Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jejak Kehangatan Kak Bund, dari Kantin sampai Sujud di Nabawi…

Kompas.com, 26 Juli 2026, 21:43 WIB
Mahardini Nur Afifah,
Fabian Januarius Kuwado

Tim Redaksi

KOMPAS.com - "Ke kantin, yuk..." Suara Khairina memecah keheningan ruang redaksi Kompas.com Biro Solo, Jawa Tengah.

Begitulah keseharian perempuan yang akrab kami sapa Kak Bund, Bunda Irin, atau Bundo.

Nyaris setiap sore, ajakan itu menjadi "penyelamat" teman-teman redaksi dari keseriusan memberitakan beragam isu dari penjuru Indonesia, bahkan dunia.

Kak Bund membuat kami berhenti menatap layar. Menyingkirkan penat dari berita kondisi yang seringkali tidak baik-baik saja.

Kak Bund ibarat jam dinding yang berdentang tidak pernah lewat dari waktu. Membuat kami rehat sejenak, mengambil napas, dan menyadarkan makna bahwa jurnalis juga manusia.

Tetapi, Minggu (26/7/2026) pagi, kabar duka datang. Pada dini hari, maut datang menjemput Kak Bund seperti pencuri.

Sore-sore kami ke depan, tak ada lagi seseorang yang dengan rela menyelamatkan kami.

Perkenalan dengan Kak Bund

Perkenalan saya dengan Kak Bund terjadi jauh sebelum kami menjadi rekan kerja.

Medio 2016 silam, ia masih aktif menjadi staf humas di kampus UNS, usai bertugas menjadi jurnalis di Harian Kompas.

Saya kerap mencari “suaka” untuk menulis berita seusai liputan grassroot di ruang kerjanya, sedangkan Kak Bund merampungkan tugas-tugas kehumasan di sana.

Rasanya sulit mengingat-ingat momen perkenalan perdana kami.

Tapi, masih lekat dalam ingatan, Kak Bund dengan seragam biru muda, dipadukan serasi dengan jilbab segi empat biru tua, dan senyum khasnya. Senyum yang ternyata tak pernah berubah.

Bertahun-tahun berselang, ketika kami dipertemukan di satu atap kantor, senyum itu masih sama.

Bahkan, pada hari-hari terakhir ketika tubuhnya berjuang menghadapi miom, dan hasil pemeriksaan usai menjalani operasi menunjukkan keganasan.

Aktivis potluck

Delapan tahun sudah Kak Bund bergabung di Kompas.com. Usianya di kantor kami nyaris berbarengan dengan usia kantor cabang ini di Klodran, Karanganyar, Jawa Tengah.

Kami sebagai juniornya kerap berkelakar, Kak Bund sebagai sosok yang ikut peletakan batu pertama.

Kak Bund yang disenggol, cuma cengar-cengir sebal lantaran dianggap senior. Ia memang rendah hati.

Di akhir hayatnya, Kak Bund bertugas menjadi asisten editor di kanal Cahaya, kanal yang lekat dengan renjananya.

Namun, kalau harus menjelaskan Kak Bund kepada orang-orang yang mengenalnya di kantor, mungkin perannya bukan hal pertama yang bakal disebut.

Mereka mungkin akan lebih mengingat ajakan, “Potluck, yuk…”

Ya, Kak Bund adalah salah satu inisiator makan bareng rutin ini di kantor. Rasanya haram memulai acara sebelum beliau nongol di tengah-tengah kami.

Kak Bund selalu punya cara sederhana untuk membuat orang berkumpul.

Ia seperti selalu punya energi mengajak orang lain makan, mengobrol, atau sebentar mengingatkan ada kehidupan di luar pekerjaan yang harus kami jalani.

Mimpi Nabawi

Di balik sosok yang getol mengajak orang kumpul-kumpul, Kak Bund rupanya menyimpan satu mimpi yang sangat personal.

“Ya Allah, izinkan saya melihat payung-payung di Nabawi secara langsung,” kata dia.

Bahkan, katanya, kalau belum pantas masuk, melihatnya saja sudah cukup. Tetapi, yang diberikan ternyata jauh lebih dari itu.

Kak Bund tak hanya melihat deretan payung-payung raksasa di tempat suci itu. Setelah gigih berupaya, ia lolos dan mendapatkan kesempatan bertugas sebagai anggota Media Center Haji 2024.

Penempatannya di Madinah, tempat Masjid Nabawi bersemayam.

Di sana, ia bisa bersujud berkali-kali, membantu melayani jemaah haji, sekaligus membuat laporan jurnalistik yang komprehensif.

"Saya hanya bisa menangis, menangis, menangis," kata dia mengenang cara Tuhan memeluk mimpi-mimpinya.

Semangat yang kurang lebih sama juga terlihat ketika pandemi Covid-19 belum sepenuhnya usai.

Di tengah ketidakpastian saat turbulensi membuat banyak orang kelabakan, Kak Bund mengikuti fellowship jurnalistik tingkat ASEAN tentang perlindungan perempuan. Ia lolos dan menjadi salah satu peserta terbaik dalam program yang digelar di Filipina itu.

 

Jurnalis Kompas.com Khairina atau akrab disapa Kak Bund yang wafat pada Minggu (26/7/2026) dini hari. Istimewa Jurnalis Kompas.com Khairina atau akrab disapa Kak Bund yang wafat pada Minggu (26/7/2026) dini hari.

Air putih

Spirit Kak Bund juga kentara kala berjuang mencari cara sembuh dari penyakitnya.

Beberapa bulan terakhir, ia getol konsul dokter, mencari rumah sakit rujukan, hingga akhirnya menjalani operasi.

Kelar menjalani tindakan bedah di RSUD Dr Moewardi Solo, kami bertanya apa yang paling ia inginkan.

Jawabannya ringan, “Sekarang air putih jadi menu favoritku, Kak.”

“Oke, nanti aku bawain air mineral di vending machine di lantai bawah,” seloroh saya waktu itu.

Tapi batin rasanya nyeri. Keinginan sederhana itu datang setelah hari-hari panjang tubuhnya harus beradaptasi dengan bekas operasi dan selang alat bantu napas memenuhi ruang tenggorokan.

Bahkan, ketika kami datang menjenguk, Kak Bund berupaya duduk setengah rebah untuk menyambut kami dengan senyum terbaiknya.

Percakapan terakhir dengan Kak Bund, Kamis (23/7/2026) malam untuk membincangkan kondisi kesehatannya rupanya menjadi obrolan terakhir kami.

Sebelum sempat menjalani kemoterapi perdananya, kondisi Kak Bund kembali menurun. Jumat (24/7/2026) pagi, ia dilarikan ke rumah sakit.

Pada Minggu (26/7/2026) pukul 01.40 WIB, Kak Bund berpulang pada usia 46 tahun.

Minggu siang, Kak Bund dikebumikan tak jauh dari rumahnya, di tengah perjalanan yang biasa kami lalui ketika bertandang ke kediamannya.

Setelah ini, kantor akan tetap sibuk, tenggat akan tetap datang, grup percakapan redaksi tetap ramai, dan mungkin suatu hari nanti akan ada rekan lain yang silih-berganti mengajak kami rehat sejenak.

Tapi, kami akan teringat pada satu orang yang selama bertahun-tahun paling rajin mengajak kami, “Kantin, yuk…”

Selamat jalan, Kak Bund. Terang jalanmu di keabadian...

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar