Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jelang Muktamar ke-35 NU, Gus Ipul Sebut Sejumlah Nama dalam Bursa Calon Ketum PBNU, Siapa Saja?

Kompas.com, 17 Juli 2026, 21:32 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar pada Agustus 2026 mulai diwarnai munculnya sejumlah nama calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Sekretaris Jenderal PBNU sekaligus Ketua Panitia Muktamar NU 2026, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengungkap sejumlah nama telah beredar sebagai kandidat Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar ke-35 NU.

Gus Ipul mengatakan nama-nama tersebut berasal dari berbagai kalangan tokoh dan pengurus NU.

Baca juga: Isu Muktamar ke-35 NU Pindah ke Surabaya, Ponpes Tambakberas Tegaskan akan Tetap Digelar di Jombang

“Saya kira sudah banyak nama-nama ya. Di antaranya ada Kiai Zulfa Mustofa, ada Gus Yusuf Chudlori, ada Gus Salam Sohib, ada juga Gus Kikin (KH Abdul Hakim Mahfudz) Ketua PWNU Jawa Timur, dan ada juga Prof. Nasaruddin Umar. Termasuk tentu Gus Yahya (Yahya Cholil Staquf),” kata Gus Ipul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Meski demikian, ia menegaskan penentuan Ketua Umum PBNU sepenuhnya menjadi kewenangan para muktamirin melalui mekanisme organisasi.

Muktamar ke-35 juga akan menjadi forum untuk menentukan arah kebijakan NU lima tahun ke depan.

Baca juga: Cek Fakta: Hoaks Muktamar ke-35 NU Dipindah ke Asrama Haji Sukolilo, Tambakberas Tetap Jadi Tuan Rumah

Muktamirin Menjadi Penentu Akhir

Menanggapi kemungkinan Menteri Agama Nasaruddin Umar maju sebagai calon Ketua Umum PBNU, Gus Ipul menegaskan seluruh keputusan bergantung pada muktamirin.

Menurutnya, aturan mengenai syarat pencalonan telah ditetapkan dalam Muktamar NU di Lampung lima tahun lalu. Apabila ada perubahan, keputusan tersebut harus ditempuh melalui mekanisme organisasi.

“Itu tergantung muktamirin. Ketentuannya sudah ada, apakah akan dirubah atau diteruskan, semua tergantung muktamirin,” ujarnya.

Ia menegaskan Nahdlatul Ulama memberikan kesempatan kepada siapa pun untuk memimpin organisasi sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Jam’iyah Nahdlatul Ulama memberikan kesempatan kepada siapa pun untuk bisa memimpin NU di masa yang akan datang,” pungkasnya.

Muktamar NU Bahas Kepemimpinan dan Arah Organisasi

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026.

Menjelang pelaksanaan, PBNU masih melakukan verifikasi terhadap peserta yang memiliki hak suara dalam forum tersebut.

Selain memilih kepengurusan baru, Muktamar ke-35 NU juga akan membahas berbagai agenda strategis, mulai dari penyusunan roadmap organisasi untuk 25 tahun ke depan, penguatan nilai-nilai keulamaan, pengembangan sistem kaderisasi, transformasi digital, hingga penguatan ekonomi warga Nahdliyin.

Forum tersebut juga menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penentuan arah kebijakan NU untuk lima tahun mendatang.

Gus Ipul memastikan seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU akan berjalan sesuai mekanisme organisasi. Ia juga menegaskan Presiden Prabowo Subianto menghormati kemandirian Nahdlatul Ulama dan tidak akan mengintervensi jalannya forum tertinggi organisasi tersebut.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Gus Ipul Ungkap Sejumlah Nama Masuk Bursa Calon Ketua Umum PBNU, Siapa Saja?”. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
LPPOM: Kolesom yang Viral di Medos Termasuk Khamr, Kandungan Alkohol Capai 19,7 Persen
LPPOM: Kolesom yang Viral di Medos Termasuk Khamr, Kandungan Alkohol Capai 19,7 Persen
Aktual
Gus Ipul: Calon Ketua Umum PBNU Minimal Kantongi Dukungan 99 Suara
Gus Ipul: Calon Ketua Umum PBNU Minimal Kantongi Dukungan 99 Suara
Aktual
Jelang Muktamar ke-35 NU, Gus Ipul Sebut Sejumlah Nama dalam Bursa Calon Ketum PBNU, Siapa Saja?
Jelang Muktamar ke-35 NU, Gus Ipul Sebut Sejumlah Nama dalam Bursa Calon Ketum PBNU, Siapa Saja?
Aktual
Isu Muktamar ke-35 NU Pindah ke Surabaya, Ponpes Tambakberas Tegaskan akan Tetap Digelar di Jombang
Isu Muktamar ke-35 NU Pindah ke Surabaya, Ponpes Tambakberas Tegaskan akan Tetap Digelar di Jombang
Aktual
Cek Fakta: Hoaks Muktamar ke-35 NU  Dipindah ke Asrama Haji Sukolilo, Tambakberas Tetap Jadi Tuan Rumah
Cek Fakta: Hoaks Muktamar ke-35 NU Dipindah ke Asrama Haji Sukolilo, Tambakberas Tetap Jadi Tuan Rumah
Aktual
Kemenag: Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 Diikuti 725.669 Titik Verifikasi Arah Kiblat
Kemenag: Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 Diikuti 725.669 Titik Verifikasi Arah Kiblat
Aktual
Kemenag Raih Opini WTP ke-10 Berturut-turut dari BPK, Tegaskan Tata Kelola Keuangan Akuntabel
Kemenag Raih Opini WTP ke-10 Berturut-turut dari BPK, Tegaskan Tata Kelola Keuangan Akuntabel
Aktual
Hukum Membaca Basmalah di Kamar Mandi Saat Berwudhu, Ini Penjelasan Ulama
Hukum Membaca Basmalah di Kamar Mandi Saat Berwudhu, Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Hukum Meniup Lilin Ulang Tahun dalam Islam, Boleh atau Tidak? Begini Penjelasan Ulama
Hukum Meniup Lilin Ulang Tahun dalam Islam, Boleh atau Tidak? Begini Penjelasan Ulama
Aktual
Kiai Saad Ibrahim Ingatkan Pemimpin Jangan Tunduk pada Kepentingan Elite dan Asing
Kiai Saad Ibrahim Ingatkan Pemimpin Jangan Tunduk pada Kepentingan Elite dan Asing
Aktual
Gus Rozin Menyatakan Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-35 NU
Gus Rozin Menyatakan Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-35 NU
Aktual
Pemkab Jombang Percepat Persiapan Muktamar ke-35 NU, Fokus Infrastruktur dan Layanan Peserta
Pemkab Jombang Percepat Persiapan Muktamar ke-35 NU, Fokus Infrastruktur dan Layanan Peserta
Aktual
Gus Ipul Minta Panitia Muktamar ke-35 NU Percepat Persiapan, Fokus Logistik hingga Pengamanan
Gus Ipul Minta Panitia Muktamar ke-35 NU Percepat Persiapan, Fokus Logistik hingga Pengamanan
Aktual
Banser Jombang Matangkan Pengamanan Muktamar ke-35 NU, Siapkan Personel di Titik Strategis
Banser Jombang Matangkan Pengamanan Muktamar ke-35 NU, Siapkan Personel di Titik Strategis
Aktual
Panitia Muktamar ke-35 NU Gelar Rapat Perdana, Matangkan Persiapan dan Satukan Arah Kerja
Panitia Muktamar ke-35 NU Gelar Rapat Perdana, Matangkan Persiapan dan Satukan Arah Kerja
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar