Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Presiden Prabowo Dijadwalkan Membuka Muktamar NU ke-35 di Jombang

Kompas.com, 14 Juli 2026, 17:46 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Panitia Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan forum permusyawaratan tertinggi organisasi yang akan berlangsung di Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026.

Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan hadir untuk membuka secara resmi rangkaian muktamar.

Berbagai fasilitas dan lokasi kegiatan juga tengah disiapkan guna menyambut ribuan peserta dari seluruh Indonesia.

Baca juga: Ketua Umum PBNU: Muktamar Ke-35 NU Siap Digelar, Bahas Kepentingan dan Kemaslahatan Bangsa

Muktamar kali ini memiliki nilai historis karena digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, salah satu pesantren yang didirikan oleh pendiri NU.

Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri Pembukaan Muktamar

Panitia Muktamar NU ke-35 menyebut Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan membuka secara resmi muktamar pada 27 Agustus 2026.

Baca juga: Jelang Muktamar NU ke-35, Syuriyah PCNU Lampung Desak Calon Ketua Umum PBNU Bebas Jabatan Politik

Kepala Negara direncanakan tiba di Jombang menggunakan helikopter dan mendarat di Stadion Merdeka Jombang sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi utama pembukaan.

Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, mengatakan pembukaan Muktamar NU ke-35 akan dipusatkan di Lapangan Untung Suropati, Tambakberas.

Menurutnya, lokasi tersebut dipilih karena memiliki area yang luas dan mampu menampung ribuan peserta.

"Pembukaan akan dilaksanakan di lapangan menggunakan tenda roder karena lokasinya sangat representatif. Kapasitasnya diperkirakan mampu menampung sekitar 6.000 orang," ungkap Gus Rozaq kepada SURYA.co.id pada Selasa (14/7/2026).

Seluruh rangkaian sidang Muktamar NU ke-35 akan berlangsung di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas selama 27–31 Agustus 2026.

Panitia saat ini memfokuskan persiapan pada penyelesaian berbagai fasilitas pendukung guna memberikan kenyamanan bagi ribuan peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas pada Minggu (12/7/2026).

Kedatangannya disambut oleh Gus Rozaq bersama jajaran pengasuh pondok di Ndalem Kesepuhan.

Gus Yahya: Tambakberas Punya Nilai Sejarah bagi NU

Gus Yahya mengungkapkan rasa syukur atas penetapan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai lokasi penyelenggaraan Muktamar NU ke-35.

Menurutnya, pelaksanaan forum lima tahunan tersebut di pesantren yang didirikan oleh salah satu pendiri NU, KH Abdul Wahab Hasbullah, memiliki makna sejarah dan spiritual yang sangat mendalam.

"Ini menjadi kebahagiaan bagi saya dan warga Nahdlatul Ulama. Harapan agar muktamar berlangsung di lingkungan yang sarat sejarah perjuangan para muassis akhirnya bisa diwujudkan," ujar Gus Yahya.

Agenda Muktamar NU ke-35 di Jombang

Muktamar NU ke-35 dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Selain pembukaan oleh Presiden Prabowo Subianto, forum tersebut akan diisi dengan sidang-sidang komisi, pembahasan program organisasi, serta pemilihan kepengurusan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Muktamar NU ke-35 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai perjuangan para pendiri Nahdlatul Ulama sekaligus mempererat sinergi antara ulama, warga nahdliyin, dan pemerintah.

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul "Presiden Prabowo Subianto Dijadwalkan Membuka Muktamar ke-35 NU di Jombang".

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

Baca tentang


Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar