Editor
KOMPAS.com - Ribuan pelayat mulai memadati Teheran, Iran, pada Sabtu (4/7/2026) untuk mengikuti rangkaian prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei yang berlangsung selama sepekan.
Prosesi ini menjadi penghormatan terakhir bagi mantan Pemimpin Tertinggi Iran yang tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.
Pemerintah Iran menggelar upacara kenegaraan dan keagamaan secara bertahap, mulai dari Teheran hingga sejumlah kota suci di Iran dan Irak sebelum pemakaman terakhir di Mashhad.
Baca juga: Daftar Pemimpin Dunia yang Hadiri Pemakaman Ali Khamenei, dari Rusia hingga Arab Saudi
Selain dihadiri ribuan pelayat, prosesi tersebut juga diikuti para pemimpin dunia dan delegasi resmi dari berbagai negara yang datang untuk menyampaikan penghormatan terakhir kepada Ali Khamenei.
Dilaporkan Anadolu (4/7/2026), Ribuan pelayat berkumpul di Masjid Agung Imam Khomeini Mosalla, Teheran, saat rangkaian prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei resmi dimulai.
Baca juga: Raja Arab Saudi Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Ali Khamenei
Menurut laporan televisi pemerintah Iran, IRIB, upacara diawali dengan pemutaran lagu kebangsaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, serta lantunan doa dan penghormatan keagamaan.
IRIB juga melaporkan bahwa peti jenazah Khamenei ditempatkan di dalam kotak kaca agar masyarakat dapat memberikan penghormatan terakhir.
Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang dimulai pada 28 Februari, yang kemudian dibalas Iran melalui serangkaian serangan balasan.
Mengutip maskapai nasional Iran, laporan tersebut menyebutkan bahwa penerbangan tambahan pada rute Teheran-Mashhad disediakan untuk memenuhi "meningkatnya permintaan perjalanan" dari masyarakat yang ingin menghadiri prosesi pemakaman.
Rangkaian pemakaman secara resmi telah dimulai sejak Jumat (3/7/2026), ditandai dengan kedatangan para pemimpin dunia dan delegasi resmi dari berbagai negara untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Khamenei.
Sejumlah pejabat tinggi yang hadir antara lain Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev, Wakil Presiden Turki Cevdet Yilmaz, Presiden Irak Nizar Amidi, Ketua Parlemen Irak Mohammed al-Halbousi, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Ketua Senat Pakistan Yousaf Raza Gillani, serta Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir.
Pejabat lokal dan asing berjalan melewati peti jenazah mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei di Grand Mosalla di Teheran pada Jumat (3/7/2026). Khamenei, yang gugur dalam serangan AS-Israel, tiba di kompleks Grand Mosalla di Teheran menjelang pemakamannya.Berdasarkan jadwal resmi, upacara penghormatan akan berlangsung di Teheran hingga akhir pekan dengan dihadiri kepala negara, pejabat tinggi, dan tokoh agama.
Prosesi penghormatan untuk masyarakat dijadwalkan berlangsung pada 4 dan 5 Juli, kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemakaman utama di Teheran pada 6 Juli.
Setelah itu, rangkaian pemakaman akan berlanjut ke Kota Qom pada 7 Juli.
Pada 8 Juli, upacara dijadwalkan berlangsung di Irak, meliputi Baghdad, Najaf, dan Karbala. Di kota-kota tersebut, jenazah akan disambut para tokoh agama dan politik sebelum dibawa menuju sejumlah tempat suci umat Syiah.
Prosesi pemakaman terakhir dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli di Kompleks Makam Imam Ali Reza di Kota Mashhad, Iran timur laut, yang merupakan salah satu situs paling suci bagi umat Islam Syiah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang