Editor
KOMPAS.com - Sejumlah pemimpin dunia dan delegasi resmi dari berbagai negara mulai berdatangan ke Teheran, Iran, untuk menghadiri rangkaian prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Kehadiran para tamu negara tersebut menandai dimulainya upacara kenegaraan dan keagamaan yang akan berlangsung selama beberapa hari hingga prosesi pemakaman terakhir di Mashhad.
Iran juga telah menyusun jadwal penghormatan yang mencakup sejumlah kota suci di Iran dan Irak.
Baca juga: Mengapa Jenazah Ali Khamenei Baru Dimakamkan 4 Bulan Setelah Wafat? Ini Penjelasannya
Prosesi ini berlangsung setelah Khamenei tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Februari lalu.
Sejumlah pemimpin dunia dan delegasi resmi dari berbagai kawasan tiba di Teheran pada Jumat (3/7/2026) untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Ali Khamenei.
Baca juga: Pemakaman Ali Khamenei Dimulai, Peti Kecil Sang Cucu Jadi Sorotan
Televisi pemerintah Iran menayangkan secara langsung kedatangan para kepala negara, pejabat tinggi, dan delegasi asing di Kompleks Salat Imam Khomeini Mosalla, Teheran, yang menjadi pusat penyelenggaraan upacara kenegaraan dan keagamaan.
Di lokasi tersebut, para tamu menyampaikan belasungkawa serta memberikan penghormatan di hadapan jenazah Khamenei.
Khamenei wafat dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari.
Peristiwa itu memicu perang yang berlangsung hampir tiga pekan dan meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah sebelum akhirnya tercapai gencatan senjata melalui nota kesepahaman Amerika Serikat-Iran yang dimediasi sejumlah negara di kawasan.
Salah satu tokoh asing yang hadir ialah Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev yang datang sebagai utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin sebelum mengikuti prosesi penghormatan.
Turut hadir Wakil Presiden Turki Cevdet Yilmaz, Presiden Irak Nizar Amidi, Ketua Parlemen Irak Mohammed al-Halbousi, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Ketua Senat Pakistan Yousaf Raza Gillani, serta Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir.
Dari kawasan Arab hadir Ketua Dewan Syura Qatar Hassan bin Abdullah Al-Ghanim, Wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi Waleed Elkhereiji, Ketua Dewan Negara Oman Abdulmalik bin Abdullah Al Khalili, serta Wakil Presiden Yaman Aidarus al-Zoubaidi.
Delegasi dari Asia Tengah juga menghadiri upacara tersebut, di antaranya Pemimpin Nasional Turkmenistan Gurbanguly Berdimuhamedow, Ketua Parlemen Uzbekistan Nuriddin Ismoilov, Menteri Luar Negeri Kazakhstan Yermek Kosherbayev, Ketua Parlemen Kirgizstan Marlyn Mamataliyev, serta Sekretaris Jenderal Shanghai Cooperation Organization Nurlan Yermekbayev.
Selain itu, hadir Presiden Georgia Mikheil Kavelashvili, Ketua Majelis Rendah Belarus Igor Sergeyenko, Ketua Senat Mesir Abdel Wahab Abdel Razek, dan Wakil Perdana Menteri Afghanistan Abdul Ghani Baradar.
Turut memberikan penghormatan Menteri Luar Negeri Afghanistan Amir Khan Muttaqi, Menteri Luar Negeri Burkina Faso Karamoko Jean Marie Traore, serta Menteri Luar Negeri Republik Kongo Jean-Claude Gakosso.
Hadir pula Menteri Urusan Kepresidenan Namibia Charles Mubita, Menteri Luar Negeri Nikaragua Valdrack Jaentschke, Menteri Informasi dan Telekomunikasi Serbia Boris Bratina, serta delegasi China yang dipimpin Wakil Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional He Wei.
Media Iran juga melaporkan kehadiran utusan khusus Myanmar Tin Aung San, Sekretaris Jenderal D-8 Seyed Soheil Mahmood, perwakilan Organisation of Islamic Cooperation Ahmed Khokher, delegasi Bangladesh yang dipimpin Ketua Parlemen Hafiz Uddin Ahmad, serta delegasi India yang dipimpin Gubernur Bihar Ata Hasnain.
Mantan Kepala Menteri Jammu dan Kashmir Mehbooba Mufti juga menghadiri prosesi tersebut bersama kelompok Muslim Syiah dari Thailand dan delegasi politik Bulgaria.
Delegasi Malaysia dipimpin utusan khusus Datuk Seri Haji Mohamad bin Sabu yang turut menyampaikan penghormatan kepada Khamenei.
Perwakilan berbagai kelompok regional juga hadir, termasuk Ziyad al-Nakhalah, sejumlah petinggi Hizbullah, perwakilan Yaman, ulama Palestina, faksi-faksi politik Lebanon, serta kelompok-kelompok sekutu lainnya.
Pada hari yang sama, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan tiba di Teheran dan ikut memberikan penghormatan sehingga menambah daftar delegasi asing yang menghadiri prosesi tersebut.
Secara terpisah, Hizbullah juga menggelar upacara penghormatan di Lebanon untuk mengenang Ali Khamenei. Kegiatan serupa dilaporkan berlangsung di Irak dan sejumlah ibu kota lain di kawasan.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian (ketiga dari kiri) menyambut delegasi asing pada prosesi pemakaman Ali Khamenei di Teheran, Jumat (3/7/2026).Juru bicara panitia pemakaman Iran mengatakan jadwal resmi prosesi pemakaman masih berpeluang mengalami perubahan.
Meski upacara penghormatan publik utama dijadwalkan dimulai pada Sabtu pagi, pemerintah membuka kemungkinan akses ke Imam Khomeini Mosalla sejak Jumat malam apabila kondisi memungkinkan.
Berdasarkan jadwal resmi, rangkaian penghormatan di Teheran berlangsung sepanjang Jumat hingga akhir pekan dengan dihadiri para kepala negara, pejabat tinggi, dan tokoh agama.
Upacara penghormatan untuk masyarakat dijadwalkan berlangsung pada 4 dan 5 Juli, kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemakaman utama di Teheran pada 6 Juli.
Setelah itu, rangkaian pemakaman akan berlanjut ke Kota Qom pada 7 Juli.
Pada 8 Juli, prosesi dijadwalkan berlangsung di Irak, meliputi Baghdad, Najaf, dan Karbala. Jenazah akan disambut para tokoh agama dan politik sebelum dibawa ke sejumlah tempat suci umat Syiah.
Prosesi pemakaman terakhir dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli di Kompleks Makam Imam Ali Reza, Kota Mashhad, Iran timur laut, yang merupakan salah satu situs paling suci bagi umat Muslim Syiah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang