Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya

Kompas.com, 7 Oktober 2026, 08:03 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Mandi junub atau mandi wajib merupakan cara bersuci dari hadas besar yang perlu dilakukan dalam kondisi tertentu, termasuk setelah suami istri melakukan hubungan badan.

Kesucian dari hadas besar menjadi bagian penting sebelum menjalankan sejumlah ibadah yang mensyaratkan keadaan suci, seperti shalat.

Karena itu, memahami niat mandi wajib setelah berhubungan, rukun, serta tata caranya penting agar pelaksanaannya sesuai ketentuan bersuci dalam Islam.

Baca juga: Niat Mandi Wajib Pria dan Wanita: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya

Bacaan Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan Arab, Latin, dan Artinya

Niat menjadi bagian yang perlu diperhatikan ketika seseorang hendak melakukan mandi wajib setelah berhubungan. Bacaan berikut dapat digunakan sebagai panduan untuk memahami niat mandi wajib dalam bahasa Arab, Latin, dan terjemahannya.

Baca juga: Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid yang Sah & Niatnya

Niat mandi wajib setelah berhubungan dalam tulisan Arab

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Niat mandi wajib setelah berhubungan dalam tulisan Latin

Nawaitul-ghusla lirafil ḫadatsil-akbari minal-jinâbati fardlan lillâhi ta‘ala

Arti niat mandi wajib setelah berhubungan

"Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta'ala."
Niat dan doa ini dapat dilakukan oleh laki-laki maupun perempuan yang hendak menghilangkan hadas besar karena janabah.

Apakah Setelah Berhubungan Wajib Mandi?

Ketentuan mandi setelah berhubungan berkaitan dengan keadaan janabah dan sebab seseorang berada dalam hadas besar. Penjelasan berikut membedakan kondisi yang mengharuskan mandi junub, termasuk ketika hubungan badan terjadi tanpa keluarnya mani.

Kapan suami istri diwajibkan mandi junub?

Suami istri diwajibkan mandi junub setelah melakukan hubungan badan. Kewajiban tersebut berlaku ketika terjadi penetrasi, sehingga mandi wajib tidak hanya dikaitkan dengan keluarnya mani.

Mandi junub dilakukan untuk menghilangkan hadas besar sebelum seseorang menjalankan ibadah yang mensyaratkan kesucian. Setelah mandi wajib dilakukan dengan benar, seseorang kembali berada dalam keadaan suci dari hadas besar.

Apakah wajib mandi meski tidak keluar mani?

Ya, mandi wajib tetap dilakukan apabila suami istri telah melakukan hubungan badan meskipun tidak terjadi ejakulasi atau keluarnya mani. Dengan demikian, keluarnya mani bukan satu-satunya kondisi yang menyebabkan seseorang wajib mandi setelah berhubungan.
Ketentuan ini berbeda dengan kondisi keluarnya mani tanpa hubungan badan, yang juga termasuk salah satu penyebab seseorang berada dalam keadaan janabah. Karena itu, kondisi yang dialami perlu diperhatikan untuk menentukan kewajiban bersuci.

Perbedaan hadas besar dan hadas kecil

Dari cara bersucinya, hadas besar merupakan keadaan yang mengharuskan seseorang melakukan mandi wajib untuk kembali kepada keadaan suci. Janabah, haid, dan nifas termasuk keadaan yang berkaitan dengan hadas besar.

Sementara itu, hadas kecil merupakan keadaan yang cara menyucikannya dilakukan dengan wudhu. Sebagian penyebabnya seperti bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram, atau keluar sesuatu dari jalan depan atau belakang (qubul dan dubur), seperti buang air kecil, buang air besar, atau angin (kentut).

Perbedaan tersebut membuat tata cara bersuci perlu disesuaikan dengan jenis hadas yang dialami.

Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan untuk Pria

Laki-laki yang berada dalam keadaan junub perlu mengetahui bacaan niat sebelum melaksanakan mandi wajib. Bagian berikut menjelaskan bacaan, arti, serta waktu yang tepat untuk menghadirkan niat tersebut.

Bacaan niat mandi wajib pria

Bacaan niat mandi wajib untuk pria setelah berhubungan dapat menggunakan lafal berikut:


نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Lafal tersebut merupakan niat untuk menghilangkan hadas besar yang disebabkan oleh janabah karena Allah Ta'ala.

Arti niat mandi wajib pria

Arti bacaan niat tersebut adalah:
"Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta'ala."
Niat tersebut menunjukkan maksud seseorang untuk bersuci dari hadas besar akibat janabah.

Kapan niat mandi wajib dilakukan?

Niat mandi wajib dilakukan ketika seseorang hendak memulai mandi untuk menghilangkan hadas besar. Niat dapat dihadirkan bersamaan dengan awal pelaksanaan mandi wajib.
Hal yang utama adalah adanya kesengajaan dalam hati untuk menghilangkan hadas besar. Bacaan niat dapat dilafalkan sebagai bentuk membantu menghadirkan niat tersebut.

Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan untuk Wanita

Perempuan yang mengalami janabah juga perlu melakukan mandi wajib sebelum menjalankan ibadah yang mensyaratkan kesucian. Bacaan niat dan ketentuan dasarnya dapat diperhatikan pada penjelasan berikut.

Bacaan niat mandi wajib wanita

Bacaan niat mandi wajib bagi wanita setelah berhubungan adalah:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Niat tersebut digunakan untuk menyatakan maksud bersuci dari hadas besar karena janabah.

Arti niat mandi wajib wanita

Arti bacaan niat mandi wajib tersebut adalah:
"Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta'ala."
Niat ini menjadi bagian dari pelaksanaan mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar.

Apakah niat pria dan wanita berbeda?

Pada dasarnya, bacaan niat mandi wajib setelah berhubungan untuk pria dan wanita tidak berbeda. Keduanya dapat menggunakan niat untuk menghilangkan hadas besar dari janabah karena Allah Ta'ala.

Perbedaan jenis kelamin tidak mengubah tujuan utama niat, yaitu bersuci dari hadas besar. Karena itu, lafal niat mandi wajib setelah berhubungan yang digunakan dapat sama bagi laki-laki maupun perempuan.

Yang berbeda adalah niat mandi wajib bagi perempuan ketika selesai haid atau nifas.

Rukun Mandi Wajib Setelah Berhubungan

Pelaksanaan mandi wajib memiliki bagian pokok yang perlu diperhatikan agar proses bersuci dapat dilakukan dengan benar. Beberapa hal berikut menjadi panduan dalam menjalankan rukun mandi wajib setelah berhubungan.

Niat menghilangkan hadas besar

Niat dilakukan dengan maksud menghilangkan hadas besar yang terdapat pada diri seseorang. Dalam konteks mandi setelah berhubungan, niat tersebut ditujukan untuk bersuci dari janabah.

Niat menjadi pembeda antara mandi biasa untuk membersihkan tubuh dan mandi yang dilakukan sebagai bentuk bersuci dari hadas besar. Karena itu, maksud menghilangkan hadas besar perlu dihadirkan ketika melaksanakan mandi wajib.

Mengalirkan air ke seluruh tubuh

Air perlu dialirkan hingga mengenai seluruh bagian tubuh yang dapat dijangkau. Tidak cukup hanya membasahi sebagian tubuh, karena mandi wajib bertujuan menghilangkan hadas besar dengan meratakan air ke seluruh badan.

Perhatian juga perlu diberikan pada bagian tubuh yang mudah luput terkena air. Rambut, kulit kepala, lipatan tubuh, serta bagian tubuh lainnya perlu dipastikan terkena air.

Memastikan tidak ada bagian tubuh yang terlewat

Setelah mengguyurkan air, pastikan tidak ada bagian tubuh yang sengaja atau tidak sengaja terlewat. Pemeriksaan ini penting terutama pada bagian yang tertutup, berlipat, atau sulit dijangkau.

Jika terdapat penghalang yang membuat air tidak sampai ke kulit, penghalang tersebut perlu dibersihkan terlebih dahulu. Dengan begitu, air dapat mengenai bagian tubuh secara merata.

Tata Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan

Tata cara mandi wajib setelah berhubungan dapat dilakukan secara berurutan agar seluruh bagian tubuh terkena air. Langkah-langkah berikut dapat menjadi panduan ketika seseorang hendak melaksanakan mandi junub.

Membaca niat mandi wajib

Awali mandi wajib dengan menghadirkan niat untuk menghilangkan hadas besar karena janabah. Niat dapat dilafalkan dengan bacaan yang telah dijelaskan sebelumnya.

Mencuci kedua tangan

Cuci kedua tangan sebelum melanjutkan rangkaian mandi wajib. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari tata cara bersuci sebelum membersihkan bagian tubuh lainnya.

Membersihkan kemaluan dan bagian tubuh yang terkena kotoran

Bersihkan kemaluan serta bagian tubuh yang terkena kotoran atau najis. Pembersihan dilakukan agar bagian tersebut terbebas dari kotoran sebelum mandi dilanjutkan.

Berwudhu seperti akan melaksanakan sholat

Setelah membersihkan bagian tubuh yang perlu dibersihkan, lakukan wudhu seperti ketika hendak melaksanakan sholat. Tahapan ini termasuk rangkaian tata cara mandi wajib yang umum dijelaskan dalam pembahasan mandi junub.

Mengguyur kepala hingga pangkal rambut

Guyur kepala dengan air hingga air mengenai rambut dan pangkal rambut. Pastikan air mencapai kulit kepala sehingga tidak ada bagian yang terhalang dari air.

Mengalirkan air ke seluruh tubuh

Selanjutnya, alirkan air ke seluruh tubuh secara merata. Pastikan bagian tubuh dari sisi kanan dan kiri, bagian depan dan belakang, serta bagian yang sulit dijangkau turut terkena air.

Memastikan seluruh bagian tubuh terkena air

Periksa kembali seluruh tubuh setelah air diguyurkan. Pastikan tidak terdapat bagian yang terlewat atau masih tertutup oleh sesuatu yang menghalangi sampainya air ke kulit.

Tata Cara Mandi Wajib untuk Pria

Laki-laki dapat memperhatikan beberapa bagian tubuh yang sering luput ketika melakukan mandi wajib. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan agar proses membasuh tubuh dilakukan secara menyeluruh.

Membersihkan bagian tubuh yang terkena najis

Sebelum mengguyur seluruh tubuh, bersihkan bagian tubuh yang terkena najis atau kotoran. Pembersihan ini dilakukan agar tubuh terbebas dari kotoran yang dapat mengganggu proses bersuci.

Memastikan rambut dan kulit kepala terkena air

Air perlu mengenai rambut sekaligus kulit kepala ketika mandi wajib. Karena itu, guyuran air sebaiknya dilakukan secara menyeluruh hingga mencapai pangkal rambut dan kulit kepala.

Membasuh seluruh tubuh secara merata

Setelah kepala dibasuh, alirkan air ke seluruh tubuh secara merata. Perhatikan bagian tubuh yang tersembunyi, berlipat, atau sulit terkena air agar tidak ada bagian yang terlewat.

Tata Cara Mandi Wajib untuk Wanita

Perempuan perlu memperhatikan rambut dan kulit kepala saat melakukan mandi wajib, terutama apabila rambut panjang atau dikepang. Penjelasan berikut membahas bagian yang perlu dibersihkan serta ketentuan mengenai rambut ketika mandi junub.

Membersihkan bagian tubuh yang terkena najis

Bersihkan terlebih dahulu bagian tubuh yang terkena najis atau kotoran. Setelah bagian tersebut bersih, mandi wajib dapat dilanjutkan dengan membasuh kepala dan seluruh tubuh.

Memastikan air sampai ke pangkal rambut

Air perlu dipastikan sampai ke pangkal rambut dan kulit kepala. Pada rambut yang panjang dan tebal, perempuan perlu memperhatikan agar air dapat mengenai bagian yang menjadi bagian dari kepala.

Apakah rambut harus diurai saat mandi wajib?

Rambut wanita tidak selalu harus diurai ketika mandi wajib. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis Ummu Salamah ketika bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai kepangan rambutnya saat mandi junub.

Dalam hadits Ummu Salamah, “Saya berkata, wahai Rasulullah, aku seorang wanita yang mengepang rambut kepalaku, apakah aku harus membuka kepangku ketika mandi junub?” Beliau bersabda, “Jangan (kamu buka). Cukuplah kamu mengguyur air pada kepalamu tiga kali, kemudian guyurlah yang lainnya dengan air, maka kamu telah suci.” (HR. Muslim no. 330)

Penyebab Wajib Mandi Selain Berhubungan

Mandi wajib tidak hanya berkaitan dengan hubungan badan antara suami dan istri. Beberapa keadaan lain juga menjadi sebab seseorang perlu melakukan mandi wajib sesuai ketentuan fikih.

Keluar mani

Keluarnya mani menjadi salah satu sebab seseorang berada dalam keadaan yang mengharuskan mandi wajib. Hal ini berlaku ketika mani keluar sebagai akibat dari sebab yang termasuk dalam ketentuan janabah.

Dengan demikian, seseorang dapat memiliki kewajiban mandi wajib meskipun tidak melakukan hubungan badan. Kondisi keluarnya mani perlu dibedakan dari keluarnya cairan lain yang tidak memiliki ketentuan yang sama.

Selesai haid

Perempuan yang telah selesai mengalami haid perlu melakukan mandi wajib sebelum kembali menjalankan ibadah yang mensyaratkan kesucian. Mandi dilakukan setelah darah haid berhenti dan telah masuk keadaan suci.

Selesai nifas

Nifas juga termasuk keadaan yang menyebabkan perempuan berada dalam kondisi yang mengharuskan mandi wajib. Setelah masa nifas selesai, mandi wajib dilakukan sebagai bagian dari proses kembali kepada keadaan suci.

Sebab lain yang mewajibkan mandi menurut ketentuan fikih

Selain janabah, keluarnya mani, haid, dan nifas, terdapat keadaan lain yang dibahas dalam ketentuan fikih mengenai mandi wajib. Penentuan kewajiban tersebut mengikuti sebab dan ketentuan masing-masing sebagaimana dijelaskan dalam fikih.

Karena setiap keadaan memiliki pembahasan tersendiri, pelaksanaan mandi wajib sebaiknya disesuaikan dengan sebab yang dialami. Hal ini membantu memastikan tata cara bersuci tidak disamakan begitu saja untuk setiap kondisi.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mandi Wajib

Selain mengikuti urutan mandi, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan agar air benar-benar sampai ke bagian tubuh yang harus dibasuh. Perhatian terutama diperlukan pada bagian tubuh yang tertutup atau memiliki penghalang terhadap air.

Air harus mengenai seluruh tubuh

Air harus dialirkan hingga mengenai seluruh tubuh, termasuk rambut dan kulit kepala. Bagian yang sulit dijangkau perlu diperiksa kembali agar tidak ada area yang terlewat.

Membersihkan penghalang air pada kulit

Benda atau zat yang menutup permukaan kulit dan menghalangi air perlu dibersihkan sebelum mandi wajib. Tujuannya agar air dapat langsung mengenai bagian kulit yang harus terkena air.

Tidak ada bagian tubuh yang sengaja ditinggalkan

Seluruh bagian tubuh perlu diperhatikan selama mandi wajib. Jangan sengaja meninggalkan bagian tertentu karena tujuan mandi wajib adalah menghilangkan hadas besar dengan membasuh tubuh secara menyeluruh.

Doa Setelah Mandi Wajib

Selain bacaan niat, pembahasan mengenai mandi wajib juga kerap disertai pertanyaan tentang doa yang dibaca setelah bersuci. Berikut penjelasan mengenai doa setelah mandi wajib dan bacaan setelah bersuci yang umum diamalkan.

Apakah ada doa khusus setelah mandi wajib?

Tidak terdapat bacaan khusus yang secara spesifik menjadi doa wajib setelah mandi wajib. Setelah menyelesaikan mandi wajib, seseorang dapat melanjutkan ibadah dalam keadaan suci apabila seluruh ketentuan bersuci telah terpenuhi.

Doa yang umum dibaca setelah bersuci juga dapat diamalkan setelah mandi wajib. Bacaan tersebut pada dasarnya merupakan doa setelah bersuci yang juga dikenal dalam pelaksanaan wudhu.

Bacaan doa setelah bersuci yang umum diamalkan

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina.

Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikan lah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikan lah aku pula termasuk orang-orang yang selalu menyucikan diri.”

FAQ Seputar Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan

Pertanyaan tentang mandi wajib setelah berhubungan tidak hanya berkaitan dengan bacaan niat, tetapi juga waktu dan tata cara pelaksanaannya. Beberapa pertanyaan berikut dapat menjadi panduan untuk memahami ketentuan mandi wajib secara lebih praktis.

Apa niat mandi wajib setelah berhubungan?

Niat mandi wajib setelah berhubungan adalah:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Artinya: "Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta'ala."

Apakah suami dan istri sama-sama wajib mandi setelah berhubungan?

Ya, suami dan istri sama-sama wajib mandi setelah melakukan hubungan badan yang menyebabkan keduanya berada dalam keadaan janabah. Kewajiban mandi tersebut tidak bergantung pada apakah mani keluar atau tidak setelah hubungan badan.

Apakah wajib mandi jika berhubungan tetapi tidak keluar mani?

Ya, mandi wajib tetap dilakukan setelah hubungan badan meskipun tidak keluar mani. Sebab, kewajiban mandi setelah hubungan badan berkaitan dengan terjadinya hubungan tersebut, bukan semata-mata karena keluarnya mani.

Apakah mandi wajib harus diawali dengan wudhu?

Wudhu merupakan salah satu rangkaian tata cara mandi wajib yang umum dilakukan, tetapi inti mandi wajib adalah niat menghilangkan hadas besar dan memastikan air mengenai seluruh tubuh. Karena itu, wudhu dalam rangkaian mandi wajib perlu dipahami sebagai bagian dari tata cara yang dilakukan, bukan sebagai pengganti mandi wajib.

Apakah rambut wanita harus diurai saat mandi wajib?

Rambut wanita tidak harus diurai apabila dikepang, sebagaimana dijelaskan dalam hadis Ummu Salamah. Rasulullah SAW bersabda, “Jangan (kamu buka). Cukuplah kamu mengguyur air pada kepalamu tiga kali, kemudian guyurlah yang lainnya dengan air, maka kamu telah suci.” (HR. Muslim no. 330)

Apakah setelah mandi wajib harus wudhu lagi sebelum sholat?

Pada dasarnya, seseorang yang telah melakukan mandi wajib dan tidak mengalami hal yang membatalkan wudhu dapat melanjutkan sholat tanpa harus mengulangi wudhu.

Hal ini berkaitan dengan pelaksanaan mandi wajib yang telah disertai rangkaian bersuci, termasuk wudhu sebagaimana tata cara yang dijelaskan di atas.

Mandi wajib setelah berhubungan dilakukan untuk menghilangkan hadas besar akibat janabah sebelum menjalankan ibadah yang mensyaratkan kesucian.

Hal yang perlu diperhatikan adalah niat serta memastikan air mengenai seluruh bagian tubuh tanpa ada penghalang.

Dengan memahami niat mandi wajib, rukun, dan tata caranya, proses bersuci setelah berhubungan dapat dilakukan dengan lebih tertib sesuai ketentuan yang menjadi dasar pembahasannya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PBNU dan Qatar Jajaki Beasiswa Santri hingga Pemasaran Produk Pesantren
PBNU dan Qatar Jajaki Beasiswa Santri hingga Pemasaran Produk Pesantren
Aktual
Doa Robbisrohli Sodri Wayassirli Amri: Arab, Latin, Arti, dan Kapan Dibaca
Doa Robbisrohli Sodri Wayassirli Amri: Arab, Latin, Arti, dan Kapan Dibaca
Doa dan Niat
Doa Sebelum Tidur dan Bangun Tidur: Arab, Latin, Arti, dan Adabnya
Doa Sebelum Tidur dan Bangun Tidur: Arab, Latin, Arti, dan Adabnya
Doa Harian
Menag Libatkan Tokoh Lintas Agama untuk Perkuat Tata Kelola Dana Umat
Menag Libatkan Tokoh Lintas Agama untuk Perkuat Tata Kelola Dana Umat
Aktual
Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya
Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Muhaimin: Pesantren Harus Cetak Santri Mandiri dan Ciptakan Peluang
Muhaimin: Pesantren Harus Cetak Santri Mandiri dan Ciptakan Peluang
Aktual
Kemenag Siapkan Edukasi Halal lewat Khutbah Jumat dan Bimbingan Calon Pengantin
Kemenag Siapkan Edukasi Halal lewat Khutbah Jumat dan Bimbingan Calon Pengantin
Aktual
Stres Skripsi? Riset Temukan Kaitan Sholat Dhuha dan Ketenangan Jiwa
Stres Skripsi? Riset Temukan Kaitan Sholat Dhuha dan Ketenangan Jiwa
Aktual
Doa Setelah Sholat Dhuha Lengkap dengan Arti, Niat, dan Tata Caranya
Doa Setelah Sholat Dhuha Lengkap dengan Arti, Niat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Doa Masuk Rumah: Arab, Latin, Arti, Adab, dan Doa Keluar Rumah
Doa Masuk Rumah: Arab, Latin, Arti, Adab, dan Doa Keluar Rumah
Doa dan Niat
Doa agar Hujan Berhenti: Arab, Latin, Arti, dan Adab Saat Hujan
Doa agar Hujan Berhenti: Arab, Latin, Arti, dan Adab Saat Hujan
Doa dan Niat
Muhaimin Kunjungi Pesan Trend, Santri Belajar Bertani hingga Mengolah Limbah
Muhaimin Kunjungi Pesan Trend, Santri Belajar Bertani hingga Mengolah Limbah
Aktual
Doa Masuk Kamar Mandi dan Keluar: Arab, Latin, Arti, dan Adabnya
Doa Masuk Kamar Mandi dan Keluar: Arab, Latin, Arti, dan Adabnya
Doa Harian
Kemenhaj Bahas Peluang Jemaah Haji-Umrah Indonesia Wisata ke Yordania
Kemenhaj Bahas Peluang Jemaah Haji-Umrah Indonesia Wisata ke Yordania
Aktual
As'ad bin Zurarah, Sahabat yang Menjadi Pelopor Islam di Madinah
As'ad bin Zurarah, Sahabat yang Menjadi Pelopor Islam di Madinah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar