Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Isu Muktamar ke-35 NU Pindah ke Surabaya, Ponpes Tambakberas Tegaskan akan Tetap Digelar di Jombang

Kompas.com, 17 Juli 2026, 21:23 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, membantah kabar yang menyebut pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 dipindahkan ke Surabaya.

Informasi tersebut beredar melalui pesan berantai di WhatsApp dan memicu berbagai spekulasi di tengah persiapan muktamar.

Pihak pesantren memastikan seluruh rangkaian agenda tetap akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sesuai keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Baca juga: Cek Fakta: Hoaks Muktamar ke-35 NU Dipindah ke Asrama Haji Sukolilo, Tambakberas Tetap Jadi Tuan Rumah

Panitia juga menegaskan persiapan penyelenggaraan terus berjalan sesuai jadwal.

Ponpes Tambakberas Klarifikasi Isu Pemindahan Lokasi

Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, mengatakan hingga saat ini tidak ada perubahan lokasi maupun ketentuan penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU.

Baca juga: Gus Rozin Menyatakan Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-35 NU

Menurutnya, pihak pesantren memilih tetap fokus menyiapkan seluruh kebutuhan muktamar dibanding menanggapi informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Kami tidak tahu dari mana asal-usul informasi (pemindahan) itu pertama kali diembuskan. Namun yang pasti, kami memilih untuk tidak menghabiskan energi menanggapi kabar yang tidak jelas dan tetap fokus penuh mempersiapkan segala kebutuhan muktamar," tegas Gus Rozaq kepada Tribunjatim.com, Jumat (17/7/2026).

Ponpes Bantah Isu Fasilitas MCK dan Sabotase

Sebelumnya, beredar pesan di media sosial dan grup WhatsApp yang menyebut lokasi sidang Muktamar ke-35 NU dipindahkan ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

Pesan tersebut mengklaim fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di Tambakberas tidak memadai untuk menampung ribuan peserta.

Bahkan, informasi itu disertai tudingan adanya upaya sabotase terhadap penyelenggaraan muktamar.

Gus Rozaq membantah seluruh isi pesan tersebut. Ia menegaskan kesiapan infrastruktur, fasilitas sanitasi, akomodasi, dan ruang pertemuan di lingkungan pondok telah dipersiapkan secara maksimal serta dinilai layak untuk mendukung pelaksanaan muktamar.

"Secara infrastruktur fisik, kami sangat siap dan sangat layak untuk menyambut para tamu utusan. Jadi, informasi yang menyebut fasilitas MCK di sini tidak memadai itu sama sekali tidak benar dan tidak berdasar," lanjutnya.

PBNU dan Panitia Tetap Fokus Persiapan Muktamar

Gus Rozaq menambahkan koordinasi antara panitia lokal dengan PBNU terus berlangsung secara intensif. Dari hasil komunikasi tersebut, tidak ada arahan maupun keputusan yang mengubah lokasi penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU.

Menurutnya, PBNU juga tidak memberikan perhatian khusus terhadap isu yang beredar karena dinamika semacam itu kerap muncul menjelang agenda besar organisasi.

"Yang paling krusial bagi kami adalah tetap melangkah dan bekerja sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang dikeluarkan oleh PBNU. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari seremonial pembukaan, sidang-sidang komisi, hingga penutupan tetap terjadwal di Tambakberas," jelasnya.

Masyarakat Diminta Tidak Mudah Percaya Hoaks

Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas mengimbau masyarakat, khususnya warga Nahdlatul Ulama, agar lebih cermat menyikapi informasi yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan.

Masyarakat diminta selalu melakukan verifikasi melalui kanal informasi resmi milik PBNU maupun panitia pelaksana Muktamar ke-35 NU sebelum menyebarluaskan informasi agar tidak ikut memperluas penyebaran hoaks.

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul “Bantah Kabar Pemindahan ke Surabaya, Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Muktamar NU ke-35 Tetap di Jombang”.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar