Editor
MANGGARAI TIMUR, KOMPAS.com — Kepanikan terjadi ketika gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Di tengah kepanikan itu, sejumlah ibu terjatuh dan terpeleset saat berusaha menyelamatkan diri.
Kondisi tersebut disaksikan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah terdampak gempa.
Perwakilan mahasiswa KKN UMY, Didan Oktanova Hermawan atau Awan, mengatakan sebagian besar warga yang mengalami luka merupakan ibu-ibu.
Baca juga: Muhammadiyah Layani 3.466 Korban Gempa NTT, Air Bersih hingga Tenda Mendesak
Mereka terluka bukan karena tertimpa bangunan, melainkan terjatuh ketika berusaha menyelamatkan diri saat guncangan terjadi.
“Korban luka-luka itu kebanyakan dari ibu-ibu karena saat gempa pertama mereka panik, lalu banyak yang jatuh dan terpeleset,” ujar Awan dikutip dari wartaptm.id, Selasa (18/8/2026).
Awan bersama puluhan mahasiswa UMY saat itu sedang menjalankan program KKN di wilayah Manggarai.
Alih-alih hanya menyelesaikan program pengabdian masyarakat, mereka kemudian ikut memberikan pertolongan pertama hingga membantu warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Sebanyak 61 mahasiswa KKN UMY berada di dua wilayah terdampak.
Mereka terdiri dari 26 mahasiswa kelompok Gema Pelita Nusantara (GPN) di Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, serta 35 mahasiswa Proyek Ekspedisi Nusantara (PENA) di Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur.
Berdasarkan laporan mahasiswa hingga Sabtu siang, tidak terdapat korban jiwa di dua lokasi penugasan tersebut.
Namun, sejumlah warga mengalami luka ringan dan kerusakan bangunan dilaporkan terjadi di beberapa titik, termasuk sebuah masjid di Nanga Mbaling.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT