Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

GIHES 2026 Kumpulkan Tokoh Pendidikan Internasional di Jakarta, Bahas Pesantren

Kompas.com, 18 Agustus 2026, 12:59 WIB
Reni Susanti

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Sistem pendidikan pesantren akan menjadi bahasan utama dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026 yang digelar pada 5–6 September 2026 di Jakarta.

Forum internasional bertema “Exploring and Revealing the Pesantren Education System” tersebut merupakan bagian dari peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (1926–2026).

Ketua Panitia GIHES 2026 KH Anang Rikza Masyhadi mengatakan, forum ini tidak dirancang sekadar sebagai seminar, tetapi menjadi ruang dialog dan membangun jejaring antar-lembaga pendidikan Islam dari berbagai negara.

“Dengan populasi muslim dunia yang mencapai sekitar dua miliar jiwa dan usia median hanya 24 tahun, pertanyaannya bukan lagi soal relevansi pendidikan berbasis nilai, melainkan siapa yang akan memimpin percakapan global tentang masa depannya, dan pesantren diyakini punya modal besar untuk mengambil peran tersebut,” kata Anang dalam rilisnya, Selasa (18/8/2026). 

Baca juga: 100 Tahun Gontor, Pesantren Ditawarkan Jadi Model Pendidikan Holistik Dunia

Menurut Anang, pendidikan dunia saat ini menghadapi tantangan besar, termasuk perubahan kebutuhan keterampilan generasi muda dan persoalan kesehatan mental.

Di sisi lain, sejumlah kompetensi yang dinilai semakin penting pada masa depan, seperti kemampuan berpikir analitis, ketangguhan, kepemimpinan, dan empati, merupakan kemampuan nonteknis yang selama ini juga menjadi bagian dari pendidikan karakter di pesantren.

Karena itu, GIHES 2026 ingin membawa pengalaman pendidikan pesantren ke dalam percakapan global mengenai masa depan pendidikan.

Tiga Pilar GIHES 2026

Anang menjelaskan, GIHES 2026 dibangun melalui tiga pilar program, yakni Convene, Create, dan Connect.

Convene menjadi forum pertemuan tahunan yang menghadirkan pidato kunci para pemikir global, diskusi lintas lembaga, serta leaders talk.

Sementara Create dirancang sebagai laboratorium pengetahuan untuk menghasilkan kerangka pendidikan, riset, rekomendasi kebijakan, dan deklarasi bersama.

Adapun Connect diarahkan untuk membangun jejaring aktif antar-lembaga pendidikan Islam yang berjalan sepanjang tahun. Melalui jejaring tersebut, lembaga pendidikan dapat berbagi kurikulum, pengalaman, dan praktik terbaik.

Dengan konsep tersebut, kolaborasi yang dibangun melalui GIHES diharapkan tidak berhenti setelah forum dua hari berakhir.

Baca juga: Kiai Imam Jazuli, Tokoh Transformatif Pesantren

Bahas Masa Depan Pendidikan Islam

Panitia GIHES 2026 KH Hadiyanto Arief mengatakan, hari pertama penyelenggaraan pada Sabtu (5/9/2026) akan difokuskan pada peletakan fondasi gagasan mengenai pendidikan Islam holistik dan sistem pendidikan pesantren.

Rangkaian acara akan diawali dengan sambutan Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal dan dijadwalkan dibuka Ketua MPR RI Ahmad Muzani.

Sejumlah pidato kunci akan membahas masa depan pendidikan Islam holistik dan sistem pendidikan pesantren.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti dijadwalkan memberikan perspektif nasional mengenai pendidikan, sedangkan Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Amin Abdullah akan membahas lebih dalam sistem pendidikan pesantren.

Menteri Agama Nasaruddin Umar juga diundang untuk membahas peluang dan tantangan pesantren dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Pembicara bersama peserta acara akan berbagi perspektif internasional tentang pendidikan holistik. Kami turut mengundang Menteri Agama Prof. Dr. Nasaruddin Umar menjadi penutup akhir di sesi hari pertama untuk membicarakan mengenai peluang dan tantangan pesantren dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” kata Hadiyanto.

Dari Pendidikan Jepang hingga Teknologi

Sementara itu, KH Adrian Mafatihullah mengatakan, rangkaian hari kedua, Minggu (6/9/2026), akan dibuat lebih interaktif melalui sejumlah sesi dialog paralel.

Pembahasan antara lain mencakup perbandingan pendidikan tokkatsu Jepang dengan pesantren, pembentukan identitas generasi muda Muslim di dunia Barat, pendidikan holistik di lembaga Muslim India, hingga humanisasi teknologi dalam ekosistem pendidikan yang berlangsung 24 jam.

Pada saat bersamaan, Leaders Talk akan membahas tata kelola pesantren, kaderisasi, keberlanjutan kelembagaan, dan kepemimpinan global.

Forum tersebut kemudian akan menghasilkan kerja sama antar-lembaga melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Kerja sama direncanakan mencakup pertukaran guru, penelitian, kurikulum, publikasi, hingga kemitraan antar-lembaga pendidikan.

GIHES 2026 juga akan ditutup dengan penandatanganan Deklarasi GIHES bertajuk “Timeless Values, Future Civilizations”.

“Rangkaian summit akan diakhiri secara khidmat melalui Gontor Centenary Gathering bersama para duta besar dan tokoh terkemuka di Gedung Nusantara IV, kompleks DPR/MPR Senayan,” ujar Adrian.

Pertemuan tersebut dijadwalkan dipandu Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Contoh Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW yang Menyentuh, Penuh Makna dan Doa
Contoh Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW yang Menyentuh, Penuh Makna dan Doa
Aktual
Maulid Nabi 2026 Tinggal 7 Hari Lagi, Ini Tanggal dan Hari Liburnya
Maulid Nabi 2026 Tinggal 7 Hari Lagi, Ini Tanggal dan Hari Liburnya
Aktual
GIHES 2026 Kumpulkan Tokoh Pendidikan Internasional di Jakarta, Bahas Pesantren
GIHES 2026 Kumpulkan Tokoh Pendidikan Internasional di Jakarta, Bahas Pesantren
Aktual
Jelang Muktamar ke-35 NU, PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang
Jelang Muktamar ke-35 NU, PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang
Aktual
Mengenal Hadis: Pengertian, Unsur Sanad-Matan, hingga Jenis dan Kualitasnya
Mengenal Hadis: Pengertian, Unsur Sanad-Matan, hingga Jenis dan Kualitasnya
Aktual
Marak Jasa Nikah Siri Beri Sertifikat, Kemenag: Tak Bisa Gantikan Buku Nikah
Marak Jasa Nikah Siri Beri Sertifikat, Kemenag: Tak Bisa Gantikan Buku Nikah
Aktual
Wisatawan Jerman Belajar Toleransi dari Perayaan Kemerdekaan di Bundaran HI
Wisatawan Jerman Belajar Toleransi dari Perayaan Kemerdekaan di Bundaran HI
Aktual
Harta, Jabatan, dan Ilmu Juga Bisa Jadi Ujian, Ini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat
Harta, Jabatan, dan Ilmu Juga Bisa Jadi Ujian, Ini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat
Aktual
Gempa NTT, Mahasiswa KKN Muhammadiyah: Korban Luka Kebanyakan Ibu-ibu yang Terjatuh
Gempa NTT, Mahasiswa KKN Muhammadiyah: Korban Luka Kebanyakan Ibu-ibu yang Terjatuh
Aktual
Muhammadiyah Layani 3.466 Korban Gempa NTT, Air Bersih hingga Tenda Mendesak
Muhammadiyah Layani 3.466 Korban Gempa NTT, Air Bersih hingga Tenda Mendesak
Aktual
50 Ucapan Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un untuk Kabar Duka Cita
50 Ucapan Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un untuk Kabar Duka Cita
Aktual
10 Amalan Rasulullah SAW dalam Kehidupan Sehari-hari yang Patut Diteladani
10 Amalan Rasulullah SAW dalam Kehidupan Sehari-hari yang Patut Diteladani
Aktual
HUT ke-81 RI, Ketum MUI Ajak Masyarakat Rawat Persatuan NKRI
HUT ke-81 RI, Ketum MUI Ajak Masyarakat Rawat Persatuan NKRI
Aktual
HUT ke-81 RI, Ketua Bidang Fatwa MUI Ajak Masyarakat Jaga Moral dan Ketahanan Keluarga
HUT ke-81 RI, Ketua Bidang Fatwa MUI Ajak Masyarakat Jaga Moral dan Ketahanan Keluarga
Aktual
Nama 25 Nabi dan Rasul Beserta Mukjizatnya, Lengkap dengan Ulul Azmi
Nama 25 Nabi dan Rasul Beserta Mukjizatnya, Lengkap dengan Ulul Azmi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar