Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khutbah Jumat Menyentuh Hati, Muhasabah demi Meraih Kebahagiaan di Akhirat

Kompas.com, 3 Juli 2026, 09:46 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com - Berikut adalah teks Khutbah Jumat tentang pentingnya muhasabah diri demi kebahagiaan di akhirat, yang disusun oleh KH Nur Rohmad, Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan MUI Kab Mojokerto, seperti dilansir dari laman MUI.

Baca juga: Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Memaknai Usia 40 Tahun dan Fase Kahulah

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ غَافِرِ الذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيْدِ الْعِقَابِ ذِي الطَّوْلِ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ إِلَيْهِ الْمَصِيْرُ، دَبَّرَ فَأَحْكَمَ التَّدْبِيْرَ، وَقَدَّرَ وَشَاءَ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً أَسْأَلُ رَبِّي لِي وَلَكُمْ بِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنْ يُجِيْرََنَا مِنْ نَارِ السَّعِيْرِ،

وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا محمدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْهَادِي الْبَشِيْرُ، وَالْقَمَرُ الْمُنِيْرُ، اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الطَّيِّبِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ،

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَظِيْمِ، اِتَّقُوْا اللهَ فَإِنَّ تَقْوَاهُ أَفْضَلُ مُكتَسَبٍ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ تَعَالَى يَقُوْلُ فِي الْقُرْْآنِ الْكَرِيْمِ: ﵟوَإِن تُبۡدُواْ مَا فِيٓ أَنفُسِكُمۡ أَوۡ تُخۡفُوهُ يُحَاسِبۡكُم بِهِ ٱللَّهُۖ

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah..

Mengawali khutbah pada siang hari yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah ta’ala, satu-satunya Tuhan yang wajib dan berhak disembah, Pencipta segala sesuatu, yang menakdirkan terjadinya segala sesuatu, Maha Kuasa atas segala sesuatu, tidak membutuhkan kepada segala sesuatu dan berbeda dengan segala sesuatu, yang tidak membutuhkan kepada tempat dan arah serta Maha Suci dari bentuk dan ukuran.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah...

Allah ta'ala Maha Mengetahui apapun yang terjadi di alam raya ini. Dia senantiasa mengetahui seluruh keadaan hamba-hamba-Nya, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Karenanya, hamba yang beruntung dan berbahagia adalah yang selalu mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, berpegang pada petunjuk, ajaran, dan bimbingannya.

Hamba yang sukses dan selamat adalah yang takut akan hari perhitungan, sebagaimana firman Allah ta’ala dalam Alquran:

ﵟوَأَمَّا مَنۡ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى ٱلنَّفۡسَ عَنِ ٱلۡهَوَىٰ ٤٠ فَإِنَّ ٱلۡجَنَّةَ هِيَ ٱلۡمَأۡوَىٰ ٤١

Maknanya: "Adapun orang yang takut kelak akan dihisab oleh Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surga adalah tempat tinggalnya." (QS an-Nazi’at: 40-41)

وَأَمَّا مَنۡ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ

Yakni, ia takut akan pertanyaan di hari perhitungan saat ia dihisab dan mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah mati dengan menjauhi hal-hal yang diharamkan serta menunaikan kewajiban yang telah Allah Subhanahu wata’ala tetapkan atas dirinya.

وَنَهَى ٱلنَّفۡسَ عَنِ ٱلۡهَوَىٰ

Yakni, ia menahan dirinya dari keinginan hawa nafsu yang tercela, yaitu apa yang diinginkan dan dicondongi oleh hawa nafsu yang senantiasa mengajak kepada keburukan, yang bertentangan dengan syariat Allah ta’ala.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah..

Salah satu sebab utama seseorang takut akan hisab di akhirat dan menahan diri dari keinginan hawa nafsu tercela adalah dengan senantiasa memuhasabah (mengintrospeksi) dan mengawasi dirinya. Muhasabah yang sejati adalah muhasabah yang pahit, yakni berani mengatakan dan melakukan kebenaran meskipun terasa pahit.

Sebagian orang ketika mulai memuhasabah dirinya, mendapati bahwa ia telah memakan harta orang lain, merampas tanah orang lain, atau melanggar hak-hak sesama.

Ketika ia ingin mengembalikannya, terasa sulit baginya, sehingga menjadi pahit untuk dilakukan. Andai saja ia mengikuti nasihat Sayyidina Umar radhiyallahu ‘anhu:

حَاسِبُوْا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوْا وَزِنُوْا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُوْزَنُوْا، أَهْوَنُ عَلَيْكُمْ فِي الْحِسَابِ غَدًا أَنْ تُحَاسِبُوْا نُفُوْسَكُمْ اليَوْمَ، وَتَزَيَّنُوْا لِلْعَرْضِ الْأَكْبَرِ ﵟيَوۡمَئِذٖ تُعۡرَضُونَ لَا تَخۡفَىٰ مِنكُمۡ خَافِيَةٞ

"Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang. Sesungguhnya akan lebih ringan bagi kalian di hari perhitungan kelak jika kalian menghisab diri kalian hari ini. Dan bersiaplah untuk menghadapi ‘Hari Perhitungan’, sebagaimana firman Allah: ‘Pada hari itu kalian akan dihisab oleh Allah, tiada sesuatu pun dari kalian yang tersembunyi.’ (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam kitab az-Zuhd)

Oleh karena itu, barang siapa yang memuhasabah dirinya di dunia, maka akan terasa ringan baginya urusan di akhirat. Dan konsekuensi dari muhasabah diri, jika kita berbuat maksiat, adalah segera bertobat.

Ma’asyiral Muslimin rahimakullah..

Sesungguhnya manusia di dunia ini senantiasa berada dalam jihad melawan hawa nafsu, melawan setan dari kalangan manusia maupun jin, serta melawan dunia yang fana ini.

Dalam sebuah pertempuran, manusia bisa saja terluka, namun yang benar-benar membinasakan adalah ketika ia duduk diam dan malas berjuang.

Setiap hari begitu kita bangun dari tidur, sesungguhnya kita kembali memasuki medan pertempuran, medan jihad. Dan akhir dari pertempuran ini hanyalah ketika ajal kita tiba, bukan sebelumnya.

Sebagian orang menyangka bahwa jika ia telah shalat, berpuasa, dan bertobat kepada Allah, maka ia telah terbebas dari godaan setan dan selamat dalam pertempuran ini. Padahal, Imam Ahmad bin Hanbal ketika sakit menjelang wafatnya—sebagaimana diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam Syu‘abul Iman—beliau memandang ke sudut rumah sambil berkata:

لَا لَيْسَ بَعْدُ، لَا حَتَّى أَمُوْتَ

"Tidak, belum sekarang tidak, sampai aku mati."

Saat itu putranya bertanya, "Wahai ayah, apa yang terjadi? Apa yang Ayah lihat? Beliau menjawab:

إِنَّ الشَّيْطَانَ قَائِمٌ بِحِذَائِيْ يَقُوْلُ: يَا أَحْمَدُ فُتَّنِي، وَأَنَا أَقُوْلُ: لَا لَيْسَ بَعْدُ، لَا حَتَّى أَمُوْتَ

"Sesungguhnya setan berdiri di sampingku seraya berkata: ‘Wahai Ahmad, engkau telah terbebas dariku.’ Maka aku menjawab: ‘Tidak, belum sekarang tidak, sampai aku mati.’"

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah..

Maka dari itu, marilah kita menghisab dan memuhasabah diri kita sebelum kita dihisab oleh Allah Yang Maha Mendengar tanpa telinga dan Maha Melihat tanpa mata serta Maha Mengetahui segala sesuatu, tiada sesuatu apapun yang tersembunyi dari-Nya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ (رواه الترمذي)

Maknanya: "Orang yang cerdas adalah yang selalu mengintrospeksi dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati. Sedangkan orang yang lemah adalah yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah." (HR at -Tirmidzi)

Jadi orang yang cerdas dan bijak adalah yang menghisab dirinya di dunia sebelum ia dihisab pada hari kiamat. Sedangkan orang yang lemah adalah yang tidak menahan dirinya dari syahwat, tidak mencegahnya dari perbuatan haram dan kesenangan yang terlarang, walaupun ia banyak dosa, ia berangan-angan pengampunan dosa dari Allah.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah..

Namun penting untuk kita camkan bersama bahwa muhasabah dan introspeksi diri membutuhkan ilmu. Bagaimana mungkin seseorang menghisab dirinya sementara ia tidak mengetahui mana yang halal dan mana yang haram? Apakah kita pernah mendengar ada sebuah perusahaan yang menempatkan seorang akuntan yang tidak mampu membedakan antara kerugian dan keuntungan? Tentu tidak.

Ada seseorang berkata, "Aku hanya memiliki seratus ribu, lalu aku melihat seorang fakir meminta uang, kemudian aku memberinya seratus ribu itu. Setelah berjalan sedikit, aku menemukan uang satu juta tergeletak di jalan, lalu aku mengambilnya. Ia lalu berkata—padahal ucapannya ini bertentangan dengan syariat Allah—Itu karena aku telah bersedekah kepada fakir tadi."

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah..

Seandainya ia memiliki ilmu, tentu ia tahu bahwa dalam syariat Allah hal itu disebut luqathah (barang temuan), dan tidak boleh ia mengambil serta menggunakannya sebelum menanyakan dan mencari pemiliknya sesuai dengan rincian yang telah dijelaskan para ulama.

Orang seperti ini, jika ia hendak menghisab dan memuhasabah dirinya, maka ia tidak akan mampu melakukannya, sebab ia tidak bisa membedakan antara halal dan haram.

Saudara-saudara seiman, jika kita telah memiliki ilmu dan mampu membedakan antara halal dan haram, maka kita akan menang melawan hawa nafsu dan menang melawan setan. Dengan itu, Allah ta’ala akan menolong kita menghadapi musuh-musuh kita. Sebagaimana firman Allah:

ﵟيَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن تَنصُرُواْ ٱللَّهَ يَنصُرۡكُمۡ وَيُثَبِّتۡ أَقۡدَامَكُمۡ

Maknanya: "Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian memperjuangkan agama Allah, niscaya Allah akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian." (QS Muhammad: 7)

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah..

Demikian khutbah singkat pada siang hari yang penuh keberkahan ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan dapat kita amalkan bersama.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: ﵟإِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ، ﵟإِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
BWI Sebut DPR Bisa Tinggalkan Warisan Abadi lewat Wakaf Legislator
BWI Sebut DPR Bisa Tinggalkan Warisan Abadi lewat Wakaf Legislator
Aktual
Hukum Mengedarkan Kotak Amal dan QRIS Infak saat Khutbah Jumat Berlangsung, Boleh atau Tidak?
Hukum Mengedarkan Kotak Amal dan QRIS Infak saat Khutbah Jumat Berlangsung, Boleh atau Tidak?
Aktual
Khutbah Jumat Menyentuh Hati, Muhasabah demi Meraih Kebahagiaan di Akhirat
Khutbah Jumat Menyentuh Hati, Muhasabah demi Meraih Kebahagiaan di Akhirat
Aktual
PBNU Bentuk Tim Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU 2026, Lima Provinsi Jadi Kandidat
PBNU Bentuk Tim Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU 2026, Lima Provinsi Jadi Kandidat
Aktual
Gubernur Aceh Serukan Doa untuk Venezuela yang Pernah Bantu Saat Tsunami
Gubernur Aceh Serukan Doa untuk Venezuela yang Pernah Bantu Saat Tsunami
Aktual
Khutbah Jumat Muharram: Jangan Biarkan Tahun Berganti, tetapi Hati Tetap Sama
Khutbah Jumat Muharram: Jangan Biarkan Tahun Berganti, tetapi Hati Tetap Sama
Aktual
Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Memaknai Usia 40 Tahun dan Fase Kahulah
Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Memaknai Usia 40 Tahun dan Fase Kahulah
Aktual
Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Jika Tak Bisa Berkata Baik, Maka Diam adalah Keselamatan
Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Jika Tak Bisa Berkata Baik, Maka Diam adalah Keselamatan
Aktual
Doa Agar Dagangan Laris dan Berkah, Lengkap Arab, Latin, serta Amalan Pembuka Rezeki
Doa Agar Dagangan Laris dan Berkah, Lengkap Arab, Latin, serta Amalan Pembuka Rezeki
Doa dan Niat
Kemenhaj Terapkan Manasik Kesehatan Mulai Haji 2027, Apa Dampaknya bagi Jamaah?
Kemenhaj Terapkan Manasik Kesehatan Mulai Haji 2027, Apa Dampaknya bagi Jamaah?
Aktual
5 Aktivitas yang Sebaiknya Dihindari Umat Muslim Saat Adzan Berkumandang
5 Aktivitas yang Sebaiknya Dihindari Umat Muslim Saat Adzan Berkumandang
Aktual
Doa Mustajab Malam Jumat agar Keinginan Dikabulkan, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Mustajab Malam Jumat agar Keinginan Dikabulkan, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Doa Nabi Sulaiman untuk Mengusir Semut di Rumah, Lengkap Bacaan Arab, Latin, dan Artinya
Doa Nabi Sulaiman untuk Mengusir Semut di Rumah, Lengkap Bacaan Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Kemenag Ubah Metode Bimbingan Perkawinan, Materi Disesuaikan dengan Usia Calon Pengantin
Kemenag Ubah Metode Bimbingan Perkawinan, Materi Disesuaikan dengan Usia Calon Pengantin
Aktual
Gaji dan Tunjangan ASN Kemenag Dibayar Lewat PPP Mulai Agustus 2026
Gaji dan Tunjangan ASN Kemenag Dibayar Lewat PPP Mulai Agustus 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar