Editor
KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Papua Barat mengusulkan penambahan kuota jamaah haji menjadi 900 orang untuk mempercepat keberangkatan calon jamaah di Tanah Papua.
Usulan tersebut membagi kuota masing-masing 450 orang bagi Provinsi Papua Barat dan 450 orang bagi Provinsi Papua Barat Daya.
Langkah ini diajukan karena masa tunggu haji dinilai masih terlalu panjang sehingga banyak calon jamaah harus menanti bertahun-tahun.
Baca juga: Rencana Pembukaan Embarkasi Haji Sorong, Menhaj Ungkap Syarat yang Harus Dipenuhi
Selain penambahan kuota, pemerintah daerah juga mendorong percepatan pembentukan Embarkasi Haji Sorong guna meningkatkan pelayanan dan efisiensi perjalanan jamaah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Ali Baham Temongmere mengatakan penambahan kuota jamaah haji menjadi kebutuhan mendesak karena masa tunggu keberangkatan masih sangat panjang.
Baca juga: Daftar Tunggu Haji Papua Barat dan Papua Barat Daya Tembus 12.063 Orang, Verifikasi Terus Diperketat
Menurutnya, antrean yang lama membuat sebagian calon jamaah tidak sempat menunaikan ibadah haji karena meninggal dunia sebelum mendapat giliran berangkat.
"Saya pernah sedih karena dari empat orang yang kami usulkan, dua orang masih menunggu sampai hari ini, sementara dua lainnya sudah meninggal dunia sebelum sempat berangkat haji," katanya dalam rapat evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi yang berlangsung di Kota Sorong, Jumat (17/7/2026).
Ali Baham menjelaskan pemerintah daerah selama ini telah memberikan dukungan pembiayaan transportasi bagi jamaah haji, mulai dari daerah asal menuju embarkasi hingga kepulangan dari debarkasi ke daerah masing-masing sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut dia, kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban biaya yang harus ditanggung masyarakat saat menunaikan ibadah haji.
Selain mengusulkan penambahan kuota, Pemprov Papua Barat juga menyatakan dukungan terhadap pembentukan Embarkasi Haji di Kota Sorong.
"Keberadaan embarkasi tersebut dinilai akan memangkas biaya perjalanan jamaah dari wilayah Papua sekaligus meningkatkan konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan," ucap Ali Baham.
Ia berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan usulan penambahan kuota jamaah haji sekaligus mempercepat pembentukan Embarkasi Haji Sorong agar pelayanan bagi masyarakat di Tanah Papua semakin optimal.
Berdasarkan data Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenja) Papua Barat, jumlah calon jamaah haji yang masuk daftar tunggu di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya saat ini mencapai 12.063 orang.
Daftar tunggu tersebut tersebar di sejumlah kabupaten dan kota, di antaranya Kabupaten Manokwari sebanyak 2.000 orang, Kabupaten Sorong 1.402 orang, Kabupaten Fakfak 1.163 orang, Kabupaten Kaimana 622 orang, Kabupaten Sorong Selatan 433 orang, Kabupaten Teluk Wondama 233 orang, serta Kabupaten Manokwari Selatan 130 orang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang