkan nilai-nilai agama secara arif. Di situlah peran penyuluh menjadi semakin penting, bukan semakin berkurang,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenhaj Sumbar Gagas Gerakan Haji Muda, Pelajar Diajak Menabung Mulai Rp 2.000 per Hari
Kemenhaj Sumbar Gagas Gerakan Haji Muda, Pelajar Diajak Menabung Mulai Rp 2.000 per Hari
Aktual
Presiden Prabowo: Masyarakat Harus Bisa Beribadah dengan Damai
Presiden Prabowo: Masyarakat Harus Bisa Beribadah dengan Damai
Aktual
Sadar Halal Berbasis KUA Digencarkan, Kemenag Perkuat Literasi Jelang Wajib Halal Oktober 2026
Sadar Halal Berbasis KUA Digencarkan, Kemenag Perkuat Literasi Jelang Wajib Halal Oktober 2026
Aktual
1.350 Penyuluh Agama Lolos Verifikasi Penilaian Kompetensi 2026, Siap Ikuti Tahap Selanjutnya
1.350 Penyuluh Agama Lolos Verifikasi Penilaian Kompetensi 2026, Siap Ikuti Tahap Selanjutnya
Aktual
BPKH Pangkas Anggaran Operasional Rp100 Miliar pada 2026, Fokus Jaga Dana Haji
BPKH Pangkas Anggaran Operasional Rp100 Miliar pada 2026, Fokus Jaga Dana Haji
Aktual
Penyuluh Agama Diminta Jadi Fact Checker Keagamaan di Era AI
Penyuluh Agama Diminta Jadi Fact Checker Keagamaan di Era AI
Aktual
6 Doa ketika Dizalimi agar Mendapat Keadilan, Diambil dari Ayat-ayat Al-Quran
6 Doa ketika Dizalimi agar Mendapat Keadilan, Diambil dari Ayat-ayat Al-Quran
Doa dan Niat
Tata Cara Berdoa agar Harapan dan Keinginan Segera Dikabulkan Allah
Tata Cara Berdoa agar Harapan dan Keinginan Segera Dikabulkan Allah
Doa dan Niat
Arab Saudi Gunakan Perlengkapan Khusus untuk Prosesi Pencucian Kabah
Arab Saudi Gunakan Perlengkapan Khusus untuk Prosesi Pencucian Kabah
Aktual
Cara Berdagang ala Rasulullah: 10 Prinsip Bisnis Jujur Membawa Berkah
Cara Berdagang ala Rasulullah: 10 Prinsip Bisnis Jujur Membawa Berkah
Aktual
Doa Nabi Yunus Dibaca Saat Menghadapi Kesulitan, Lengkap Arab Latin Artinya
Doa Nabi Yunus Dibaca Saat Menghadapi Kesulitan, Lengkap Arab Latin Artinya
Doa dan Niat
7 Doa Harian Rasulullah yang Pendek dan Mudah Dihafal, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
7 Doa Harian Rasulullah yang Pendek dan Mudah Dihafal, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Kumpulan Doa Agar Segala Urusan Dilancarkan Lengkap Arab Latin Arti
Kumpulan Doa Agar Segala Urusan Dilancarkan Lengkap Arab Latin Arti
Doa dan Niat
Produk Singkong Binaan Muhammadiyah Tembus Korea, Buka Peluang Ekspor Pangan Lokal
Produk Singkong Binaan Muhammadiyah Tembus Korea, Buka Peluang Ekspor Pangan Lokal
Aktual
Muhammadiyah Miliki 23 Fakultas Kedokteran untuk Pemerataan Kesehatan di Luar Jawa
Muhammadiyah Miliki 23 Fakultas Kedokteran untuk Pemerataan Kesehatan di Luar Jawa
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar