Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Anies Kenang Habib Saggaf Aljufri: Ilmu Tinggi, Hati Rendah, Permata Umat

Kompas.com, 9 Agustus 2026, 08:06 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, Anies Rasyid Baswedan, mengenang Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri sebagai sosok ulama yang memiliki keluasan ilmu, rendah hati, bersahaja, serta berjasa dalam menjaga persatuan dan kerukunan umat.

Anies menyampaikan kesaksiannya melalui video testimoni yang ditayangkan dalam Haul ke-5 Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri di Kompleks Pondok Pesantren Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo, Kabupaten Sigi, Sabtu (8/8/2026).

Dalam testimoninya, Anies menyebut Habib Saggaf sebagai sosok yang sangat berharga bagi bangsa dan umat.

“Beliau harta berharga negara, permata umat tiada tara,” kata Anies dilansir dari Antaranews.

Baca juga: Gotong Royong Warga dan Rumah Amal Salman, Air Bersih Kini Mengalir di Desa Jamat

Anies mengawali kesaksiannya dengan menyampaikan salam takzim kepada keluarga besar Habib Saggaf serta para jamaah yang hadir dari berbagai daerah.

Menurut Anies, Habib Saggaf merupakan salah satu ulama yang meninggalkan keteladanan besar, tidak hanya bagi umat Islam tetapi juga bagi kehidupan berbangsa.

Hampir Lima Dekade Memimpin Alkhairaat

Anies menilai kepemimpinan Habib Saggaf di Alkhairaat selama hampir lima dekade memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan pendidikan Islam di Indonesia, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Dalam pandangan Anies, Habib Saggaf merupakan sosok yang mampu memadukan keluasan ilmu dengan kerendahan hati.

Ia menggambarkan Habib Saggaf sebagai ulama yang teduh, bersahaja, dan lembut dalam berinteraksi dengan siapa pun.

Keluasan ilmu yang dimilikinya, kata Anies, tidak membuat Habib Saggaf menjaga jarak dengan masyarakat. Sebaliknya, semakin tinggi ilmunya, semakin terlihat sikap rendah hati dan kesederhanaannya.

Tidak Memandang Orang dari Jabatan dan Harta

Anies juga mengenang sikap Habib Saggaf yang tidak pernah membeda-bedakan seseorang berdasarkan latar belakang, keturunan, jabatan, maupun harta.

Menurut dia, Habib Saggaf lebih mengedepankan amal kebaikan, ilmu, dan akhlak dalam melihat seseorang.

Sikap tersebut menjadi salah satu keteladanan penting yang menurut Anies perlu terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Ilmu yang tinggi, hati yang rendah, bagai padi merunduk karena isinya. Semakin berilmu, semakin bersahaja,” ungkapnya.

Tetap Teduh Saat Bencana Palu 2018

Anies juga mengenang peran Habib Saggaf ketika bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi melanda Palu, Sigi, dan Donggala pada 2018.

Di tengah situasi yang penuh duka dan kesulitan, Habib Saggaf disebut tetap memberikan pesan ketenangan kepada umat. Ia mengajak masyarakat agar tidak larut dalam kesedihan dan terus bangkit menghadapi ujian.

Bagi Anies, sikap tersebut menunjukkan keteduhan seorang ulama dalam menghadapi situasi sulit sekaligus kemampuannya memberikan kekuatan moral kepada masyarakat.

Kenangan Hangat Bersama Habib Saggaf

Anies turut mengungkapkan pengalaman pribadinya ketika beberapa kali berkunjung dan bertemu dengan Habib Saggaf.

Ia mengatakan, setiap kali datang, dirinya selalu mendapatkan sambutan hangat dan diperlakukan dengan penuh keramahan.

Bahkan, Habib Saggaf disebut bersedia hadir dan duduk bersama ketika Anies menyampaikan pembicaraan dalam sebuah majelis ilmu.

Bagi Anies, pengalaman tersebut kembali menunjukkan keteladanan Habib Saggaf. Menurutnya, seseorang yang memiliki ilmu tinggi semestinya semakin mampu menempatkan dirinya secara sederhana di tengah masyarakat.

Warisan Habib Saggaf Terus Hidup

Anies menilai warisan ilmu, kebijaksanaan, dan keteladanan Habib Saggaf tidak berhenti setelah wafatnya sang ulama.

Baca juga: Kemenag Siapkan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Rp4,1 Triliun, Ini Jadwal Pengajuannya

Warisan tersebut akan terus hidup melalui lembaga pendidikan Alkhairaat, para murid, serta alumninya yang tersebar di berbagai daerah.

Karena itu, Anies mengajak generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan dan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan Habib Saggaf.

“Fastabiqul khairat, berlomba-lombalah dalam kebaikan,” pesannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jadwal Pengajuan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026, Total Rp 4,1 Triliun
Jadwal Pengajuan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026, Total Rp 4,1 Triliun
Aktual
Al-Qanun Al-Asasi Kembali Disosialisasikan, Gus Kikin: Ini Ruh NU
Al-Qanun Al-Asasi Kembali Disosialisasikan, Gus Kikin: Ini Ruh NU
Aktual
Lulusan Fakultas Syariah dan Hukum 111 PTKI Disiapkan Jadi Advokat
Lulusan Fakultas Syariah dan Hukum 111 PTKI Disiapkan Jadi Advokat
Aktual
Madrasah Bisa Ajukan BOS via Digital, Kemenag Siapkan Rp 4,1 Triliun
Madrasah Bisa Ajukan BOS via Digital, Kemenag Siapkan Rp 4,1 Triliun
Aktual
Muhaimin Iskandar: Kawasan Ekonomi Pesantren Bisa Jadi Motor Pengentasan Kemiskinan
Muhaimin Iskandar: Kawasan Ekonomi Pesantren Bisa Jadi Motor Pengentasan Kemiskinan
Aktual
Anies Kenang Habib Saggaf Aljufri: Ilmu Tinggi, Hati Rendah, Permata Umat
Anies Kenang Habib Saggaf Aljufri: Ilmu Tinggi, Hati Rendah, Permata Umat
Aktual
Gotong Royong Warga dan Rumah Amal Salman, Air Bersih Kini Mengalir di Desa Jamat
Gotong Royong Warga dan Rumah Amal Salman, Air Bersih Kini Mengalir di Desa Jamat
Aktual
Kemenag Siapkan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Rp4,1 Triliun, Ini Jadwal Pengajuannya
Kemenag Siapkan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Rp4,1 Triliun, Ini Jadwal Pengajuannya
Aktual
Wamenag Minta Perketat Perlindungan Anak di Madrasah, bangun Budaya Berani Melapor
Wamenag Minta Perketat Perlindungan Anak di Madrasah, bangun Budaya Berani Melapor
Aktual
Muhammadiyah Maknai Jihad Masa Kini dengan Membangun Bangsa, Bukan Kekerasan
Muhammadiyah Maknai Jihad Masa Kini dengan Membangun Bangsa, Bukan Kekerasan
Aktual
Ma'ruf Amin Dorong NU Perkuat Umat dan Kemandirian Ekonomi
Ma'ruf Amin Dorong NU Perkuat Umat dan Kemandirian Ekonomi
Aktual
Buka Muktamar Tapak Suci XIV, Ahmad Luthfi Soroti Peran Pencak Silat dalam Membangun Karakter dan Persatuan
Buka Muktamar Tapak Suci XIV, Ahmad Luthfi Soroti Peran Pencak Silat dalam Membangun Karakter dan Persatuan
Aktual
Ahmad Muzani: Qanun Asasi NU Jadi Landasan Menjaga Keutuhan NKRI
Ahmad Muzani: Qanun Asasi NU Jadi Landasan Menjaga Keutuhan NKRI
Aktual
Muhammad Barie Irsyad, Sosok Pendekar Pendiri Tapak Suci Putera Muhammadiyah
Muhammad Barie Irsyad, Sosok Pendekar Pendiri Tapak Suci Putera Muhammadiyah
Aktual
Sejarah Tapak Suci, Organisasi Pencak Silat Muhammadiyah
Sejarah Tapak Suci, Organisasi Pencak Silat Muhammadiyah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar