Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenag Gandeng Bakom RI Perkuat Sosialisasi Program Revitalisasi Madrasah

Kompas.com, 20 Juli 2026, 19:15 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Kementerian Agama (Kemenag) terus mempercepat pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Revitalisasi Madrasah di berbagai daerah.

Selain fokus pada pembangunan fisik, pemerintah juga memperkuat komunikasi publik agar manfaat program dapat diketahui masyarakat secara luas.

Untuk itu, Kemenag menjalin sinergi dengan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.

Baca juga: Lewat Aplikasi AMAN, Masyarakat Kini Bisa Laporkan Kekerasan di Pesantren dan Madrasah

Kolaborasi ini diharapkan mampu mengawal implementasi program sekaligus memperlihatkan dampaknya terhadap peningkatan mutu pendidikan madrasah.

Dalam hal ini, Kemenag menggandeng Bakom RI untuk mengawal pelaksanaan sekaligus memperluas pemahaman masyarakat mengenai Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Revitalisasi Madrasah.

Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya menyampaikan perkembangan pembangunan, tetapi juga menunjukkan dampak nyata program terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan di madrasah.

Baca juga: Kemenag Luncurkan Gerakan Nasional Ruang Aman di Pesantren & Madrasah

Madrasah Menjadi Bagian Penting Pendidikan Nasional

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, mengatakan Kemenag mengelola sekitar 23–25 persen penyelenggaraan pendidikan nasional, mulai dari madrasah, pesantren, hingga berbagai satuan pendidikan keagamaan lainnya.

Karena memiliki cakupan yang besar, peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan menjadi salah satu prioritas pemerintah.

"Madrasah sendiri mencakup sekitar 19 sampai 20 persen dari keseluruhan pendidikan nasional. Dengan cakupan yang besar ini, peningkatan kualitas layanan pendidikan melalui revitalisasi madrasah menjadi kebutuhan yang sangat penting," ujar Kamaruddin dalam audiensi bersama jajaran Bakom RI di Jakarta, Senin (20/7/2026).

Sebanyak 1.404 Madrasah Sedang Direvitalisasi

Kamaruddin menjelaskan, dari total 2.120 madrasah yang diusulkan Kementerian Agama untuk masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat, sebanyak 1.404 madrasah saat ini sedang menjalani pembangunan dan rehabilitasi secara intensif oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Selain memastikan proyek berjalan sesuai target, Kemenag juga mulai menyiapkan perluasan program pada tahun mendatang.

Menurutnya, pemerintah membuka peluang penambahan jumlah madrasah yang akan diusulkan sebagai penerima program revitalisasi pada Tahun Anggaran 2027.

"Program ini akan terus kami dorong agar semakin banyak madrasah memperoleh fasilitas belajar yang lebih layak sehingga berdampak langsung pada peningkatan mutu layanan pendidikan," katanya.

Bakom RI Siap Perkuat Komunikasi Publik

Deputi III Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah RI, Kurnia Ramadhana, menyatakan pihaknya siap memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Agama dalam menyampaikan perkembangan program kepada masyarakat.

Menurut Kurnia, masyarakat perlu memperoleh informasi yang utuh mengenai progres revitalisasi madrasah, manfaat yang dirasakan warga madrasah, hingga peningkatan kualitas layanan pendidikan yang dihasilkan.

"Kami ingin membangun sinergi yang semakin kuat dengan Kementerian Agama agar masyarakat dapat melihat perkembangan revitalisasi madrasah secara menyeluruh, termasuk dampak yang dirasakan oleh para penerima manfaat," ujar Kurnia.

Ia menambahkan, pendekatan komunikasi berbasis kisah dan pengalaman di lapangan juga dinilai penting agar masyarakat dapat melihat secara langsung transformasi yang terjadi di madrasah sebagai hasil dari program revitalisasi.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar