Editor
SURABAYA, KOMPAS.com - Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur KH Abdul Matin Djawahir mengingatkan Nahdlatul Ulama (NU) untuk menjaga independensi menjelang Muktamar Ke-35 NU yang digelar di Jombang, Jawa Timur, 27-31 Agustus 2026.
Pesan tersebut disampaikan Kiai Matin di tengah munculnya berbagai aspirasi mengenai figur yang dinilai layak menjadi anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) hingga menduduki posisi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Ia membantah anggapan adanya calon tertentu yang merupakan titipan atau memperoleh posisi karena kedekatan dengan pemerintah.
Baca juga: 5.000 Jemaah Ikuti Istigasah Pra-Muktamar NU Hari Ini, Ratusan Personel Dikerahkan
Menurut Kiai Matin, NU harus menjaga marwahnya sebagai organisasi keagamaan dan tidak menjadikan kedekatan dengan kekuasaan sebagai sandaran.
"Maka istilahnya kiai, NU itu jangan mendekat kepada yang berkuasa, tapi mendekatlah kepada Yang Kuasa. Maksudnya Yang Kuasa itu Allah SWT," kata Kiai Matin dikutip dari Ttribunjatim, Kamis (20/8/2026).
Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Bejagung Tuban itu menilai prinsip tersebut penting untuk menjaga independensi NU sekaligus memastikan proses organisasi berjalan sesuai nilai-nilai yang menjadi pijakannya.
Baca juga: 5.000 Jemaah Ikuti Istigasah Pra-Muktamar NU Hari Ini, Ratusan Personel Dikerahkan
Menjelang Muktamar ke-35 NU, perhatian tidak hanya tertuju pada bursa calon ketua umum PBNU.
Sejumlah aspirasi mengenai figur yang dianggap layak menjadi anggota AHWA hingga Rais Aam PBNU juga mulai bermunculan.
AHWA merupakan forum yang terdiri dari sembilan ulama yang dipilih dalam Muktamar.
Mereka memiliki tugas memilih Rais Aam PBNU melalui mekanisme musyawarah mufakat.
Menurut Kiai Matin, munculnya dukungan terhadap sejumlah nama untuk menjadi anggota
AHWA maupun Rais Aam merupakan dinamika yang wajar dalam organisasi.
"Ya itu wajar-wajar saja, asal semuanya tidak melanggar syar'i. Ya wajar-wajar saja," ujar Kiai Matin.
Meski demikian, menurut dia, menjadi anggota AHWA maupun Rais Aam bukan perkara sederhana.
Baca juga: Berebut NU
Kapasitas keilmuan dan kapabilitas seorang tokoh harus menjadi pertimbangan sebelum dinilai layak menduduki posisi tersebut.
Salah satu kriteria penting adalah memiliki kedalaman ilmu agama atau dikenal sebagai sosok yang alim.
Selain itu, ulama yang dipilih harus memiliki kehati-hatian dalam persoalan hukum serta tidak menjadikan kepentingan duniawi sebagai orientasi utama.
Dengan demikian, posisi anggota AHWA maupun Rais Aam merupakan amanah yang diberikan kepada tokoh-tokoh yang dinilai memenuhi kualifikasi tersebut.
Kiai Matin juga menekankan pentingnya menjaga prinsip supremasi Syuriah dalam struktur NU.
Syuriah merupakan unsur kepemimpinan tertinggi NU yang di tingkat PBNU dipimpin oleh Rais Aam.
Menurut Kiai Matin, posisi Syuriah tidak semestinya dicampuri kepentingan lain.
Karena itu, marwah dan kewenangan Syuriah perlu tetap dijaga dalam proses menuju Muktamar Ke-35 NU.
Dinamika pemilihan AHWA dan Rais Aam pun diharapkan tetap berorientasi pada kepentingan organisasi dan tidak berubah menjadi pertarungan kepentingan tertentu.
PWNU Jawa Timur juga memandang Muktamar Ke-35 NU memiliki arti strategis karena menjadi muktamar pertama setelah NU memasuki abad kedua.
Muktamar akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, yang memiliki keterkaitan sejarah dengan salah satu pendiri NU, KH Abdul Wahab Hasbullah.
Selain nilai historis tersebut, Muktamar Ke-35 NU diharapkan menjadi momentum rekonsiliasi setelah PBNU sempat menghadapi dinamika internal organisasi.
Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat aturan dan mekanisme organisasi agar persoalan serupa dapat diantisipasi pada masa mendatang.
Kiai Matin berharap pembenahan tersebut membuat kondisi NU semakin kondusif setelah Muktamar.
"Insya Allah NU akan lebih tenteram," kata dia.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Muktamar ke-35 NU Makin Dekat, PWNU Jatim Bicara AHWA hingga Rais Aam
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT