Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PCNU Toraja Utara Siap Ikuti Muktamar NU ke-35, Pastikan Administrasi Rampung

Kompas.com, 14 Juli 2026, 16:26 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Toraja Utara memastikan kesiapan mengikuti Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Seluruh persyaratan administrasi untuk menjadi peserta forum permusyawaratan tertinggi NU tersebut telah diselesaikan.

PCNU Toraja Utara juga telah menyiapkan delegasi yang akan mewakili cabang dalam muktamar.

Baca juga: Pemkab Jombang Siap Dukung Penuh Muktamar NU ke-35 di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas

Selain memilih kepengurusan baru, forum tersebut akan membahas berbagai isu strategis organisasi, keagamaan, dan kebangsaan.

Seluruh Persyaratan Administrasi Telah Dipenuhi

Ketua PCNU Toraja Utara, Ramli Djamal, mengatakan Konferensi Cabang (Konfercab) telah selesai dilaksanakan dan surat keputusan (SK) kepengurusan juga telah diterbitkan. Kedua hal tersebut menjadi syarat utama agar PCNU dapat mengikuti Muktamar NU ke-35.

Baca juga: Jelang Muktamar NU 2026, Gus Salam Safari ke 22 Wilayah untuk Serap Aspirasi

"Konfercab sudah selesai dan SK juga sudah turun. Itu menjadi syarat agar PCNU bisa mengikuti Muktamar NU," kata Ramli saat ditemui Tribun-Timur.com di Rantepao, Senin (13/7/2026).

Ramli menyebut PCNU Toraja Utara akan mengirim lima delegasi sesuai kuota yang telah ditetapkan untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan muktamar.

Menurut Ramli, Muktamar NU ke-35 tidak hanya menjadi ajang pemilihan kepengurusan baru, tetapi juga akan membahas sejumlah isu penting yang berkaitan dengan organisasi dan kehidupan kebangsaan.

Beberapa agenda yang akan menjadi pembahasan antara lain tata kelola dana haji serta upaya perlindungan dari kekerasan di lingkungan pesantren.

Ramli Menilai Nasaruddin Umar Layak Pimpin PBNU

Terkait pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ramli mengaku secara pribadi menilai Menteri Agama RI, Prof Nasaruddin Umar, sebagai sosok yang layak memimpin organisasi tersebut.

Meski demikian, ia menegaskan sikap resmi PCNU Toraja Utara tetap menunggu arahan dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan agar seluruh suara PCNU di wilayah tersebut tetap solid.

"Kalau PWNU memberikan kebebasan kepada masing-masing cabang untuk menentukan pilihan, kami cenderung mendukung Prof Nasaruddin Umar," ujarnya.

Menurut Ramli, penilaian tersebut didasarkan pada pengalaman Nasaruddin Umar di lingkungan NU serta rekam jejaknya selama mengemban jabatan di pemerintahan.

"Setelah mendengar langsung penyampaian visi dan misinya di Makassar, kami melihat Prof. Nasaruddin sudah sangat matang. Beliau berpengalaman di NU, pernah menduduki berbagai jabatan penting, dan kini dipercaya menjadi Menteri Agama," katanya.

Ia juga menilai momentum Muktamar NU ke-35 menjadi peluang bagi tokoh asal Sulawesi Selatan untuk memimpin PBNU.

Harapan agar Muktamar Berjalan Kondusif

Ramli berharap pelaksanaan Muktamar NU ke-35 berlangsung lancar dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu menjaga persatuan serta soliditas organisasi.

"Harapan kami sederhana, jangan ada lagi kisruh di internal NU. Siapa pun yang terpilih harus mampu menjaga persatuan warga Nahdliyin," katanya.

Sementara itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menetapkan Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf sebagai Ketua Organizing Committee (OC) dan Mohammad Nuh sebagai Sekretaris Steering Committee (SC).

Forum Muktamar NU ke-35 akan memilih kepengurusan baru sekaligus membahas sejumlah agenda strategis organisasi.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul “Nahdlatul Ulama Toraja Utara Dukung Prof Nasaruddin Umar di Muktamar NU”. 

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

Baca tentang


Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar