Editor
MANGGARAI TIMUR, KOMPAS.com — Permintaan bantuan dr Melinda yang kewalahan menangani banyak pasien pascagempa di Puskesmas Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), beredar di media sosial.
Informasi mengenai kondisi tersebut kemudian sampai kepada tim Muhammadiyah yang tengah memberikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak gempa di sejumlah wilayah Flores.
Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama jejaring layanan kesehatan Muhammadiyah kemudian mengirim satu dokter dan dua perawat ke Puskesmas Dampek untuk membantu Melinda menangani pasien.
Baca juga: Biarawati Asal NTT Jadi Paskibra di KBRI Vatikan, Doa Mengalir untuk Korban Gempa
Salah satu dokter yang diterjunkan, dr Baim, mengatakan tim Muhammadiyah sebenarnya telah bergerak sejak hari pertama setelah gempa.
Bersama Klinik Muhammadiyah Ende, MDMC Ende, dan Klinik Muhammadiyah Maumere, tim berangkat menuju Mbay pada Sabtu sekitar pukul 10.30 Wita.
Setibanya di Mbay, mereka melakukan penyisiran terhadap warga yang berada di wilayah perbukitan menyusul adanya informasi potensi tsunami.
“Kemudian besoknya kami melanjutkan ke Riung, Kabupaten Ngada. Kami membuat pos pelayanan Muhammadiyah di Mbay, kemudian melanjutkan ke Riung dan berkoordinasi dengan PDM dan PDA Kabupaten Ngada untuk membuat pos pelayanan di sana,” ujar Baim dalam rilisnya, Selasa (18/8/2026).
Baca juga: Muhammadiyah Layani 3.466 Korban Gempa NTT, Air Bersih hingga Tenda Mendesak
Tim medis Muhammadiyah dan dr Melinda di lokasi gempa NTT. Dalam perjalanan menuju Manggarai Timur, tim menemukan sejumlah wilayah mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa.
Tim membawa logistik dan obat-obatan dalam jumlah terbatas karena akses menuju sejumlah lokasi dinilai cukup berbahaya.
Setibanya di Manggarai Timur, mereka menemukan sejumlah bangunan rusak serta warga yang membutuhkan pertolongan medis.
Tim kemudian memberikan pelayanan kesehatan, mulai dari membersihkan luka hingga melakukan penjahitan luka terhadap warga yang membutuhkan tindakan tersebut.
Pada malam hari ketika berada di wilayah Pota, tim mendapatkan informasi mengenai kondisi dr Melinda di Puskesmas Dampek.
Informasi yang beredar di grup Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebutkan Melinda harus menangani banyak pasien dengan keterbatasan tenaga kesehatan.
“Setelah ada berita di grup IDI bahwa dr Melinda menangani sendiri dengan begitu banyak pasien, keesokan paginya kami bergeser ke Dampek untuk membantu dr Melinda dengan satu dokter dan dua perawat,” kata Baim.
Tim tersebut diterjunkan di bawah koordinasi Direktur Klinik Utama Muhammadiyah Ende, dr Ibrahim Sengaji.
Hingga Selasa, tim kesehatan Muhammadiyah masih mendampingi pelayanan kesehatan di Puskesmas Dampek.
Selain membantu menangani pasien di puskesmas, tim melakukan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Sebanyak tiga pasien dengan kondisi fraktur atau patah tulang telah dievakuasi dan dirujuk ke RSUD Borong.
Kehadiran tim kesehatan tersebut menjadi bagian dari respons kemanusiaan MDMC bersama jejaring layanan kesehatan Muhammadiyah bagi masyarakat terdampak gempa di Flores.
Tim akan terus berkoordinasi dengan tenaga kesehatan dan pihak terkait untuk menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT