Editor
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي خَلَقَ الْإِنْسَانَ وَعَلَّمَهُ الْبَيَانَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ الْأَمِيْنُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Segala puji bagi Allah SWT yang telah menciptakan manusia dengan segala keistimewaan, di antaranya adalah karunia berupa lidah (lisan) untuk berkomunikasi.
Sebagaimana firman-Nya dalam Surah Ar-Rahman ayat 3-4:
خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ . عَلَّمَهُ ٱلْبَيَانَ
Artinya: "Dia menciptakan manusia, mengajarnya pandai berbicara."
Namun, lisan ini bagaikan pisau bermata dua. Ia bisa menjadi jalan menuju surga, namun sering kali justru menjadi penyebab utama seseorang terjerumus ke dalam api neraka.
Baca juga: Khutbah Jumat 26 Juni 2026: Menjaga Mizan: Menunaikan Amanah Khalifah dalam Merawat Bumi
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Imam al-Ghazali dalam kitab monumental beliau, Ihya' Ulumuddin, merinci terdapat 20 bahaya lidah yang harus kita waspadai. Bahaya-bahaya ini tidak hanya merusak akhlak, tetapi juga bisa merusak nilai tauhid dan ibadah kita. Beberapa di antaranya yang sangat relevan dengan zaman sekarang adalah:
1. Berkata kasar dan kotor: Allah sangat membenci lisan yang keji.
Rasulullah SAW bersabda:
لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلَا اللَّعَّانِ وَلَا الْفَاحِشِ وَلَا الْبَذِيءِ
"Seorang mukmin bukanlah orang yang banyak mencela, bukan orang yang banyak melaknat, bukan pula orang yang keji, dan bukan orang yang jorok omongannya." (HR. Tirmidzi)
2. Menghina dan Mencaci-maki: Menyakiti perasaan sesama muslim adalah perbuatan fasik.
Rasulullah SAW bersabda:
سِبَابُ اَلْمُسْلِمِ فُسُوْقٌ، وَقِتَالُهُ كُفْرٌ
"Menghina seorang muslim adalah fasik dan membunuhnya adalah kafir." (HR. Muslim)
3. Menggunjing (Ghibah) dan Mengadu Domba (Namimah): Dua penyakit ini sering dianggap remeh namun menghancurkan persaudaraan.
4. Berdusta: Termasuk salah satu pintu kemunafikan.
5. Berbicara Hal yang Sia-Sia: Kita sering menghabiskan waktu membicarakan hal yang tidak bermanfaat, padahal tanda baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan yang tidak berguna baginya.
Ma’asyiral Muslimin,
Ingatlah bahwa setiap kata yang keluar dari mulut kita senantiasa diawasi dan dicatat oleh malaikat.
Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Infitaar ayat 10-11:
وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَٰفِظِينَ . كِرَامًا كَٰتِبِينَ
"Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu)."
Lisan yang tidak terjaga dapat melempar pemiliknya ke neraka sejauh timur dan barat. Oleh karena itu, Imam al-Ghazali menekankan bahwa jika kita tidak mampu berkata yang baik, maka diam adalah jalan keselamatan terbaik.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا، أَوْ لِيَصْمُتْ
"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik dan jika tidak maka diamlah." (HR. Bukhari & Muslim)
Semoga Allah SWT senantiasa menjaga lisan kita dari segala bentuk keburukan dan menjadikannya sebagai sarana untuk berzikir dan menebar kebaikan.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ.
اَلْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوَانِهِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثِيْرًا.
Baca juga: Khutbah Jumat 26 Juni 2026: Bulan Muharram, Bulan untuk Memuliakan Anak Yatim
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita tutup khutbah ini dengan doa, memohon agar kita diberikan kekuatan untuk menjaga lisan kita di dunia nyata maupun di media sosial. Karena keselamatan seseorang sangat bergantung pada kemampuannya menjaga apa yang ada di antara kedua rahangnya.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ
أَلْسِنَتَنَا رَطْبَةً بِذِكْرِكَ وَنَقِّهَا مِنَ الْكَذِبِ وَالْغِيْبَةِ وَالْبُهْتَانِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ
يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ
يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang