Editor
MEDAN, KOMPAS.com - Nama Farrah Adiba Sinaga terpampang dalam daftar penerima Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) LPDP Kementerian Agama.
Santri Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah TPI Medan itu mendapatkan beasiswa Program Akselerasi S1 dan S2 Bahasa Arab di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya.
Farrah menangis ketika mengetahui hasil pengumuman tersebut.
Baginya, kesempatan menempuh pendidikan hingga jenjang magister itu seperti jawaban atas doa yang selama ini dipanjatkannya, termasuk dalam sujud dan tahajud.
Baca juga: Resmi! S3 Perbankan Syariah UIN Jakarta Masuk Daftar Beasiswa LPDP 2026
Namun, kejutan bagi Farrah tak berhenti di sana.
Di waktu yang hampir bersamaan, ia juga dinyatakan lulus di Fakultas Syariah Islamiyah Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.
"Saya benar-benar menangis saat mengetahui lulus Beasiswa Akselerasi S1 dan S2 dari Kementerian Agama. Rasanya seperti mimpi," ujar Farrah dikutip dari laman kemenag.go.id, Minggu (9/8/2026).
"Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT karena diberi kesempatan yang begitu besar. Beasiswa ini bukan hanya membantu pendidikan saya, tetapi juga menjadi amanah dan kepercayaan yang harus saya jaga dengan sungguh-sungguh," tutur Farrah.
Dua kesempatan besar yang datang hampir bersamaan tersebut menjadi buah dari perjalanan panjang Farrah selama belajar di pesantren.
Hari-harinya diisi dengan kegiatan belajar, hafalan, diskusi, hingga mempersiapkan diri menghadapi seleksi beasiswa dan perguruan tinggi.
Bahasa Arab dan ilmu-ilmu keislaman menjadi bidang yang sejak lama menarik perhatiannya.
"Saya sangat bangga bisa mendapatkan Beasiswa Akselerasi S1 dan S2 dari Kementerian Agama RI. Ini adalah hadiah terbesar dalam perjalanan belajar saya di pesantren. Saya merasa semua lelah, doa, dan perjuangan selama ini benar-benar dijawab oleh Allah SWT. Saya ingin membuktikan bahwa santri juga mampu berprestasi dan bersaing di tingkat nasional bahkan internasional," tuturnya.
Farrah tak menganggap keberhasilannya sebagai hasil perjuangannya seorang diri.
Ada dua hal yang selalu ia sebut ketika berbicara mengenai pencapaiannya yakni doa orangtua dan bimbingan guru.
Selama berada di pesantren, dukungan keluarga, ustaz dan ustazah menjadi bagian dari perjalanan Farrah mengejar pendidikan yang diinginkannya.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kedua orangtua saya yang tidak pernah berhenti mendoakan, kepada para ustaz dan ustazah yang membimbing dengan penuh kesabaran, serta kepada pimpinan pesantren yang selalu memberikan motivasi. Beasiswa ini adalah milik kita semua. Saya hanya menjadi perantara dari doa dan harapan banyak orang," katanya.
Direktur Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah TPI Medan Yose Rizal mengatakan, Farrah memiliki semangat belajar dan kedisiplinan selama menempuh pendidikan di pesantren.
Menurut Yose, capaian Farrah juga menunjukkan bahwa santri memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan berkompetisi hingga tingkat internasional.
"Farrah adalah contoh santri yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, disiplin, dan rendah hati. Keberhasilannya meraih Beasiswa Akselerasi S1 dan S2 Kementerian Agama menjadi bukti bahwa pendidikan pesantren mampu melahirkan generasi unggul yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional," ujar Yose.
Kini, dua jalan pendidikan terbuka di hadapan Farrah.
Satu jalan membawanya mengikuti program akselerasi Bahasa Arab dari jenjang S1 hingga S2 di UIN Sunan Ampel Surabaya dengan Beasiswa Indonesia Bangkit.
Jalan lainnya membawanya ribuan kilometer dari Medan menuju Kairo setelah dinyatakan lulus Fakultas Syariah Islamiyah Universitas Al-Azhar.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan Impun Siregar berharap pencapaian Farrah dapat menjadi motivasi bagi santri lainnya.
"Farrah Adiba Sinaga telah menunjukkan bahwa santri mampu menembus program beasiswa bergengsi yang disiapkan Kementerian Agama," ucap dia.
Keunggulan pesantren terletak pada perpaduan antara penguatan akhlak, kedisiplinan, pendalaman ilmu agama, dan pengembangan kemampuan akademik.
Dari lingkungan seperti inilah lahir generasi yang tangguh, mandiri, dan siap menjadi pemimpin masa depan.
"Kami berharap prestasi Farrah menjadi inspirasi bagi seluruh santri di Kota Medan untuk terus belajar, berprestasi, dan mengharumkan nama bangsa," ungkap Impun.
Bagi Farrah, keberhasilan tersebut sekaligus menjadi awal perjalanan baru.
Ia ingin terus memperdalam Bahasa Arab dan ilmu syariah. Pendidikan yang ditempuhnya kelak diharapkan tidak berhenti menjadi pencapaian pribadi, tetapi menjadi bekal untuk mengabdi kepada masyarakat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang