Editor
KOMPAS.com – Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, Anies Rasyid Baswedan, mengenang Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri sebagai sosok ulama yang memiliki keluasan ilmu, rendah hati, bersahaja, serta berjasa dalam menjaga persatuan dan kerukunan umat.
Anies menyampaikan kesaksiannya melalui video testimoni yang ditayangkan dalam Haul ke-5 Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri di Kompleks Pondok Pesantren Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo, Kabupaten Sigi, Sabtu (8/8/2026).
Dalam testimoninya, Anies menyebut Habib Saggaf sebagai sosok yang sangat berharga bagi bangsa dan umat.
“Beliau harta berharga negara, permata umat tiada tara,” kata Anies dilansir dari Antaranews.
Baca juga: Gotong Royong Warga dan Rumah Amal Salman, Air Bersih Kini Mengalir di Desa Jamat
Anies mengawali kesaksiannya dengan menyampaikan salam takzim kepada keluarga besar Habib Saggaf serta para jamaah yang hadir dari berbagai daerah.
Menurut Anies, Habib Saggaf merupakan salah satu ulama yang meninggalkan keteladanan besar, tidak hanya bagi umat Islam tetapi juga bagi kehidupan berbangsa.
Anies menilai kepemimpinan Habib Saggaf di Alkhairaat selama hampir lima dekade memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan pendidikan Islam di Indonesia, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Dalam pandangan Anies, Habib Saggaf merupakan sosok yang mampu memadukan keluasan ilmu dengan kerendahan hati.
Ia menggambarkan Habib Saggaf sebagai ulama yang teduh, bersahaja, dan lembut dalam berinteraksi dengan siapa pun.
Keluasan ilmu yang dimilikinya, kata Anies, tidak membuat Habib Saggaf menjaga jarak dengan masyarakat. Sebaliknya, semakin tinggi ilmunya, semakin terlihat sikap rendah hati dan kesederhanaannya.
Anies juga mengenang sikap Habib Saggaf yang tidak pernah membeda-bedakan seseorang berdasarkan latar belakang, keturunan, jabatan, maupun harta.
Menurut dia, Habib Saggaf lebih mengedepankan amal kebaikan, ilmu, dan akhlak dalam melihat seseorang.
Sikap tersebut menjadi salah satu keteladanan penting yang menurut Anies perlu terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Ilmu yang tinggi, hati yang rendah, bagai padi merunduk karena isinya. Semakin berilmu, semakin bersahaja,” ungkapnya.
Anies juga mengenang peran Habib Saggaf ketika bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi melanda Palu, Sigi, dan Donggala pada 2018.
Di tengah situasi yang penuh duka dan kesulitan, Habib Saggaf disebut tetap memberikan pesan ketenangan kepada umat. Ia mengajak masyarakat agar tidak larut dalam kesedihan dan terus bangkit menghadapi ujian.
Bagi Anies, sikap tersebut menunjukkan keteduhan seorang ulama dalam menghadapi situasi sulit sekaligus kemampuannya memberikan kekuatan moral kepada masyarakat.
Anies turut mengungkapkan pengalaman pribadinya ketika beberapa kali berkunjung dan bertemu dengan Habib Saggaf.
Ia mengatakan, setiap kali datang, dirinya selalu mendapatkan sambutan hangat dan diperlakukan dengan penuh keramahan.
Bahkan, Habib Saggaf disebut bersedia hadir dan duduk bersama ketika Anies menyampaikan pembicaraan dalam sebuah majelis ilmu.
Bagi Anies, pengalaman tersebut kembali menunjukkan keteladanan Habib Saggaf. Menurutnya, seseorang yang memiliki ilmu tinggi semestinya semakin mampu menempatkan dirinya secara sederhana di tengah masyarakat.
Anies menilai warisan ilmu, kebijaksanaan, dan keteladanan Habib Saggaf tidak berhenti setelah wafatnya sang ulama.
Baca juga: Kemenag Siapkan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Rp4,1 Triliun, Ini Jadwal Pengajuannya
Warisan tersebut akan terus hidup melalui lembaga pendidikan Alkhairaat, para murid, serta alumninya yang tersebar di berbagai daerah.
Karena itu, Anies mengajak generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan dan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan Habib Saggaf.
“Fastabiqul khairat, berlomba-lombalah dalam kebaikan,” pesannya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang