Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ribuan Pelayat Padati Teheran untuk Ikuti Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Kompas.com, 4 Juli 2026, 16:45 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Anadolu

KOMPAS.com - Ribuan pelayat mulai memadati Teheran, Iran, pada Sabtu (4/7/2026) untuk mengikuti rangkaian prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei yang berlangsung selama sepekan.

Prosesi ini menjadi penghormatan terakhir bagi mantan Pemimpin Tertinggi Iran yang tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.

Pemerintah Iran menggelar upacara kenegaraan dan keagamaan secara bertahap, mulai dari Teheran hingga sejumlah kota suci di Iran dan Irak sebelum pemakaman terakhir di Mashhad.

Baca juga: Daftar Pemimpin Dunia yang Hadiri Pemakaman Ali Khamenei, dari Rusia hingga Arab Saudi

Selain dihadiri ribuan pelayat, prosesi tersebut juga diikuti para pemimpin dunia dan delegasi resmi dari berbagai negara yang datang untuk menyampaikan penghormatan terakhir kepada Ali Khamenei.

Ribuan Pelayat Hadiri Awal Prosesi Pemakaman di Teheran

Dilaporkan Anadolu (4/7/2026), Ribuan pelayat berkumpul di Masjid Agung Imam Khomeini Mosalla, Teheran, saat rangkaian prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei resmi dimulai.

Baca juga: Raja Arab Saudi Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Ali Khamenei

Menurut laporan televisi pemerintah Iran, IRIB, upacara diawali dengan pemutaran lagu kebangsaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, serta lantunan doa dan penghormatan keagamaan.

IRIB juga melaporkan bahwa peti jenazah Khamenei ditempatkan di dalam kotak kaca agar masyarakat dapat memberikan penghormatan terakhir.

Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang dimulai pada 28 Februari, yang kemudian dibalas Iran melalui serangkaian serangan balasan.

Mengutip maskapai nasional Iran, laporan tersebut menyebutkan bahwa penerbangan tambahan pada rute Teheran-Mashhad disediakan untuk memenuhi "meningkatnya permintaan perjalanan" dari masyarakat yang ingin menghadiri prosesi pemakaman.

Prosesi Pemakaman Berlangsung hingga 9 Juli 2026

Rangkaian pemakaman secara resmi telah dimulai sejak Jumat (3/7/2026), ditandai dengan kedatangan para pemimpin dunia dan delegasi resmi dari berbagai negara untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Khamenei.

Sejumlah pejabat tinggi yang hadir antara lain Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev, Wakil Presiden Turki Cevdet Yilmaz, Presiden Irak Nizar Amidi, Ketua Parlemen Irak Mohammed al-Halbousi, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Ketua Senat Pakistan Yousaf Raza Gillani, serta Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir.

Pejabat lokal dan asing berjalan melewati peti jenazah mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei di Grand Mosalla di Teheran pada Jumat (3/7/2026). Khamenei, yang gugur dalam serangan AS-Israel, tiba di kompleks Grand Mosalla di Teheran menjelang pemakamannya.AFP/ATTA KENARE Pejabat lokal dan asing berjalan melewati peti jenazah mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei di Grand Mosalla di Teheran pada Jumat (3/7/2026). Khamenei, yang gugur dalam serangan AS-Israel, tiba di kompleks Grand Mosalla di Teheran menjelang pemakamannya.

Berdasarkan jadwal resmi, upacara penghormatan akan berlangsung di Teheran hingga akhir pekan dengan dihadiri kepala negara, pejabat tinggi, dan tokoh agama.

Prosesi penghormatan untuk masyarakat dijadwalkan berlangsung pada 4 dan 5 Juli, kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemakaman utama di Teheran pada 6 Juli.

Setelah itu, rangkaian pemakaman akan berlanjut ke Kota Qom pada 7 Juli.

Pada 8 Juli, upacara dijadwalkan berlangsung di Irak, meliputi Baghdad, Najaf, dan Karbala. Di kota-kota tersebut, jenazah akan disambut para tokoh agama dan politik sebelum dibawa menuju sejumlah tempat suci umat Syiah.

Prosesi pemakaman terakhir dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli di Kompleks Makam Imam Ali Reza di Kota Mashhad, Iran timur laut, yang merupakan salah satu situs paling suci bagi umat Islam Syiah.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar