Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenag Siapkan Edukasi Halal lewat Khutbah Jumat dan Bimbingan Calon Pengantin

Kompas.com, 7 Oktober 2026, 07:45 WIB
Reni Susanti

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan edukasi halal melalui khutbah Jumat pada 16 Oktober 2026 serta kegiatan penghulu dan penyuluh agama di Kantor Urusan Agama (KUA), termasuk kepada calon pengantin.

Strategi tersebut menjadi bagian dari sosialisasi Wajib Halal Oktober 2026 dengan memanfaatkan jaringan Kemenag dari tingkat pusat hingga kecamatan.

“Gerakan sadar halal berbasis di KUA, ini penguatan peran KUA terkait dengan kepenghuluan, penyuluh, kemudian masyarakat. Kita mendorong pada masyarakat edukasi terkait dengan halalnya, dan juga calon pengantin,” kata Direktur Jaminan Produk Halal Kemenag M Fuad Nasar dalam rilisnya, Rabu (7/10/2026).

Menurut Fuad, penghulu, penyuluh agama, masjid, dan struktur Kemenag dapat menjadi kekuatan untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai produk serta gaya hidup halal.

Baca juga: MUI: Menunda Wajib Halal Berarti Menunda Hak Masyarakat

Ia menekankan bahwa kesiapan pelaksanaan program perlu disertai tindakan di lapangan.

“Kesiapan kita itu harus dibuktikan dengan pemahaman dan juga dibuktikan dengan langkah-langkah nyata kita,” ujarnya.

Khotbah Jumat bertema halal

Salah satu langkah yang disiapkan adalah mendorong penyampaian materi halal dalam khotbah Jumat pada 16 Oktober 2026.

Materi tersebut diharapkan dapat disampaikan melalui masjid negara, masjid di lingkungan masyarakat, serta masjid perkantoran.

Fuad menjelaskan, jaringan masjid dan penyuluh agama menjadi bagian dari strategi kolaborasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam untuk menjangkau masyarakat lebih luas.

Pesan keagamaan tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran halal secara berkelanjutan, bukan hanya menjelang pelaksanaan Wajib Halal Oktober.

Baca juga: BPJPH: Wajib Halal Bukan Paksaan, Ada Toleransi bagi yang Belum Siap

Melibatkan seluruh direktorat

Fuad mengatakan, edukasi halal memerlukan keterlibatan lintas instansi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Di lingkungan Kemenag, penyampaian pesan halal juga perlu melibatkan seluruh direktorat. Menurutnya, isu halal memiliki cakupan luas, termasuk kaitannya dengan pariwisata dan ekonomi.

“Pesan-pesan halal itu tidak hanya disuarakan oleh Direktorat Jaminan Produk Halal, BPJPH, tapi juga disuarakan oleh semua direktorat dan itu juga dengan penekanan-penekanan sesuai dengan tugas dan fungsinya,” katanya.

Ia juga menekankan perlunya keselarasan informasi antara Kemenag, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), serta kementerian dan lembaga terkait.

“Jadi tidak hanya pada Oktober, tapi juga pasca Oktober. Kemudian juga di dalam bahasa komunikasi kita perlu bagaimana kesatuan narasi antara Kementerian Agama dengan kementerian lainnya, dengan BPJPH dan sebagainya,” ujar Fuad.

Menjangkau penerima manfaat zakat dan wakaf

Edukasi halal turut diarahkan melalui lembaga zakat dan wakaf, khususnya dalam kegiatan pemberdayaan ekonomi umat.

Lembaga tersebut dinilai memiliki ruang untuk memberikan pemahaman halal kepada penerima manfaat program.

Selain itu, aparatur sipil negara Kemenag akan dilibatkan untuk memperluas penyampaian informasi. Jumlah dan sebaran aparatur dari pusat hingga daerah menjadi modal dalam menjangkau masyarakat.

Fuad berharap kolaborasi tersebut membentuk gerakan yang terintegrasi hingga KUA di kecamatan, sehingga edukasi terus berjalan setelah momentum Wajib Halal Oktober.

“Dengan adanya satu gerakan yang terintegrasi dari pusat hingga KUA di kecamatan, kehadiran pemberdayaan agama dan edukasi halal akan terasa makin nyata di masyarakat,” katanya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PBNU dan Qatar Jajaki Beasiswa Santri hingga Pemasaran Produk Pesantren
PBNU dan Qatar Jajaki Beasiswa Santri hingga Pemasaran Produk Pesantren
Aktual
Doa Robbisrohli Sodri Wayassirli Amri: Arab, Latin, Arti, dan Kapan Dibaca
Doa Robbisrohli Sodri Wayassirli Amri: Arab, Latin, Arti, dan Kapan Dibaca
Doa dan Niat
Doa Sebelum Tidur dan Bangun Tidur: Arab, Latin, Arti, dan Adabnya
Doa Sebelum Tidur dan Bangun Tidur: Arab, Latin, Arti, dan Adabnya
Doa Harian
Menag Libatkan Tokoh Lintas Agama untuk Perkuat Tata Kelola Dana Umat
Menag Libatkan Tokoh Lintas Agama untuk Perkuat Tata Kelola Dana Umat
Aktual
Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya
Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Muhaimin: Pesantren Harus Cetak Santri Mandiri dan Ciptakan Peluang
Muhaimin: Pesantren Harus Cetak Santri Mandiri dan Ciptakan Peluang
Aktual
Kemenag Siapkan Edukasi Halal lewat Khutbah Jumat dan Bimbingan Calon Pengantin
Kemenag Siapkan Edukasi Halal lewat Khutbah Jumat dan Bimbingan Calon Pengantin
Aktual
Stres Skripsi? Riset Temukan Kaitan Sholat Dhuha dan Ketenangan Jiwa
Stres Skripsi? Riset Temukan Kaitan Sholat Dhuha dan Ketenangan Jiwa
Aktual
Doa Setelah Sholat Dhuha Lengkap dengan Arti, Niat, dan Tata Caranya
Doa Setelah Sholat Dhuha Lengkap dengan Arti, Niat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Doa Masuk Rumah: Arab, Latin, Arti, Adab, dan Doa Keluar Rumah
Doa Masuk Rumah: Arab, Latin, Arti, Adab, dan Doa Keluar Rumah
Doa dan Niat
Doa agar Hujan Berhenti: Arab, Latin, Arti, dan Adab Saat Hujan
Doa agar Hujan Berhenti: Arab, Latin, Arti, dan Adab Saat Hujan
Doa dan Niat
Muhaimin Kunjungi Pesan Trend, Santri Belajar Bertani hingga Mengolah Limbah
Muhaimin Kunjungi Pesan Trend, Santri Belajar Bertani hingga Mengolah Limbah
Aktual
Doa Masuk Kamar Mandi dan Keluar: Arab, Latin, Arti, dan Adabnya
Doa Masuk Kamar Mandi dan Keluar: Arab, Latin, Arti, dan Adabnya
Doa Harian
Kemenhaj Bahas Peluang Jemaah Haji-Umrah Indonesia Wisata ke Yordania
Kemenhaj Bahas Peluang Jemaah Haji-Umrah Indonesia Wisata ke Yordania
Aktual
As'ad bin Zurarah, Sahabat yang Menjadi Pelopor Islam di Madinah
As'ad bin Zurarah, Sahabat yang Menjadi Pelopor Islam di Madinah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar