Editor
KOMPAS.com - Gerakan Pemuda (GP) Ansor mengapresiasi kunjungan silaturahmi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo ke Markas Besar TNI dan Kejaksaan Agung.
Langkah ini dinilai positif untuk memperkuat soliditas, sinergisitas, dan koordinasi antarlembaga negara dalam menjaga stabilitas nasional serta memperkuat penegakan hukum.
Ketua Umum PP GP Ansor, Addin Jauharudin, menyatakan bahwa komunikasi yang baik antar pimpinan lembaga negara merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik.
Menurutnya, sinergi antara Polri, TNI, dan Kejaksaan menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa, mulai dari persoalan keamanan, penegakan hukum, hingga pemberantasan kejahatan luar biasa.
Addin menyampaikan bahwa kunjungan Kapolri tersebut mengirimkan pesan positif kepada masyarakat.
"Kami mengapresiasi kunjungan Kapolri ke Mabes TNI dan Kejaksaan Agung. Ini merupakan pesan yang sangat positif kepada publik bahwa antarlembaga negara terus menjaga soliditas dan memperkuat sinergi dalam menjalankan tugas konstitusional masing-masing. Kebersamaan seperti ini penting untuk menjaga stabilitas nasional dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara," ujar Addin.
Baca juga: GP Ansor Rombak Kepengurusan, Libatkan Tokoh Muda NU untuk Perkuat Organisasi
Addin menegaskan bahwa sinergi tersebut harus diwujudkan dalam langkah konkret untuk menghadapi berbagai persoalan bangsa, terutama pemberantasan korupsi.
Korupsi disebutnya sebagai musuh bersama yang merusak tata kelola pemerintahan, menghambat pembangunan, dan menggerus kepercayaan masyarakat terhadap negara.
"Korupsi harus ditempatkan sebagai musuh bersama. Karena itu, seluruh aparat penegak hukum harus terus memperkuat koordinasi, mengedepankan profesionalisme, dan saling mendukung sesuai kewenangan masing-masing agar upaya pemberantasan korupsi berjalan semakin efektif," tegasnya.
GP Ansor meyakini soliditas Polri, TNI, dan Kejaksaan akan memperkuat efektivitas negara dalam memberikan rasa aman, menegakkan supremasi hukum, serta menjaga persatuan bangsa.
Sinergi yang terus terbangun di tingkat pimpinan diharapkan menjadi teladan bagi seluruh jajaran sehingga kolaborasi antarlembaga semakin kokoh demi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
Dilansir dari Antaranews, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan silaturahmi ke Kejaksaan Agung (Kejagung), Senin (13/7/2026), sebagai langkah memperkuat sinergi dan kolaborasi antara dua institusi penegak hukum dalam memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan kepada masyarakat.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta, Kapolri didampingi sejumlah pejabat utama Mabes Polri dan disambut langsung oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin beserta jajaran.
Kapolri mengatakan, hubungan antara Polri dan Kejaksaan selama ini terus dibangun dalam semangat kemitraan, terutama sebagai bagian dari sistem peradilan pidana (criminal justice system).
"Tentunya apa yang kita lakukan semua ini tentunya untuk terus memberikan rasa keadilan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan di bidang hukum," kata Listyo Sigit.
Salah satu agenda yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah rencana pertukaran pendidikan antara personel Polri dan Kejaksaan. Program ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi serta meningkatkan pemahaman antarlembaga dalam proses penegakan hukum.
Menurut Kapolri, kolaborasi yang semakin erat akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, baik dalam menghadirkan kepastian hukum maupun mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan.
"Yang jelas Kejaksaan dan kepolisian adalah keluarga besar, dan kita akan terus menjaga agar keluarga besar ini terus terjaga soliditas dan sinergitas yang ada. Mungkin itu yang akan terus kami laksanakan bersama dengan Pak Jaksa Agung untuk program-program kita ke depan," ujarnya.
Sementara itu, Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan bahwa sinergi antara Kejaksaan dan Polri merupakan kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan dalam proses penegakan hukum.
Menurut dia, kualitas penegakan hukum sangat bergantung pada koordinasi yang baik sejak tahap penyelidikan hingga proses penuntutan di pengadilan.
"Hasil penyelidikan yang baik akan menghasilkan penuntutan yang baik dan penuntutan yang baik akan menghasilkan putusan yang baik. Itu adalah kewajiban, keharusan kita bersinergi," kata Burhanuddin.
Jaksa Agung juga meluruskan anggapan yang menyebut Polri dan Kejaksaan sebagai rival dalam menjalankan tugas penegakan hukum.
"Teman-teman jangan berpikir kami ini rival, kami ini adalah versus, tidak. Jadi, sejak dulu kami sudah mengenal secara pribadi. Kemudian kami sama-sama, saya jadi Jaksa Agung, beliau jadi Kapolri," ujarnya.
Baca juga: Gowes 123 Km Bangkalan–Jombang, GP Ansor Ajak Anak Muda Telusuri Jejak Ulama
Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat utama Mabes Polri, antara lain Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, Kabareskrim Polri Komjen Pol. Syahardiantono, Kakortastipidkor Polri Irjen Pol. Totok Suharyanto, serta Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.
Dari pihak Kejaksaan Agung hadir Jaksa Agung Muda Pidana Militer (Jampidmil) Mayjen TNI Ali Ridho, Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Reda Manthovani, serta Kepala Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI Kuntadi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang